
Naiam mengerjabkan matanya perlahan menatap tembok putih yang mengelilingi nya.
" Dimana aku? " Gumam Naiam lirih.
CLEK
Pintu kamar mandi tebuka nampak Sekhu terkejut melihat Naiam telah sadar.
" Naima, apa ada yang sakit? Aku panggil kan dokter .." Ucap Sekhu panik.
" Aku baik baik saja Sekhu, kenapa aku ada di sini?" Naima menahan tangan Sekhu yang hendak pergi.
Sekhu menatap Naiam dengan berbinar kemudian memeluk nya dengan erat.
" Terima kasih Naiam, kamu sudah membuat ku akan segera dipanggil Daddy.." Seru Sekhu membuat Naiam bingung dengan ucapannya.
" Apa maksud kamu, Sekhu aku gak paham?"
Sekhu melepaskan pelukan nya dan mencium kening Naiam.
" Aku menemukan tergeletak pingsan dirumah, aku membawa mu langsung ke rumah sakit dan dokter bilang kamu sedang mengandung 4 minggu sayang.." Sekhu begitu bahagia saat mengatakan nya pada Naima.
Namun Naiam mereka begitu terkejut dengan kabar gembira itu mengingat bagaimana nasib nya nanti saat setelah melahirkan anak Sekhu.
" Aku....ak...u ..aku hamil?" Gumam Naiam dengan tetesan air mata di pipinya.
" Iya sayang kamu sedang hamil sekarang, aku begitu bahagia Naiam.." Sekhu kembali memeluk Naiam.
" Jika aku hamil dan melahirkan apa setelah ini kamu akan melepaskan ku, kamu akan mengambil anakku dan membuang ku?"
Sekhu berhenti tersenyum dan melepaskan pelukan nya menatap mata berair Naiam.
" Jika kamu ingin pergi dari ku, aku akan mengabulkan nya karena aku menikah dengan mu hanya karena aku menginginkan seorang anak Naiam."
Hati Naiam begitu sesak saat mendengar ucapan Sekhu.
" Tapi aku berharap kamu tidak akan pergi meninggalkan aku dan anak kita nanti, aku ingin kamu tetap menjadi istri ku dan belajar mencintai ku."
__ADS_1
Naiam sedikit terkejut mendengar ucapan Sekhu yang begitu mantap, namun Naiam memilih menggeleng kan kepalanya dengan keras.
" Aku tidak bisa mencintai mu Sekhu, tidak ada cinta diantara pernikahan ini dan A..aku masih begitu mencintai laki-laki yang kamu habisi itu.." Ucap Naiam memalingkan wajahnya dari tatapan Sekhu.
" Aku tahu jika kamu tidak akan pernah mencintai ku, aku akan menyiapkan semua perceraian kita dan harta yang akan kamu dapatkan setelah anak ini lahir Naiam."
Naima menangis dalam diam mendengar ucapan Sekhu dia sendiri bingung kenapa dadanya begitu sesak seperti terhantar ribuan ton beton.
" Aku sudah mencari tahu tentang kekasih mu, dia masih hidup sekarang. Tapi maaf aku tidak bisa menemukan keberadaan nya diamana, namun setelah hubungan kita selesai aku akan mencari nya lagi." Gumam Sekhu dingin meninggalkan Naima sendiri.
Setelah Sekhu pergi Naiam terduduk dan mengelus lembut perutnya yang belum nampak membuncit itu.
" Maafin mama sayang, mama belum bisa mencintai Daddy kamu mama masih belum bisa menerima pernikahan ini belum lagi mama bukan satu satunya wanita dalam hidup Daddy mu.." Ucap Naiam dengan lembut.
" Seandainya nanti kamu lahir mama gak akan pernah mau berpisah dengan mu, apa pun itu akan mama lakukan agar mama tetap bisa bersama dengan mama. Mama juga bahagia saat tahu jika Adam laki-laki yang begitu mama cintai masih hidup sekarang.."
" Adam..." Gumam Naima.
***
Saat ini Maryam sedang bersama dengan Adam menikmati makan siang mereka yang cukup romantis.
Maryam yang heran mengibaskan tangannya agar membuat Adam tersadar dari lamunan nya itu.
" Adam..." Panggil Maryam mengejutkan Maryam.
" Ah..iya, Maryam ada apa?" Ucap Adam menatap Maryam.
" Mikirin apa sih, kok diem aja?"
" Gak papa kok, udah selesai makanya?"
" Udah, abis ini antar aku ke rumah kak Naiam yah.."
Adam menatap Maryam dengan penuh arti.
" Kak Naiam kayak nya lagi sakit, kak Sekhu juga pergi kesana tapi belum memberitahu apa kak Naiam sakit atau tidak.."
__ADS_1
" Naima sakit?" Seru Adam panik.
" Mungkin, karena seharian gak ada kabar. Kamu kok kayak khawatir gitu sih?" Ucap Maryam menatap Adam heran.
" Ah..tentu saja khawatir, dia kakak ipar yang baik pertama aku bertemu dengan nya aku langsung merasa jika dia benar-benar wanita yang baik dan lembut."
Maryam tersenyum menatap Adam.
" Tentu saja, aku begitu menyukai kak Naiam karena dia baik hati.."
TING
Pesan masuk membuat Maryam mengalihkan pandangan nya.
" Kak Sekhu.." Gumam nya membaca chatt yang dikirim oleh Sekhu.
" Ada apa?"
" Ah...bentar lagi aku mau punya keponakan.." Pekik Maryam begitu bahagia membuat sebagian pengujung menatap mereka heran.
" Maksut kamu?" Adam namapo bingung.
" Adam..kak Naiam akan menjadi seorang ibu dari anak kakakku." Ucap Maryam mengegam tangan Maryam.
" Apa...." Gumam Adam begitu terkejut.
Seketika Adam terdiam dan nampak murung menatap kebahagiaan yang begitu terpancar di mata Maryam saat ini.
" Naiama sedang hamil, anak pria sialan itu.." Batin Adam berkecamuk.
Adam meremas keras tangan Maryam yang masih ada di genggaman tangan nya itu hingga membuat Maryam terpekik.
" Aw..Adam sakit.." Pekik Maryam.
" Ah..maaf Maryam, aku minta maaf aku gemas saja dengan tingkah kamu itu.." Kilah Adam membuat Maryam tersipu.
" Maaf, tingkah ku seperti anak kecil yah..ha ha ha aku terlalu bahagia dengan kabar yang baru saja aku Terima.
__ADS_1
" Iyaa, aku juga turut bahagia mendengar kabar bahagia dari kakakmu." Ucap Adam tersenyum sinis.
" Awas saja kamu Sekhu, akan aku balas dendam ku padamu melewati adik cantik mu ini. Akan ku buat kau menyesal seumur hidup mu.." Batin Adam menatap Maryam yang tersenyum padanya.