MAFIA SI CASANOVA

MAFIA SI CASANOVA
Adam Sadar


__ADS_3

" Syukur lah oprasi berjalan dengan lancar, kita tunggu sampai pasien sadar ." Ucap Dokter Sandra.


Yukka menatap Adam yang di pindah kan ke ruangan VVIP rumah sakit itu dengan sedih membuat Sandra merasa heran.


" Dokter Yukka, apa anda baik baik saja?"


Yukka tersenyum menatap dokter Sandra yang menatap nya penuh tanda tanya.


" Aku baik baik saja, pasien adalah orang terdekat saya dokter Sandra. Kalau begitu saya permisi akan menghubungi orang tuanya."


" Ah..,iya baik lah dokter."


Yukka pergi meninggalkan Sandra yang masih menatap nya.


Setelah sampai di ruangannya Yukka langsung menghubungi Roy yang saat ini sedang berada di Bandung mengurus perusahaan nya.


"Baik om, Yukka tunggu." Ucap Yukka menutup panggilan nya.


" Siapa yang tega melakukan semua ini, mereka jahat sekali."Ucap Yukka.


Mengingat luka ditubuh dan wajah Adam yang parah mungkin akan sangat sulit jika mereka tidak melakukan operasi plastik mengubah sedikit wajah nya.


FLASHBACK ON


Tak terasa Yukka tertidur di soffa sembari menunggu Adam yang tak kunjung sadar padahal semua nya baik baik saja.


perlahan Adam membuka mata nya perlahan menyesuaikan dengan pencahayaan yang ada di dalam ruangan itu, mata menelusuri setiap ruangan berwarna putih itu dengan sedikit nyeri di kepalanya.


" Ah.."Pekik Adam memegang kepalanya.

__ADS_1


" Dimana aku, Naima.."Adam mengingat setiap pertemuan terakhir nya dengan kekasih nya itu sebelum ledakan besar menutup mata nya.


"Ah..kenapa kepala ku sakit sekali.." Pekikan Adam seketika membuat Yukka terbangun dan langsung berlari mendekati Adam yang terus memegang kepalanya.


" Kak Adam?.."Ucap Yukka menarik tangan Adam agar tidak menyentuh kepalanya terus.


"Yukka...kepala ku sakit sekali, ada apa dengan ku?"


" Tenang dulu kak, kakak baru saja sadar setelah dua bulan koma. Aku sudah memanggil suster untuk segera datang kakak sabar..."


"Ah..kepala ku semakin sakit Yukka..."


Yukka begitu panik saat Adam tak henti berteriak-teriak kesakitan membuat nya semakin panik, tak lama seorang suster datang dan langsung menyuntik lengan Adam membuat nya lebih tenang.


" Kami melakukan sedikit oprasi pada wajah mu, luka bakar yang di sebabkan oleh mobil mu membuat luka yang cukup merusak maka dari itu kami merubah sedikit wajah kakak." Jelas Yukka menatap Adam yang lebih tenang.


" Dokter Yukka..." Dokter Sandra langsung masuk kedalam ruangan Adam.


" Tentu saja, karena pasien sudah koma 2 bulan belum lagi pasien pasti berusaha mengingat kejadian 2 bulan lalu." Dokter Sandra selesai memeriksa Adam yang diam.


" Ah..mungkin anda benar, nanti akan saya jelas pada pasien jika jangan mengingat masalah itu dulu. Terima kasih dokter Sandra."


" Sama sama Dokter Yukka, saya permisi. Selebihnya anda urus semua yang lain ok."


"Ok siap."


Dokter Sandra meninggal kan ruangan Adam dan Yukka yang kembali duduk disamping Adam yang diam.


" Apa masih sakit?"

__ADS_1


" Tidak, Terima kasih Yukka.."


" Itu tugas ku menjadi seorang dokter kak, ingat jangan memaksa untuk mengingat dulu kejadian kejadian yang membuat kakak seperti ini."


" Aku memikirkan keadaan Naima, entah apa yang terjadi padanya?".


Yukka nampak bingung dengan ucapan Adam.


" Naima, ada apa dengan Naima?"


" Ibu dan ayah tiri nya menjual nya pada Sekhu, aku ingin membawa nya pergi namun dia lebih cepat dari ku."


Yukka mengangga tak percaya dengan ucapan Adam bagaimana seorang ibu bisa menjual anak kandung nya sendiri demi uang.


" Bagaimana bisa, seorang ibu menjual anak nya?"


" Aku pun tak habis pikir, padahal gadis itu cukup menderita dan sekarang dia harus menjadi istri kedua dari Sekhu.."


" Sebegitu cinta nya kamu sama Naima, tanpa menyadari kamu melukai ku Adam." Batin Yukka sedih.


" Aku akan menyuruh papa untuk mengurus semua ini, aku tidak bisa kehilangan cinta ku apa pun yang terjadi."


" I..iya..ok Roy pasti bisa menolong gadis itu, emz kak Adam istirahat lah dulu. Aku akan kembali lagi nanti."


" Emzz.. sekali lagi Terima kasih dokter cantik ku." Adam tersenyum manis menatap Yukka yang menatap nya dalam.


" Sama sama pasien gila ku.."


"Kau ini..."

__ADS_1


Yukka tertawa meninggalkan ruangan Adam hingga di depan pintu kamar laki-laki itu air matanya menetes tanpa permisi.


" Kenapa dada ku terasa nyeri, apa aku terkena serangan jantung mendadak.." Gumam Yukka menertawakan kebodohan nya sendiri.


__ADS_2