MAFIA SI CASANOVA

MAFIA SI CASANOVA
Rencana Berhasil


__ADS_3

Setelah makan malam Adam langsung pulang ke rumah Roy Martin melihat keadaan ayah nya itu yang sedang tidak baik saat ini.


" Adam.." Ucap Roy terkejut melihat kedatangan putra nya.


Adam berjalan mendekati Roy dan memeluk nya, meski begitu mereka adalah keluarga yang harmonis dan saling menyayangi.


" Kak bik Atun papa sakit, apa yang sedang papa pikiran?"


" Tidak ada nak, hanya sakit biasa saja. Kenapa kamu pulang tidak memberi tahu papa hemz.."


" Adam baru pulang kemarin, itu pun langsung pergi ke apartemen pa.."


Roy mengajak Adam duduk di soffa ruang tamu mereka.


" Kamu dari mana, kenapa begitu formal?" Roy menatap penampilan Adam yang terlalu rapi.


" Bertemu dengan seseorang yang akan membuatmu bahagia, papa tahu.."


Roy menyipitkan matanya bingung dengan ucapan anak semata wayang nya itu.


" Maksut kamu siapa, siapa orang yang bisa membuat mu bahagia selain Naima?." Roy menebak dengan bener membuat Adam tersenyum menatap ayahnya itu.


Roy begitu tahu bagaimana perasaan Adam pada Naima yang begitu besar sejak dulu mereka masih menginjak usia remaja, bahwa Adam bersikeras untuk tidak membuka identitasnya meski di depan Naima.


" Apa kau bertemu dengan Naima adam, apa kau memberitahu identitas mu sekarang?" Ucap Roy Martin.


" Tentu saja tidak pa, aku berencana membalas Sekhu lewat Maryam anak kesayangan Renaldi itu.."


Roy nampak menepuk pundak tegap Adam yang berdiri menghadap jendela rumah besar milik Roy Martin itu, Roy sendiri tidak mempermasalahkan semua itu mengingat mereka sudah bersama dan hendak menikah jika saja Sekhu tidak hadir di kehidupan mereka.

__ADS_1


" Papa dengar, kamu menyuruh bodyguard papa menghancurkan kasino milik Sekhu?" Roy berdiri disamping Adam yang tersenyum sinis.


" Itu baru permulaan saja pa, nanti aku bisa melakukan yang jauh lebih buruk dari ini karena dia begitu berani menentang ku."


" Papa selalu mendukung mu Adam, hanya saja apa kah tidak terlalu berlebihan jika kamu membalas perbuatan mereka dengan menyakiti seorang gadis yang tidak tahu apa pun?" Meski mereka sama sama kejam namun Roy lebih memilki hati lembut pada perempuan.


Mengingat musuh mereka adalah Renaldi dan Sekhu bukan Maryam, Roy merasa itu tidak benar jika anak nya itu berniat menghancurkan gadis itu demi rasa sakit yang kakaknya berikan pada orang yang tidak dia ketahui sebelum nya.


Namun Roy begitu hafal dengan anak semata wayang nya itu yang tidak akan pernah mau menarik kembali ucapan nya, bahkan kemarahan Adam tidak bisa membuat Roy bisa menghentikan semua itu.


" Papa tenang saja, anu tidak akan membunuhnya aku hanya akan membuat nya sedikit menderita hingga dua pria itu tahu dia salah memilih seorang musuh."


Roy menghela nafasnya tanpa ingin menyambung kembali ucapan Adam yang tidak terbantahkan itu.


***


Setelah makan malam Sekhu membawa Naima pulang kerumah orang tuanya karena permintaan Maryam yang ingin bercerita dengan kakak iparnya itu.


Setelah sampai rumah Renaldi Sekhu memutuskan untuk langsung pergi tanpa berkata apa pun pada mereka yang menatap nya heran.


" Apa kalian bertengkar, mama lihat Sekhu bersikap dingin padamu?" Ucap Maria menatap Naima yang menunduk.


" Mama ini, kayak baru lihat kak Sekhu beberapa jam lalu aja deh." Cela Maryam dan langsung menarik tangan Naima yang kikuk.


" Ayo kak Naima, kita ke kamar ku saja dari pada meladeni ucapan mama yang akan terus bertanya padamu apa kalian bertengkar begitu?" Ucap Maryam berjalan pergi masuk kedalam rumah.


" Maryam.." Seru Maria kesal.


" Sudah lah ma, sudah malam juga ayo masuk." Renaldi memegang bahu sang istri dan berjalan masuk.

__ADS_1


Naima kini sudah berganti baju tidur milik Maryam yang memang ukuran nya begitu pas di tubuh Naima.


" Wah kakak lebih cantik kalau pakai baju itu, itu hadia dari kak Sekhu saat aku baru masuk kuliah itu juga belinya di Malaysia.." Ucap Maryam menatap Naima yang melongo.


" Baju kayak gini, kamu beli di Malaysia?"


Maryam mengganguk dan tersenyum geli melihat ekpresi kakak iparnya itu yang begitu polos dan tidak tahu brand.


" ini mah di pasar juga ada Maryam, paling juga 35 rb.."


Maryam tertawa mendegar ucapan Naima.


" Kakak ini lucu nya, itu mah kalau dijual dapet tuh sama setokonya kak.."


" Emang berapa, 1 juta?"


" Cuman 10 juta kok aha ha ha ha.." Ucap Maryam yang tertawa terbahak-bahak.


Naima melongo merasa takut mendegar ucapan Maryam yang mengatakan bahwa baju tidur nya itu berharga jutaan rupiah.


" Udah deh kak, nanti juga kakak dibeliin koo sama kak Sekhu.."


" Gak usah deh, mending uang ditabung kali neng.."


" Udah ah ayo tidur, aku ngantuk banget sekarang.." Ucap Maryam menguap.


" Tapi kalau bajunya kotor atau sobek aku gak bisa balikin loh, jadi takut deh aku.."


" Udah ayo tidur..." Maryam menarik tangan Naima berbaring disamping nya.

__ADS_1


Mereka terlelap bersama dan mulai menjelajahi alam mimpi mereka sendiri sendiri, sedangkan Sekhu kembali kerumah nya dan memilih untuk masuk ke ruangan pribadi nya dan mencari tahu siapa pria pria yang sudah memukuli nya itu.


__ADS_2