
Pagi itu Adam sudah datang ke rumah Maryam dan menemui gadis itu membuat nya tekejut.
" Nona..ada den Adam yang menunggu di depan rumah, nona Maryam.." Pelayan pribadi Maryam menguncangkan tubuh gadis itu pelan.
" Huamm..kenapa sih mbk, aku ngantuk.." Gumam Maryam mendorong pelan tubuh pelayan itu.
" Nona..ayo bangun..." Ucap pelayan itu lagi dengan sedikit keras.
Maria yang tahun kedatangan Adam langsung menghampiri pemuda yang dia anggap begitu baik dan sopan itu, Maria bahkan begitu berharap dengan hubungan Maryam dan Adam.
Tanpa dirinya tahu jika pemuda di depan nya tersebut hanya memanfaatkan anaknya untuk balas dendam semata.
" Adam.." Ucap Maria menghampiri Adam yang langsung bebalik dan menatap Maria dengan senyuman nya.
" Tante, maaf Adam datang terlalu pagi.." Adam langsung mencium tangan Maria dengan sopan.
" Gak kok, ini sudah siang hanya saja..anak tante terlalu manja makanya jam segini belum bangun. Sudah bisa dipastikan gadis itu tidak akan segera bangun.." Maria menatap tangga yang kosong yang tearah langsung ke kamar Maryam.
" Ah, sebaiknya Adam kembali saja tante. Maryam mungkin akan marah jika terganggu tidur nya.." Gumam Adam dengan tatapan sedih.
Maria menahan tangan Adam yang hendak pergi.
" Eh, sebaiknya kamu bangunin aja sendiri Maryam. Bisa dipastikan gadis manja itu akan segera sadar saat kamu yang membantu kan nya." Ucap Maria.
" Tante yakin Adam boleh masuk kedalam kamar Maryam, eh maksud Adam..adam laki laki dan Maryam anak tante?"
" Tante pecaya jika kamu akan menjaga anak tante, sampai nanti saat kalian bertemu di pelaminan."
Adam tersenyum menatap kebodohan Maria yang begitu percaya dengan nya.
" Wanita bodoh, tunggu saat yang tepat saat aku sendiri yang akan menghancurkan kepercayaan mu itu." Batin Adam.
" Adam.." Maria mengibaskan tangannya di depan wajah Adam.
" Ah iya tante, kalau begitu Adam permisi mau bangunin Maryam dulu." Udap Adam dan langsung masuk kedalam rumah.
__ADS_1
Adam berjalan menaiki tangga perlahan sembari menatap beberapa poto yang terpampang indah saat masa kecil Sekhu dan Maryam yang begitu akur dan serasi.
Adam melihat pintu kamar Maryam yang terbuka dan langsung masuk kedalam, menatap seorang wanita yang sudah dewasa berusaha membangun Maryam yang masih tertidur.
" Tinggalkan saya bersama dengan Maryam, ini printah dari nyonya Maria." Ucap Adam membuat pelayan pribadi Maryam langsung pergi.
" Baik den, saya permisi." pelayan itu langsung pergi meninggalkan Adam dan Maryam.
Adam duduk di samping ranjang Maryam yang masih tertidur dengan nyenyak itu tanpa tahu kehadiran Adam, Adam menatap lekat wajah cantik Maryam.
" Entah bagaimana perasaan kakak dan ayahmu itu saat aku berhasil merusak tuan putri yang begitu mereka jaga dan lindungi, Maryam kamu memang tidak salah tapi mereka yang membuat mu akan merasakan semua ini." Batin Adam.
Adam membelai pipi Maryam membuat gadis itu merasa aneh dengan sentuhan di wajahnya dan membuka mata perlahan.
Maryam begitu terkejut saat mata teduh Adam menatapnya tanpa berkedip, Adam memajukan wajahnya mendekati Maryam yang masih terdiam.
" Oh my god, mimpi apa aku semalam kok bisa Adam di kamar aku sekarang..." Batin Maryam berteriak girang.
Adam menempel kan bibirnya pada bibir Maryam yang begitu lembut, gadis itu menegang saat tiba-tiba Adam mencium nya dan ini adalah cium pertama nya.
Maryam memejamkan mata nya saat Adam mulai ******* bibir tipis nya.
Maryam mulai sadar kemudian mendorong pelan dada Adam agar menjauh darinya.
" Emzz maaf, aku tidak bermaksud berlaku tidak sopan." Ucap Adam menatap Maryam.
Maryam diam pipinya memerah rasanya malu sekali saat itu.
" Ahhhh...gini toh rasanya ciuman, astaga bodoh ya Maryam..." Pekik gadis itu dalam hati.
" Maryam, are you ok?" Gumam Adam menatap Maryam yang terdiam dengan pipi memerah.
" Ah..,iya aku gak papa kok, bukannya itu hal biasa yang dilakukan oleh setiap pasangan?" Ucapnya tertunduk malu.
Adam mengangkat dagu Maryam agar menatap dirinya yang merasa senang dapat membuat gadis itu bertekuk lutut padanya.
__ADS_1
" Bersiap lah, aku akan mengajak mu bertemu dengan papaku." Ucap Adam.
" A..apa..." Maryam begitu terkejut saat Adam mengajaknya bertemu dengan orang tua nya.
" Ta..tapi..ini terlalu cepat Adam, maksud ku bagaimana jika.."
CUP
"Aku tunggu dibawah." Ucap Adam mengcup sekilas bibir Maryam yang langsung membuat gadis itu terdiam.
Setelah Adam keluar kamar Maryam langsung berloncatan diatas kasur empuk nya dengan girang, beberapa kali gadis itu juga menyentuh bibirnya yang masih tersisa rasa ciuman mereka.
" Ah...aku benar-benar sudah jatuh cinta padanya, Tuhan terlalu baik pada ku deh.." Pekik Maryam dengan girang dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Sedangkan Adam kini sedang duduk sendiri sembari bermain ponsel miliknya, Maria dan Renaldi juga tidak terlihat yang dapat dipastikan langsung oleh Adam jika sekarang mereka sedang berada di luar rumah.
***
Yukka menatap foto foto masa kecil nya bersama Adam di rumah Roy Martin dengan sedikit senyuman di wajahnya.
" Tidak terasa waktu berputar terlalu cepat, sekarang kalian sudah dewasa dan bekerja sendiri." Ucap Roy menghampiri Yukka yang terdiam.
Gadis itu langsung berbalik menghadap Roy yang tersenyum.
" Iya om, tidak terasa kami sudah tumbuh dewasa.." Gumam Yukka.
" Om minta maaf, tidak bisa membantu kamu merebut hati Adam." Roy menyentuh pipi mulus Yukka dengan sayang.
" Tidak masalah, Adam terlalu mencintai Naima om dan aku tahu betul itu semua. Sangat sulit mendapatkan Adam apa lagi, dia selalu menganggap ku adik nya bukan?" Yukka tersenyum getir.
" Percaya lah, suatu saat Adam akan mengerti jika kamu menyimpan rasa padanya nak.."
Yukka hanya tersenyum mendapatkan semangat dari Roy yang begitu tulus mendukung hubungan nya dengan Adam, meski Adam sendiri tidak pernah tahu perasaan nya itu.
" Entah sampai kapan, aku harus menunggu mu Adam." Batin Yukka menatap poto Adam yang begitu besar.
__ADS_1
" Yukka akan memeriksa keadaan om Roy, mari duduk om." Ucap Yukka.
Kedatangan Yukka ke rumah Adam untuk memeriksa keadaan kesehatan Roy yang sedikit menurun, Yukka juga merindukan Adam yang sudah sepekan tidak bertemu dengan nya.