MAFIA SI CASANOVA

MAFIA SI CASANOVA
RENCANA JAHAT


__ADS_3

Leo yang heran melihat tingkah Kirana malam itu kemudian memilih untuk meninggalkan wanita itu sendiri dirumah nya.


" Ah...seandainya semua itu benar benar terjadi aku akan sangat bersyukur, tapi kenapa hanya hanyalah ku saja ah...sialan.." Pekik Kirana mengacak rambut nya dengan kesal.


" Aku harus bisa membuat Sekhu dan Naima lebih menderita dari ku, besok aku akan menghubungi seseorang untuk membuat hayalan ku menjadi kenyataan." Senyuman licik Kirana tambah membuat nya telihat begitu menyeramkan.


***


" Naima, besok aku harus pergi ke Surabaya ada tugas yang harus aku selesai." Ucap Sekhu menatap Naima yang sedang makan malam.


"Iya." Seru nya singkat tanpa menatap Sekhu.


" Besok pagi aku akan mengantar mu bertemu dengan dokter Megan, memeriksa kandungan mu."


" Tidak perlu Sekhu, aku bisa pergi sendiri lagi pula besok kamu akan pergi kan?" Naima menatap Sekhu yang kini telah selesai makan.


" Tidak masalah jika aku harus mengantarkan istri ku memeriksa kandungan nya, aku tidak suka menerima penolakan Naima." Ucap Sekhu datar.


" Iya." Naima merasa seneng saat Sekhu ingin menemani dirinya memeriksa kehamilan anak pertama mereka.


Tidak terasa sudah hampir 7 bulan usia kandungan Naima perutnya juga sudah telihat begitu besar, tidur nya yang begitu nyenyak sering kali terganggu namun bagi Naima semua itu adalah anugerah Tuhan yang terbaik.


Sekhu juga lebih perhatian pada nya sekarang, mereka semakin dekat meski terkadang kedua nya masih sering berkata dingin dan datar, perasaan Naima semakin nyaman saat bersama dengan Sekhu.


Belum lagi kehamilan nya ini benar-benar membuat nya sedikit manja dan selalu ingin dekat dengan Sekhu, keluarga Sekhu juga tak kalah perhatian padanya meski mereka kini jarang bertemu karena kesibukan mereka.

__ADS_1


Hubungan Maryam dan Adam pun semakin dekat, tinggal menunggu hari dimana Maryam lulus dan mereka akan segera menikah. Kabar kematian Roy Martin pun terdengar ke telinga Naima.


Gadis itu tidak menghadiri mantap ayah mertua nya itu karena larangan dari Sekhu yang memberitahu dirinya jika keluarga Roy Martin dan Ibrahim tidak bisa bersama, mereka adalah musuh bebuyutan yang tidak akan pernah bisa akaur.


Sejak itu nama Naima mulai melupakan semua hal tentang keluarga Martin, meski kenangan manis dan bahagia nya tidak begitu bisa dilupakan secepat itu.


" Sudah selesai?" Sekhu melihat Naima yang sudah meletakkan sendoknya dengan pelan.


" Sudah." Gunam nya pelan kemudian meninggalkan Sekhu yang menatap perut buncit Naima.


Naima bejalan ke arah kamar dan membuka pintu balkon kamarnya dan langsung di sambut oleh bintang yang bersinar indah dan semilir angin yang menerpa wajahnya lembut.


Sekhu menghela nafas nya saat Naima meninggalkan nya sendiri di meja makan , kini Sekhu lebih mengerti jika mood wanita hamil itu bisa benar-benar berubah-ubah sesuai keinginan bayi nya.


Sekhu menyusul Naima dan menatap wanita hamil itu yang sedang berdiri menghadap langit dengan diam, Sekhu menghampiri nya dan memeluk Naima dengan mesra.


" Bagaimana kabar ibuku, apa dia masih hidup bersama dengan pria itu atau tidak?" Ucap Naima membuka Sekhu heran kenapa tiba tiba dirinya mengingat kembali wanita yang tega menjual anak kadung nya sendiri itu.


" Kenapa kamu mengingat orang seperti itu, dia lebih memilih kekasih nya dari pada darah daging nya sendiri." Seru Sekhu.


Naima dia mendengar ucapan Sekhu yang seakan akan menyinggung dirinya yang juga akan melakukan hal yang sama saat bayi yang dia kandungan lahir, Naima akan pergi dan kembali ke pelukan Adam dan itu pun jika pemuda itu mau menerima keadaan nya.


" Aku juga akan mengalami semua itu, tinggal 2 bulan lagi bayi ini akan lahir Sekhu. " Ucap Naima mengingat kak Sekhu.


" Aku tahu, tapi kamu tidak salah aju yang salah telah membuat mu dalam situasi ini." Sekhu melepaskan pelukan nya dan meninggal kan Naima sendiri menuju kasur mereka.

__ADS_1


Sekhu berbaring sembari menatap Naima yang diam tidak bersuara.


" Tidak bisa kah, dirimu belajar mencintai ku Naima?" Ucap Sekhu membuka Naima merasa sedih.


Lagi lagi Sekhu berkata sedemikian dan membuat nya merasa seperti orang yang begitu jahat terus membuat seorang pria mengemis cinta nya.


" Maaf Sekhu, aku masih belum yakin dengan keputusan ku dan perasaan ku yang masih belum menentu seperti ini." Batin Naima.


Tiba-tiba perut Naima terasa bergerak membuat nya mengelus lembut perut buncit nya itu dengan tersenyum, kemudian berjalan ke arah Sekhu yang memejamkan mata nya.


Naima membawa tangan kekar Sekhu menuju perut nya dan membuat pria itu terkejut karena tendang yang di berikan oleh calon anak mereka.


" Ah.., dia menendang ku Naima.." Ucap Sekhu langsung terduduk dengan bahagia.


" Dia ingin kamu tahu.." Ucap Naima.


" Anak daddy, sehat selalu sayaang dan cepat keluar daddy sudah tidak sabar lagi.." Ucap Sekhu mengarahkan telinga nya ke perut Naima.


Jika seperti itu mereka telihat begitu serasi sebagai keluarga yang bahagia sedang menunggu kehadiran anggota baru keluarga kecil mereka.


" Aku berharap semua akan baik baik saja, seperti ini Naima.." Gumam Sekhu dengan tersenyum.


" Jangan terlalu berharap Sekhu, aku takut nanti kamu kecewa dengan semua itu." Gumam Naima yang langsung membuat senyuman Sekhu berubah meski dirinya masih di posisi yang sama.


" Buat bunda mu mencintai daddy sayang, jika tidak mungkin saat kamu keluar nanti bunda tidak bersama kita." Batin Sekhu.

__ADS_1


" Aku ngantuk, menyingkirkan lah Sekhu.." Ucap Naima.


" Ah baiklah, tidur lah dengan nyenyak.." Ucapan Sekhu menatap Naima yang kini telah berbaring di samping nya dengan membelakangi tubuh Sekhu.


__ADS_2