MAFIA SI CASANOVA

MAFIA SI CASANOVA
Apa Dia Hamil?


__ADS_3

Naima masuk kedalam kamar nya dan mengobati luka lebam di pipinya yang membiru belum lagi punggung nya teras begitu sakit.


" Aw.. punggung ku sakit sekali." Gumam Naima menahan nyeri.


" Permisi nona Naima." Suara Shirkan membuat Naima segera menutup baju nya kembali.


" Iyaa, masuk lah pak Shirkan." Pekik Naima.


Shirkan masuk kedalam kamar Naima dengan panik karena Dewi melaporkan jika Kirana melukai Naima, dia khawatir dan juga takut jika nanti dia harus berhadapan dengan Sekhu.


" Astaga nona, pipi mu membiru." Shirkan terkejut menatap pipi Naima.


" Aku ngak papa kok pak Shirkan, tidak perlu khawatir."


" Maaf nona, saya pergi meninggalkan anda terlalu lama hingga nyonya Kirana menyakiti mu lagi."


" Biar saya panggil kann dokter pribadi tuan dulu."


" Pak Shirkan, tidak perlu memanggil dokter aku baik baik saja kok."


Naima menghentikan langkah Shirkan yang hendak menghubungi dokter pribadi mereka.


" Tapi nona, tuan Sekhu akan membunuh ku jika sampai tahu aku tidak menjaga mu."


" Jika pak Shirkan tidak memberi tahu maka Sekhu tidak akan tahu kan, tolong tinggalkan aku sendiri aku ingin istirahat."


" Baik nona, sekali lagi maaf."Ucap Shirkan meninggalkan Naima yang tersenyum.


" Sebaiknya aku tidur, tubuh ku terasa begitu sakit." Gumam Naima merebahkan tubuh nya diatas kasur dan mulai terlelap.


***


Naima nampak terganggu dengan suara bising di luar kamarnya.


" Suara apa sih, berisik sekali." Gumam Naima kesal.


Naima bangun dan membuka pintu kamarnya perlahan mengintip kebisingan di luar.


Plak


Sekhu menampar dengan keras pipi Kirana di depan semua pelayan yang tidak mengira jika Sekhu bisa sekasar itu pada wanita yang dia cintai.


" Kau menampar ku, karena ****** itu?" Pipi Kirana mengeluarkan sedikit darah membuat nya begitu syok saat Sekhu menampar nya.


Naima menutup mulut nya tak percaya dengan apa yang dia lihat.

__ADS_1


" Sudah cukup Kirana, kau sudah benar-benar selewatan sekarang. Sudah cukup aku berpura-pura tuli dan buta dengan semua kebusukan mu dibelakang ku." Sekhu terlihat benar-benar marah saat ini.


" Apa yang kamu bicara, aku sama sekali gak paham Sekhu?"


" Sudah lah kak Kirana, jujur saja tentang perselingkuhan mu itu dengan pria lain dibelakang kakakku." Ucap Maryam tiba-tiba masuk kedalam rumah.


Semua orang menatap Maryam dengan senyuman tipis saat akhirnya kebusukan Kirana akan terbongkar.


" Tutup mulut mu anak kecil, kau tidak usah berbicara buruk padaku." Bentak Kirana pada Maryam.


" Kau yang harus nya menutup mulut mu Kirana, aku terlalu bodoh percaya dan terlalu mencintai mu."


" Sekhu kamu salah paham sayang, semua yang orang lain katakan itu bohong." Kirana mengejar Sekhu yang berjalan menaiki tangga dimana Naima menatap mereka.


Mata Naima dan Sekhu saling bertemu dengan tatapan yang sulit diartikan. Naima menunduk melihat pertengkaran mereka yang begitu hebat, belum lagi Kirana menatap nya dengan tajam.


" Sekhu.." Kirana berlari menaiki tangga menarik tangan Sekhu.


Sekhu menghentikan langkah nya saat Kirana menahan tangan nya dengan kencang.


" Jangan buat aku semakin kasar padamu Kirana, bagaimana pun aku tatap mencintai mu."


Naima merasa ada ribuan kaca menembus dadanya saat Sekhu berkata masih mencintai Kirana di depan wajahnya langsung, meski tatapan Sekhu tak lepas dari Naima yang berair.


" Aku tahu kamu mencintai ku, mungkin karena wanita itu kamu berubah padaku Sekhu?"


" Kirana hentikan." Ucap Sekhu.


Plak


Lagi lagi Kirana menampar Naima dengan begitu keras.


" Itu balasan karena kau membuat Sekhu menampar ku, apa yang kau adukan pada suami ku?"


" Naima tidak mengadu apa pun padaku Kirana, kenapa kau selalu ingin membuat ku marah." Bentak Sekhu.


Naima meneteskan air mata setiap kali Kirana menghina nya sedemikian dan selalu kasar padanya.


Sekhu menarik tangan Kirana yang hendak menjambak rambut Naima hingga ke ujung tangga agar menjauh.


" Kau mendorong ku?"


Sekhu semakin menghela nafas kasar menghadapi sikap kekanak-kanakan Kirana.


" Jika suami mu itu melepaskan ku, maka aku dengan senang hati menjauh dari kehidupan kalian." Ucap Naima disaat kesabaran nya terus di uji.

__ADS_1


" Berani kau berteriak pada ku.."Kirana hendak menghampiri Naima namun Sekhu dengan cepat menahan tubuh nya agar tidak mendekati Naima.


" Kirana berhenti lah membuat masalah, apa kau gila?" Bentak Sekhu dengan keras.


" Lepaskan aku, sebaiknya aku robek mulut wanita sialan itu.." Kirana terus memberontak pada Sekhu hingga cengkraman Sekhu terlepas dari tubuh Kirana membuat nya terhempas ke belakang.


" Ah.." Pekik Kirana keras saat tubuh nya terjatuh ke belakang menuruni tangga.


" Kirana.." Semua orang terkejut dengan kejadian itu.


Tubuh Kirana terjatuh menuruni anak tangga satu persatu dan Sekhu langsung berlari mengejar nya.


BRUK


Tubuh Kirana terhempas dengan keras di lantai dengan cucuran darah yang mengalir semua orang langsung panik melihat keadaan Kirana.


" Kirana, maafkan aku Kirana.." Sekhu begitu panik saat melihat darah mengalir deras dari tubuh Kirana.


" Ayo kak kita bawa ke rumah sakit, kak Kirana mengeluarkan banyak darah." Ucap Maryam yang juga khawatir.


Naima menatap Sekhu yang menangis saat melihat Kirana terluka semakin membuat nya menyadari di mana posisi nya saat ini.


" Cepat siapkan mobil, kita rumah sakit sekarang." Bentak Sekhu dengan keras.


" Kak Sekhu, kenapa dara mengalir di antar kaki kak Kirana? " Ucap Maryam panik.


" Darah.." Sekhu langsung menatap paha Kirana yang mengeluarkan darah.


" Apa dia hamil?" Ucap Naima langsung membuat mereka semua panik.


Sekhu langsung menggendong Kirana berlari masuk kedalam mobil dengan panik di ikuti oleh Maryam dan Naima di mobil lain menuju rumah sakit.


Dalam mobil Sekhu tak henti menatap dan mengusap darah yang mengalir deras dari tubuh Kirana hingga kemeja putih nya berubah warna merah.


" Aku mohon bertahan lah, sebentar lagi kita sampai sayang maafkan aku.." Ucap Sekhu dengan panik.


Shirkan menatap mereka dari kaca mobil Sekhu merasa iba pada majikannya itu, bukan karena Kirana terluka tapi Sekhu yang telalu mencintai wanita itu.


" Kenapa tuan Sekhu seakan-akan lupa dengan wanita yang di pangku itu, wanita yang menghianati dirinya itu." Batin Shirkan kembali fokus mengendarai mobil.


" Lebih cepat Shirkan, atau aku akan n kehilangan anak dan istri ku." Bentak Sekhu keras .


" Baik tuan."


Shirkan melajukan mobil dengan begitu kencang meski beberapa mobil nampak kesal karena mereka mengendarai mobil ugal ugalan.

__ADS_1


Di dalam mobil Naima dan Maryam saling diam dengan pikiran mereka sendiri.


" Bagaimana jika benar Kirana hamil, maka aku harus siap keluar dari kehidupan Sekhu." Batin Naima berkecamuk.


__ADS_2