
Ting
Bunyi lift membuat Adam dan Yukka segera keluar dari lift berjalan pelan kembali kekamar nya.
" Apa ada pasien baru?" Gumam Adam melihat kamar sebelah nya ada yang menempati.
" Iya, seorang wanita yang terjatuh dari tangga. Aku dengar bayi meninggalkan karena keguguran.." Ucap Yukka.
" Kasihan sekali." Ucap Adam yang masih menatap orang orang yang masuk kedalam ruangan VVIP itu.
" Sudah ayo cepat masuk, sudah banyak yang mengurusnya kau tidak udah sok peduli dengan nya."
" Iya..."
Saat hendak masuk ke dalam mata Adam membulat menatap seorang wanita yang begitu dia kenal dengan baik, Yukka menatap Adam yang terdiam di depan pintu.
" Kenapa?"
" Naima..." Gumam Adam tidak berpaling dari wajah cantik Naima.
Yukka mengikuti arah mata Adam yang menatap dalam ruangan kirana.
" Jadi dia Naima?"
" Iyaa dia benar benar Naima ku.."
Adam hendak berjalan ke arah sana namun dengan cepat Yukka menghentikan langkah Adam.
" Aku ingin menemui nya.."
" Kau tidak bisa langsung menemui nya Adam, lihat dirimu seperti ini bagaimana jika mereka kembali menganiaya mu?"
" Aku tidak peduli Yukka, lepaskan tangan mu sekarang."
__ADS_1
"Kau.."
Adam melepaskan tangan Yukka dari lengannya kemudian berjalan dengan tertatih-tatih masuk ke dalam ruangan Kirana.
CLEK
Semua orang menatap pintu yang terbuka dan menatap bingung Adam yang masuk kedalam dengan mata berbinar menatap Naima.
" Siapa anda?" Ucap Sekhu dingin merasa terganggu dengan kedatangan Adam.
" Naima.." Seru Adam menatap Naima yang heran.
" Suara itu, seperti suara Adam tapi dia bukan Adam." Batin Naima.
Naima mundur berlindung di belakang tubuh Sekhu yang besar saat Adam berusaha mendekati nya.
" Naima, ini aku..aku..Ad.."
" Maaf pasien saya pergi dan salah masuk kedalam kamar." Potong Yukka saat Adam hendak menjelaskan bahwa dia adalah Adam kekasih Naima.
" Tidak Naima, apa kau melupakan ku Naima..Naima..." Seru Adam saat tangan Yukka terus menariknya keluar.
" Kau kenal dia?" Gumam Sekhu berbalik menatap Naima yang termenung.
" Kak Naima.." Maryam menyenggol tangan Naima hingga kesadaran nya kembali.
" Ah..apa.., emz maksud ku, aku tidak kenal dia." Gumam Naima gugup saat Sekhu terus menatapnya tajam.
" Sebaiknya kalian pergi pulang, aku akan menjaga Kirana sendiri." Sekhu duduk semabri memegangi tangan Kirana.
" Ayo kak kita pulang, tenang nanti ada mama sama papa kok disini." Ajak Maryam saat Naima masih memerhatikan Sekhu.
" Baiklah, jangan lupa makan tuan Sekhu." Ucap Naima sebelum pergi.
__ADS_1
***
" Aku sudah memberi tahu mu kan, kalau Naima tidak akan mengenali mu sebagai Adam kekasih nya lagi bodoh." Yukka nampak kesal melihat tingkah Adam.
Adam diam mengingat dengan jelas saat Naima berlindung di balik tubuh Sekhu yang besar, apa dia tidak bisa mengenali laki-laki yang sudah hampir 8 tahun bersama nya itu.
" Naima tidak mungkin melupakan ku, tidak mungkin..."
" Dia mungkin mengenali mu, tapi dia ragu jika itu benar kamu Adam."
Yukka membawa cermin dan diarahkan langsung ke wajah Adam membuat nya langsung terperanjat saat pertama kali melihat wajah barunya.
" Ini ada yang sekarang?" Gumam Adam menyentuh wajahnya.
" Ini Adam Kenzo Martin, apa kau tahu sekarang bagaimana bisa Naima mengenali mu?"
Adam diam dan masih menatap wajahnya.
" Hatinya mungkin berkata jika itu memang kamu Adam, tapi lihat wajah mu sekarang bagaimana bisa dia mengenali mu lagi haa?."
Adam menghela nafas dalam kemudian berpaling dari cermin.
" Memang wajah mu sama sama tampan seperti dulu Adam, tapi tetap saja butuh waktu untuk gadis itu membiasakan diri dengan wajah Adam yang baru kan."
Tak terasa air mata Yukka menetes begitu saja mengingat bagaimana Adam begitu ingin memeluk gadis itu, betapa terluka nya tatap Adam saat dengan paksa Yukka menariknya kembali meninggalkan Naima.
Yukka meletakan cermin itu di atas nakas kemudian pergi meninggalkan Adam yang sendiri di dalam kamarnya.
" Apa aku lantas harus melupakan cinta ku pada nya, aku tidak bisa..." Gumam Adam mengusap wajahnya.
" Semua ini karena Sekhu, seandainya dia tidak merebut Naima dariku mungkin saja aku dan Naima sudah menikah dan hidup bahagia." Adam mengepal kan tangannya keras hingga terlihat memutih.
" Aku akan balas semua itu Sekhu, ingat lah setiap penderitaan yang kau buat akan aku balas dengan yang lebih dari ini semua."
__ADS_1
Dendam Adam semakin besar pada Sekhu dan berniat membalas nya dengan yang lebih sakit dari saat ini.
" Maryam Clathria Abraham, tunggu saja kau akan menebus kesalahan yang kakakmu lakukan padaku." Adam telah senyum sinis mengingat nama dan wajah cantik Maryam.