MAFIA SI CASANOVA

MAFIA SI CASANOVA
KHAWATIR


__ADS_3

Jam sudah menujukan pukul 17.45 sore Naima baru saja selesai mandi dan keluar dari kamar mandi hendak berpakaian, namun matanya mendelik tak kalah menatap Sekhu yang sedang duduk di soffa rumah nya.


" Sekhu..." Pekik Naima langsung menghampiri suaminya itu.


Sekhu berbalik menatap Naima yang hanya mengenakan handuk sebatas dadanya tak berkedip, sedang Naima sibuk memegang wajahnya yang babak belur tanpa memperhatikan tubuh nya.


" Kenapa dengan wajah mu, kenapa sampai berdarah seperti ini?" Seru Naima panik.


" Kau ingin mengoda ku, apa aku terlalu lama tidak menyentuhmu?" Sekhu berkata sedemikian kemudian membuat Naima tersadar dan menjauh dari tubuh Sekhu.


" A..ap..apa, aku hanya khawatir melihat mu terluka. sudah kah aku akan memakai pakaian ku dulu setelah itu akan ku obati." Gumam Naima malu.


Namun dengan cepat Sekhu menahan tangan Naima membuat tubuh nya langsung terduduk di atas pangkuan Sekhu yang hangat.


" Aku merindukan mu, Naima..." Sekhu mencium leher jenjang Naima sembari memeluk nya etat.


" Sekhu hentikan, wajahmu perlu diobati lepaskan aku dulu.." Naima merasa risih saat Sekhu berusaha menyentuh nya.


Dengan cepat dan tidak peduli dengan luka nya Sekhu langsung menggendong tubuh Naima masuk kedalam kamar nya, meletakkan tubuh mungil Naima perlahan di atas kasur yang cukup empuk itu.


Sekhu kini berada di atas tubuh Naima menatap mata wanita yang kini dapat mengubah kehidupan nya itu dengan sayu, Sekhu begitu lelah dan butuh tempat untuk menengan kan dirinya sendiri.


" Apa kau tidak merindukan ku, seperti aku merindukan mu?" Gumam Sekhu.


" Kamu tidak merindukan ku Sekhu, kamu hanya membutuhkan kehangatan tubuh ku dan juga agar aku cepat dapat memberimu keturunan kan?" Seru Naima menatap mata tajam Sekhu.


Sekhu diam tanpa ingin membalas ucapan Naima sekhu lebih memilih mulai menikmati tubuh hangat dan wangi Naima, wanita itu nampak mendambakan sentuhan Sekhu ditubuh nya dan mulai menikmati nya.


***


Sedangkan dirumah sakit Kirana merasa kesal mengapa Sekhu pergi dan tidak kembali lagi, sedangkan Leo sudah pergi 3 jam lalu.


" Apa dia bertemu dengan wanita sialan itu lagi, kurang ajar.." Pekik Kirana merah.


Tok tok tok


" Siapa sih, masuk.." Seru Kirana dengan kesal.


Kirana menatap pintu yang mulai terbuka dan menampakkan Maria bersama dengan Maryam yang datang, seketika mimik wajah Kirana melembut menatap mereka.

__ADS_1


" Mama, Maryam kenapa kesini malam malam?" Gumam Kirana.


" Dimana Sekhu Kirana?" Ucap Maria.


" Sekhu pergi sejak tadi siang, sampai sekarang tidak tahu di mana ma.."


" Bagaimana keadaan mu, apa sudah lebih baik?"


" Jauh lebih baik kok ma, besok aku juga bisa kembali."


" Mama datang kesini berniat ingin bertemu dengan Sekhu, tapi karena dia tidak ada mama akan kembali pulang. "


" Memang mama mau bicara apa, nanti Kirana sampai kan?"


" Bicara tentang keadaan lo sama kak Naima, ngapain lo suruh kak Sekhu ngusir kak Naima ha.." Celetuk Maryam dengan kasar.


" Maryam..." Tegur Maria membuat Maryam kesal.


Kirana nampak semakin kesal saat tahu kedatangan Maria dan Maryam hanya ingin menanyakan tentang Naima bukan dirinya.


" Maryam, ini rumah sakit jangan sampai ada pasien yang terganggu sayang."


" Mama benar Maryam, suara kamu itu seperti bom yang meledak." Ucap Kirana yang langsung membuat Maryam menatap nya tajam.


" Maaa, Kirana cuma melakukan apa yang di minta oleh Sekhu. Dia setuju kok membuat wanita itu pergi dari rumah dan membiarkan nya tinggal di sana, dari pada bercerai dengan nya." Kirana yang kesal kemudian berbicara dengan nada kasar pada Maria.


" Sopan dikit kalau ngomong, mulut dah kayak kenalpot ricing aja bising amat." Sungut Maryam dengan kesal kemudian beranjak pergi dari ruangan Kirana.


" Mama tidak suka kamu berlaku seperti itu, ingat Kirana mama tahu semua yang kamu lakukan dibelakang Sekhu."


Kirana nampak terkejut mendengar ucapan Maria yang mulai menyudutkan dirinya.


" Mama bicara apa sih, Kirana tidak paham."


Maria tersenyum menatap Kirana yang mulai panik dengan ucapan nya.


" Mama pulang, ingat kata kata mama Kirana. Mama selalu tahu apa nya kamu lakukan dan mama akan membuat mata anak lelaki mama itu sadar dimana berlian dan paku jalanan." Ucap Maria meninggalkan Kirana dengan wajah kesal.


Sedangkan Maryam kini sedang duduk di kursi tunggu bersama dengan Adam yang baru saja hendak masuk kedalam kamar rawat nya.

__ADS_1


" Kamu kesini sama siapa?" Ucap Adam.


" Sama mama, kamu sendiri kenapa pergi sendiri kalau jatuh gimana?" Maryam nampak menujukan ketertarikan nya pada Abi.


" Sudah biasa, oh ya aku Adam.." Adam nampak mengulurkan tangannya.


" Maryam.." Dengan senyuman Maryam menerima sambutan tangan Adam.


" Semoga kita bisa bertemu di lain waktu, nona Maryam.." Adam tersenyum menis membuat gadis itu tersipu malu.


" Ah iya, semoga bertemu lagi Adam."


Mereka saling menatap untuk sesaat sebelum Maria mengejutkan mereka berdua.


" Gadis ini terlalu bodoh untuk ku manfaatkan, tapi tidak masalah demi dendam ku pada kakakmu itu." Batin Adam tertawa jahat.


Maria menatap anak gadis yang sedang berjabat tangan dengan seorang pemuda langsung menghampiri nya dan menegurnya lembut.


" Maryam.." Ucap Maria.


Mereka langsung melepaskan jabatan tangan mereka dan menatap Maria dengan malu.


" Mama.." Gumam Maryam berdiri menatap Maria malu.


" Maaf tante, saya sama Maryam baru saja bertemu dan saling mengenal." Ucap Adam mengulurkan tangannya.


" Tidak masalah, tante Maria ibu Maryam."


" Saya Adam tante, teman baru anak perempuan anda. sekaligus pasien di rumah sakit ini."


" Kalau begitu semoga kamu cepat sembuh nak Adam, tante dan Maryam harus segera kembali karena malam semakin larut sekarang."


" Baik tante Terima kasih do'anya, hati hati di jalan."


Maria tersenyum kemudian menggandeng tangan Maryam berjalan menjauh dari Adam yang masih tersenyum penuh arti melihat dia orang wanita kesayangan Sekhu dan juga Renaldi Ibrahim itu.


" Kita lihat bagaimana nanti seorang Sekhu bisa menyelamatkan satu diantara kalian berdua, karena dirinya aku kehilangan wajah ku yang begitu di cintai oleh Naima dan aku juga kehilangan Naima ku." Ucap Adam menatap mereka.


Adam kemudian berbalik dan masuk kedalam ruangannya mengambil ponsel nya dan menatap poto nya bersama dengan Naima di wallpaper ponsel itu.

__ADS_1


" Naima sedang apa kamu sayang, tidak terasa sudah hampir 3 bulan kita kehilangan kontrak dan kabar. Saat aku ingin memeluk kau malah terlihat takut melihat ku dengan wajah baru ku ini." Ucap Adam mengelus poto Naima.


" Tunggu sayang, sebentar lagi aku akan balas semua perbuatan orang orang jahat itu aku akan kembali membawa mu dalam pelukan ku aku berjanji.." Adam mengecup poto Naima dengan senyuman manis.


__ADS_2