MAFIA SI CASANOVA

MAFIA SI CASANOVA
Kedatangan Keluarga Sekhu


__ADS_3

Malam itu rumah Sekhu begitu ramai dengan kedatangan orang tua nya dan juga Maryam adik kesayangan nya itu.


Naima mengganti pakaian nya dengan baju yang lebih sopan memoles wajah cantik nya dengan natural.


" Sudah lebih dari sempurna.." Gumam Naima memuji dirinya sendiri.


Sekhu memeluk Naima dari belakang dan menghirup dalam aroma mawar dari tubuh gadis itu yang selalu membuat nya kecanduan.


" Apa yang kau lakukan, tuan Sekhu?" Tubuh Naima selalu menegang saat bersentuhan dengan tubuh Sekhu.


" Berhenti memanggilku tuan, berapa kali ku katakan." Sekhu menjauh dari tubuh Naima kemudian memakai jam tangan nya.


Naima berbalik dan menatap Sekhu yang hanya mengenakan kemeja putih dengan celana levis hitam, sekilas Naima terpanah dengan penampilan Sekhu yang berbeda saat ini.


" Kau jauh lebih baik, ketika tidak terlalu formal.." Ucap Naima membuat Sekhu menatapnya.


" Benar kah?"


" Emz tidak, aku hanya salah bicara." Naima langsung meninggalkan Sekhu yang tersenyum tipis.


Naima keluar dari kamar dengan jantung yang berdegup begitu kencang membuat nya semakin gerogi.


tak lama bunyi bel membuat Naima langsung berdiri di tangga menatap tamu yang akan masuk, seorang pelayan langsung membuka pintu kemudian memberi kak hormat pada mereka.


Dengan ragu Naima mulai menuruni anak tangga perlahan dan langsung disambung dengan senyuman manis dari mereka, Naima langsung mencium kedua tangan mertua nya itu.


" Emz.." Naima nampak sungkan memanggil mereka dengan sebuah papa dan mama seperti Sekhu dan Maryam.


" Panggil mama dan papa saja, jangan sungkan Naima." Ucap Renaldi pada menantu kedua nya itu.


Maria langsung memeluk Naima dengan penuh kasih sayang berbeda saat dia melihat Kirana yang menyambut mereka.


" Kak Naima, Maryam kangen banget sama kaka.." Ucap Maryam memeluk Naima.


Renaldi dan Maria nampak heran melihat tingkah Maryam yang begitu berbeda seperti mereka sudah saling mengenal sajak lama, tak lama Kirana datang dan menyambut mereka.


" Pa..ma..Maryam.." Ucap Kirana menurunu tangga perlahan dengan tatapan yang tidak suka.

__ADS_1


" Dari mana saja kamu.." Ucap Maria datar.


" Kirana abis mandi ma, maaf karena orang lain yang menyambut mama dan papa bukan orang Kirana." Ucap Kirana sinis menatap Naima.


" Dia kakak ipar ku, bukan orang lain." Maryam menarik tangan Naima menjauh dari mereka.


" Ayo masuk mama papa, sebentar lagi Sekhu akan turun." Ucap Kirana meninggalkan mertua nya itu terlebih dahulu.


Semua makanan sudah siap diatas meja dengan berbagai menu yang mengugah selera sedang kan Maryam sedang asik bercerita bersama dengan Naima di ruang tamu.


" Mau sampai kapan kamu seperti ini, mama sama papa sudah semakin tua dan kamu juga ingin memiliki cucu Kirana." Ucap Maria membuat Kirana memutar bola matanya dengan kesal.


" Pertanyaan yang sama selalu saja seperti ini, mereka ini selalu saja membuat ku kesal." Batin Kirana.


" Maaa..lagi pula kini sudah ada Naima, dia siap memberi kalian cucuk berapa saja. Tapi jangan minta padaku aku tidak ingin tubuh ku rusah." Ucap Kirana meminum jus nya.


Sekhu datang dengan pakaian santai dan sesekali menatap Maryam yang begitu asik bercanda dengan Naima, sedangkan Kirana wanita itu lebih asik dengan ponsel nya sendiri.


" Naima begitu cepat mendapatkan hati Maryam, sedangkan Kirana yang sudah 5 tahun saja belum bisa mendapatkan perhatian Maryam malah mereka seperti musuh." Batin Sekhu duduk di samping Kirana.


" Maryam...Naima..ayo makan malam dulu, Sekhu sudah hadir nanti kalian bisa berbicara lagi kan?" Pekik Maria membuat Maryam kesal.


" Nanti kita terusin lagi, lagi pula kamu bisa mengindap disini bukan?" Ucap Naima membuat senyum mereka diwajah Maryam.


" Ah..benar aku akan tetap di sini, ide kak Naima memang baik.." Gumam Maryam.


Naima menarik tangan Maryam menuju meja makan dan duduk berdekatan dengan Kirana yang menatap nya sinis, ditatap sebegitu sinis membuat Naima merasa gugup dan menunduk.


" Berani sekali mau mengantikan posisi ku, dasar ******..." Batin Kirana tidak suka.


Mereka makan dengan tenang tanpa terdengar suara apa pun hanya dentingan sendok dan piring yang terdengar nyaring di meja makan.


Setelah selesai makan Renaldi langsung membuka mulut dan mengutarakan keinginannya dan tujuan mereka datang ke rumah Sekhu.


" Sekhu..papa datang kemari ingin membicarakan hal penting padamu." Ucap Renaldi saat semua orang sudah selesai makan.


" Masalah apa pa, seperti serius sekali?" Ucap Kirana.

__ADS_1


" Yang pertama papa dan mama menuntut cucu dari kamu dan juga Kirana, Mau sampai kapan pernikahan kalian ini bertahan tanpa ada nya anak?" Ucap Renaldi langsung menatap Kirana yang tekejut.


" Paa, Sekhu sudah katakan berulang kali bukan..."


" Sekhu, jika memang Kirana tidak ingin dan tidak bisa memberi mu keturunan maka cepat kamu cerai kan saja dia."


" Apa.." Kirana nampak tidak Terima dengan ucapan Renaldi.


" Kirana pelan kan suara saat berbicara dengan orang tua ku." Ucap Sekhu.


" Sekhu..ayahmu ingin kita berpisah dan kau malah membela nya?"


" Apa yang dikatakan oleh papa itu benar, untuk apa aku menikah dengan mu bertahun-tahun tapi tidak bisa memiliki keturunan Kirana."


Maria dan Maryam nampak puas dengan ucapan Sekhu sudah terlalu lama mereka diam melihat kebodohan anak laki-laki nya itu.


" Kau mengingkari janji mu, yang tidak akan menuntut ku perihal anak?"


BRAK


" Kirana.." Sekhu nampak begitu marah menggebrak meja dengan keras.


Naima yang melihat keributan itu menjadi sedikit takut namun tidak dengan keluarga suaminya itu yang nampak santai dan senang dengan tindakan Sekhu.


" Apa mereka benar-benar ingin Sekhu menceraikan Kirana, apa nanti aku juga akan seperti Kirana dicerai kan karena tak kunjung diberi momongan? " .Batin Naima bergidik.


" Duduk lah Sekhu, papa kesini tidak untuk melihat pertengkaran kalian." Ucap Renaldi dingin.


Sekhu dan Kirana langsung duduk dengan rahang yang saling mengeras menahan emosi.


" Dan yang kedua papa akan menyerah kan perusahaan kita yang di Jepang dan Singapura untukmu, namun nanti ketika kau memiliki anak dari salah satu istri mu ini." Ucap Renaldi membuat Kirana dan Sekhu menatap tak percaya.


" Paa, anakku bukan bahan taruhan." Ucap Sekhu.


" Apa, jika aku hamil anakku bisa mewarisi semua kekayaannya dan aku tidak akan repot lagi hanya dengan modal seorang bayi." Batin Kirana dengan ide licik nya.


" Meski kau tidak memiliki anak pun, perusahaan itu akan tetap menjadi milik mu namun entah kapan." Renaldi dengan santai menghabiskan minuman nya.

__ADS_1


" Ok, kalau memang papa mau aku cepat hamil. Akan aku lakukan." Ucap Kirana lantang dan langsung pergi.


" Dasar wanita matre.." Gumam Maria lirih.


__ADS_2