MAFIA SI CASANOVA

MAFIA SI CASANOVA
Rencana Adam


__ADS_3

Adam kini sudah berada di apartemen nya yang sering dia kunjungi bersama dengan Naima dulu saat mereka masih bersama, ruangan itu penuh dengan berbagai poto mesra mereka yang begitu banyak.


" Naima.. Apa kau masih tetap mencintai ku, atau kah kau sudah menerima pernikahan itu?' Adam menatap poto Naima yang cukup besar di apartemen nya.


" Untuk saat ini, aku belum bisa mengukap identitas ku padaku dulu. Nanti saat nya tepat aku akan memberi tahu mu jika aku adalah Adam pemuda yang begitu kamu cintai."


TING


Pesan masuk dari aplikasi berwarna hijau milik Adam.


Hay, aku Maryam yang kemarin di rumah sakit.


" Maryam, bagaimana gadis itu bisa mendapatkan nomor ponsel ku?" Gumam Adam menatap poto cantik Maryam.


***Hay juga Maryam, bagaimana kamu mendapatkan nomor ponsel ku. Aku bahkan tidak memberitahu mu kemarin.


ting


Maaf jika aku lancang, aku minta nomor mu dari dokter Yukka***.


" Ah pantas saja dia bisa mendapatkan nomor ku dengan muda, bagus lah jika Yukka meberikan nomor ku maka tidak perlu repot repot mendekati gadis bodoh itu.


***Apa aku menggangu mu, maaf jika kamu tersinggung karena aku meminta dan mengubungi nomor mu.


Tidak masalah Maryam, aku memang berniat menghubungi mu tapi aku lupa tidak memiliki nomor mu dan kamu menghubungi ku langsung. Apa mungkin kita jodoh?


Ting


Kamu ini bicara apa sih, aku jadi malu. Kalau memang begitu aku juga berharap berjodoh sama kamu.


Apa kamu menyukai ku, padahal kita baru bertemu 1 kali Maryam***.


Adam tersenyum licik membaca chat yang di kirim Maryam tentang dirinya.


" Aku tidak perlu berusaha paya mencari umpan, ikan ku datang dengan sendirinya ha ha ha." Adam tertawa puas.


Adam hanya melihat beberapa pesan masuk tanpa berniat membalasnya agar membuat gadis itu menjadi lebih ingin tahu dirinya.


***


" Ah...kok gak dibales, cuma di read doang lagi." Pekik Maryam dengan kesal.


Maryam memeluk guling nya kesal dengan apa yang di lakukan Adam.


" Ya ampun aku bener bener jatuh hati deh sama Adam, tipe aku banget cuek cuek cool gitu.." Gumam Maryam membayangkan pertemuan mereka.


TOK TOK TOK


Ketukan pintu membuat Maryam kembali ke dunia nya sekarang.

__ADS_1


" Iya masuk, gak dikunci." Ucap Maryam mematikan ponselnya.


Muncul lah Maria dengan senyuman manis menatap anak gadis nya itu.


" Kamu ini kenapa sih, kok teriak teriak gak karuan gitu hemz?" Maria mendekati Maryam yang tersenyum lebar.


" Mama kepo, lagian ini urusan anak muda tau."


" Jangan jangan sama cowok kemarin itu ya, yang di rumah sakit?"


" Ih mama ah, udah deh. Mama ngapain ke kamar Maryam?"


" Papa ngajak kita makan malam diluar sama Naima, nanti kamu telvon dia yah."


" Asik, ketemu sama kak Naima lagi. " Maryam bersorak gembira.


" Sekalian kamu ajak Adam, biar papa dan kakak kamu tahu pemuda yang sedang dekat dengan mu itu." Gumam Maria dengan lembut.


" Ok siap bundahara ku, nanti aku telfon Adam." Maryam bertambah bahagia tak kalah orang tua nya ingin bertemu dengan Adam.


" Kesempatan aku untuk semakin dekat sama Adam, yes.." Pekik Maryam dalam hati nya.


" Malah melamun, buruan telfon Naima sama Adam kok. " Maria nampak kesal melihat Maryam termenung diam senyum senyum.


" Iya mama, ini aku mau nelfon kok."


" Mama pergi dulu, nanti jam 6 sore di restoran Kencan Jangan lupa." Maria meninggalkan Maryam yang tersenyum bahagia.


Tuutt Tuuuut


" Hallo.." Gumam Naima.


" Hallo kak Naima, kakak dimana sekarang?"


" Dirumah, kenapa Maryam?"


" Papa sama mama nunggu kakak untuk makan malam nanti jam 18.00 sore di restoran Kencana."


" Emzz, sama Kirana juga?"


" Kayaknya gak deh, cuman kak Sekhu aja sama nanti ada tamu spesial."


" Tamu spesial siapa, pacar kamu?"


" Belum jadi pacar, tapi segera deh.."


Naima terkekeh di balik panggilan ponsel Maryam membuat gadis itu merasa malu.


" Jangan ketawa, aku malu tahu.."

__ADS_1


" Iya deh, tapi kakak gak janji bisa hadir di sana."


" Loh kenapa?"


" Udah dulu yah, kakak lagi masak sekarang buat sarapan."


" Sarapan di siang hari, kakak ni ada ada aja deh."


" Dah Maryam, semoga kamu bisa menjadi pacar dari tamu spesial kamu itu." Ucap Naima sebelum mematikan sambungan telepon nya dengan tawa yang merdu.


TIT


" Ih dimatiin, emang dasar deh kakak ipar ku itu nyebelin." Guamam MaryamMaryam sebal.


Gadis itu lalu meletakkan ponsel nya dan membuka lembari besar yang berada di kamar nya menatap ratusan pakaian yang terpajang rapi.


" Pakai baju apa yah, duh gak punya baju." Gumam nya sedih.


Maryam nampak masih sibuk memilih dress yang cantik untuk dia kenakan nanti malam bertemu dengan Adam.


" Pink atau hitam, ah bingung deh.." Pekiknya.


" Mamaaaaaaaa, Maryam gak punya baju.." Maryam berteriak kencang membuat Maria yang sedang berbicara dengan suaminya terkejut.


" Maryam kenapa pa, kok teriak.." Ucap Maria pada Renaldi.


" Sudah bisa aku pastikan bahwa dia akan turun sebentar lagi, lalu berkata mama aku tidak punya baju.." Renaldi begitu hapal dengan tingkah anak gadis nya yang selalu berteriak tidak punya baju setiap kali mereka akan pergi ke luar.


" Maaaaaa, Maryam gak punya baju mau makan malam nanti.." Benar saja gadis itu keluar kamar dan berteriak dengan kencang dari lantai 2 kamar nya.


" Benar bukan.." Gumam Renaldi tertawa.


Maria menatap suaminya kesal kemudian tersenyum menatap Maryam yang menuruni tangga.


" Sayang, pakaian kamu saja sudah seperti toko baju dan kamu bilang gak punya baju?"


" Maaa, itu udah aku pakai semua tauk..."


" Baru di pakek 1 kali nak, itu juga model kekinian semua dengan harga 1 unit motor loh.."


" Mamaa.."


Maria mengelus lembut rambut Maryam.


" Nanti mama yang akan mencari kan baju buat kamu, udah gak usah lebay deh.."


" Baju aja kamu ini nak, nih beli sana mau berapa pun." Renaldi menyodorkan kartu hitam pada Maryam.


" Yes..." Gadis itu langsung menyambar nya dan berlari kekamar.

__ADS_1


Renaldi membuang muka nya tak kalah sangat istri tercinta menatapnya tajam.


__ADS_2