MAFIA SI CASANOVA

MAFIA SI CASANOVA
Kehilangan Pertama Kalinya


__ADS_3

Sudah 1 jam lama nya dokter tak kunjung keluar dari ruangan rawat Kirana, Sekhu tak henti mondar mandir gelisah menunggu dokter keluar.


" Dia begitu khawatir.." Gumam Naima lirih yang masih bisa di dengar oleh Maryam.


" Kak Naima cemburu?" Ucap Maryam membuat Naima sadar dengan ucapan nya yang dengar oleh Maryam.


" Ah..apa, tidak aku hanya..." Belum selesai ucapan Naima dokter keluar dan langsung di serbu oleh Sekhu.


" Bagaimana keadaan istri saya, apa dia baik baik saja?"


" Nyonya Kirana baik baik saja pak Sekhu, hanya saja.."


" Hanya saja apa?"


" Bayi nya tidak bisa kami selamat kan, usia kandungan nyonya Kirana sudah masuk minggu ke 3 pak Sekhu."


Sekhu langsung membeku saat tahu Kirana mengalami keguguran karena kesalahannya.


" Saya permisi." Dokter itu pergi meninggalkan mereka.


Sekhu terduduk lemas menatap Kirana yang sedang dipindahkan oleh beberapa suster menuju ruangan inap, Maryam menenangkan kakaknya yang begitu kalut saat ini.

__ADS_1


" Sebentar lagi mama dan papa datang, kakak yang sabar pasti ada hikmahnya dibalik semua ini." Gumam Maryam.


Sekhu hanya diam mengusap kasar wajahnya yang begitu kacau.


Naima hanya diam duduk dikursi di depan Sekhu tanpa berniat menenangkan pria itu, Naima terlalu takut jika nantinya mereka akan menyalahkan dirinya atas apa yang menimpa Kirana.


Sedangkan di tempat lain Adam sedang berjalan bersama dengan Yukka di rumah sakit yang sama di mana Naima berada.


" Pelan pelan saja, tidak perlu terburu buru." Gumam Yukka melihat Adam yang telalu memaksakan tubuh nya.


" Aku harus cepat sehat dan menemui Naima Yukka, kau tahu dia pasti masih menunggu ku sekarang."


Yukka diam merasakan gejolak di dalam dirinya melihat orang yang dia cintai masih mencari orang lain yang kini sudah menjadi milik orang lain juga.


Selama ini Adam masih belum siap melihat wajahnya yang berubah karena oprasi yang dilakukan oleh Yukka, rasanya pemuda itu masih takut jika nanti Naima menolaknya karena perubahan wajahnya.


" Adam?" Ucap Yukka melihat Adam yang diam.


" Apa semua baik?".


" Semua baik, akan selalu baik jika ada dokter Yukka disamping ku hemz.." Ucap Adam tersenyum manis pada Yukka.

__ADS_1


" Kau selalu pintu mengoda ku." Yukka nampak sedikit malu walapun dia tahu pujian itu hanya untuk membuat nya senang.


" Yukka.."


" Hemz, apa ada?" Gumam Yukka yang masih memapah Adam pelan.


" Kapan kau akan menikah?" Ucap Adam membuat Yukka diam.


" Nanti saat kau tahu perasaan ku, mungkin aku akan menikah dengan orang lain." Ucap Yukka.


" Apa.." Ucap Adam bingung dengan ucapan Yukka.


" Sudah ayo cepat, kau ini bertanya kapan aku menikah kau sendiri saja masih memikirkan masa lalu mu bodoh." Ucap Yukka dingin.


" Karena aku mencintai bodoh, sudah lah kau tidak akan tahu bagaimana sakit nya mencintai orang lain yang kini dimiliki oleh orang lain."


" Aku tahu, aku pernah merasakan nya bahkan lebih sakit yang ku rasakan kau tahu.." Ucap Yukka sambil berjalan pelan bersama dengan Adam.


" Siapa orang yang kau maksud, apa aku mengenalnya bodoh sekali dia menyia nyiakan gadis cantik pintar dan sebaik dirinmu?" Ucap Adam.


" Kau mengenal nya dengan cukup baik, ayo cepat lebih cepat lebih baik ..."

__ADS_1


" Iyaaa sabar, kaki ku masih terasa sakit Yukka.." Ucap Adam.


Mereka berjalan kembali masuk kedalam lift menuju ruangan Adam di lantai 3 di mana Kirana juga sudah dipindahkan di sana.


__ADS_2