
Yukka yang sedang menyuntik lengan Roy hanya terdiam tanpa berbicara apa pun membuat Roy merasa sedih.
" Ada apa Yukka, apa kamu cemburu dengan kedekatan Maryam dan Adam?" Ucap Roy saat Yukka selesai menyuntiknya.
" Om Roy ini, bicara apa sih.." Celak Yukka dengan senyuman yang dingin.
" Yukka.." Seru Roy saat gadis itu selesai memeriksa nya dan mengobati nya.
" Duduk lah.." Ucap Roy menepuk kursi di sebelah nya agar Yukka segera duduk.
Yukka menghela nafas nya berat kemudian duduk di samping Roy.
" Kenapa om?" Ucap Yukka dengan lembut.
" Mau sampai kapan kamu diam saja, ini suatu kesempatan untuk kamu saat Adam sudah tidak bersama dengan Naima lagi."
" Maksud om Roy apa, Yukka sudah mulai lelah dengan semua ini om Yukka berusaha melupakan Adam saat ini."
" Kamu tidak akan pernah bisa melupakan Adam Yukka, bagaimana bisa perasaan sedalam itu bisa dihilangkan dengan waktu singkat."
" Saat Adam mulai bisa melupakan Naima, maka dia akan mulai membuka hatinya untuk Maryam om dan aku tahu betul bagaimana Adam."
Tak terasa air matanya mengalir begitu saja tanpa permisi.
" Kamu harus jujur pada Adam Yukka, sekarang masih ada om yang akan membela mu tapi nanti saat om sudah tidak ada maka bagaimana dengan mu?"
" Om Roy akan selalu ada disamping Yukka, sampai kapan pun itu akan tetap bersama dengan Yukka jangan pernah meninggalkan Yukka seperti ayah om.." Yukka terisak memeluk Roy.
" Yukka menyukai ku?" Gumam Adam yang begitu terkejut mendengar ucapan mereka berdua.
Adam menegang di depan pintu kamar ayahnya.
" Bagaimana bisa semua ini terjadi, kenapa aku tidak menyadari akan semua itu?" Gumam Adam bersandar di depan pintu kamar Roy.
__ADS_1
Roy memegang tangan Yukka dengan penuh kasih sayang bagi Roy Yukka adalah anak perempuan kesayangan nya, sejak kesehatan nya mulai menurun Roy lebih sering menghabiskan waktu bersama dengan Yukka mengingat gadis itu adalah dokter pribadi nya.
" Jika kamu menyiakan kesempatan ini, mungkin tidak akan ada kesempatan kedua atau ketiga lagi Yukka.." Gumam Roy.
" Yukka belum berpikir kesana om, untuk saat ini biarkan Adam mengejar cinta dan balas dendam nya. Yukka akan baik baik saja.." Yukka tersenyum manis.
" Terserah kamu saja Yukka, tapi ingat om selalu mendukung apa pun itu keputusan mu."
" Sekarang om Roy istirahat lah, Yukka harus kembali ke rumah untuk beberes mungkin 2 pekan ini Yukka tidak bisa menemui om Roy dulu." Ucap Yukka.
" Kenapa, apa kamu akan pergi?" Roy nampak heran dengan ucapan Yukka.
" Yukka ada tugas dinas di Kalimantan om, di sana tenaga Yukka sedang dibutuhkan jadi mau tidak mau Yukka harus pergi. Tapi om Roy tidak perlu khawatir, nanti ada dokter kepercayaan Yukka yang akan menggantikan posisi Yukka sementara."
" Baik lah, jaga dirimu baik baik Yukka.Mungkin saat kamu kembali kamu tidak bertemu dengan om kan.." Roy terkekeh memandang Yukka yang telihat manyun.
" Terserah om Roy aja, Yukka capek ngomong sama om. Yukka pergi dulu yah om jaga kesehatan.." Ucap Yukka meninggalkan Roy di kamar nya.
Langkah Yukka terhenti saat menutup pintu kamar Roy dan terkejut dengan kehadiran Adam.
Adam langsung menarik tangan Yukka dengan kuat menariknya ke Gazebo rumah nya.
" Adam....sakit, lepas.." Pekik Yukka saat dalam semakin kuat mencengkram tangannya.
" Lepas..." Pekik Yukka menghempas kan pegangan tangan Adam.
Adam menatap sendu mata beair Yukka.
" Kenapa Yukka..." Ucap Adam duduk di depan kolam berenang dengan frustasi.
" Kenapa apa yah, kamu yang kenapa?" Ucap Yukka yang menatap Adam kesal.
" Apa Adam mendengar percakapan ku, bagaimana jika dia tahu semua nya?" Batin Yukka.
__ADS_1
Adam mendongak menatap mata Yukka mencari kebohongan di mata gadis itu yang baru saja membuka rahasia besar dalam hidup nya.
" Kenapa kamu merahasiakan tentang perasaan mu, kenapa Yukka..." Ucap Adam yang langsung membuat Yukka terkejut.
" Perasaan apa, aku tidak paham. Sudah lah aku harus pergi, percakapan ini tidak lah penting.." Yukka handak pergi meninggalkan Adam namun lagi lagi tangan mencegah kepergian Yukka.
" Yukka..." Seru Adam.
" Aku mohon Adam, jangan buat aku terus berharap kamu menjadi milik ku.." Batin Yukka.
Adam langsung menarik tangan Yukka menghadap nya dan menatap tajam mata gadis itu.
" Katakan padaku, jika semua itu bohong?"
Yukka tersenyum menatap Adam yang berusaha untuk berpikir positif jika itu hanya gurauan.
" Iyaaa.." Ucap Yukka tersenyum.
" Semua itu BOHONG aku hanya bercanda tentang perasaan ku padamu, lagipula bagaimana bisa aku mencintaimu sedang kan kita tumbuh besar bersama."
Adam melihat kebohongan dimata Yukka, tapi dirinya juga tidak bisa memungkiri perasaan kecewa nya terhadap Yukka yang diam diam memiliki perasaan padanya.
Adam hanya mengganggap Yukka adalah adik perempuan kesayangan nya sejak kecil tapi dia tidak tahu, jika gadis itu tumbuh besar dengan perasaan yang berbeda padanya.
" Aku akan pergi ke kalimantan, setelah itu aku akan kembali bersama dengan laki laki yang begitu aku cintai." Ucap Yukka melepaskan pegangan tangan Adam.
Yukka menatap Adam yang diam dengan sedih, gadis itu berbalik dan bejalan meninggalkan Adam.
" Maaf Yukka..." Ucap Adam lirih menghentikan langkah Yukka.
" Huft...jangan berbalik Yukka, atau kamu tidak akan pernah bisa melupakan nya." Gumam Yukka menyeka air matanya.
Adam menatap kepergian Yukka dengan frustasi entahlah dia begitu tidak tenang membiarkan nya pergi sendiri, tapi egonya terlalu besar saat tau jika Yukka mencintai nya.
__ADS_1
" Ah..." Pekik Adam kembali duduk di kursi kolam renang dengan mengacak rambut nya frustasi.