
Jam sudah menujukan pukul 17.00 Sekhu baru saja sampai dirumah dan langsung di sambut dengan Kirana yang menatapnya datar.
Pipi wanita itu nampak membiru membuat Sekhu langsung menghampiri dirinya dengan khawatir.
" Siapa yang melakukan ini pada mu, apa Leo yang berani menampar mu Kirana?" Ucap Sekhu.
" Kau bilang apa, Leo menampar ku?" Kirana meninggalkan Sekhu berjalan masuk kedalam rumah.
" Indra yang menampar ku dengan keras, apa yang kau lakukan benar-benar membuat ku menyesal memiliki mu Sekhu." Kirana berbalik dan menatap Sekhu yang diam.
" Aku memang menyuruh mereka membuat pelajaran untuk kekasih gelapmu itu, tapi aku tidak menyuruh mereka menampar mu."
" Leo sahabat baikku, kenapa kau terus saja memanggilnya dengan selingkuhan ku ha.."
" Karena memang itu kenyataan nya Kirana Larasati Virdiansya." Suara Sekhu meninggi menatap tajam Kirana yang kini nampak menciut.
" Terserah kau saja, tapi aku ingin kau balas tamparan yang diberikan oleh Indra padaku dengan tamparan yang jauh lebih menyakitkan Sekhu. Itu jika kau benar-benar masih mencintai ku." Ucap Kirana penuh penekanan.
" Kau ingin aku melakukan apa yang mereka lakukan pada Leo, begitu?"
" Tentu saja, jika perlu buat mereka menyesal tidak mendegar kan ucapan ku." Kirana duduk menetralkan emosinya.
" Aku sudah cukup muak dengan semua ini Kirana, mau sampai kapan kita akan bertahan dengan hubungan yang tidak sehat ini."
Kirana menatap Sekhu yang bingung dengan pembicaraan mereka.
__ADS_1
" Apa maksud mu, Sekhu?"
" Sebaiknya kita berpisah saja, untuk apa kita hidup bersama namun dengan ego sendiri yang tidak bisa dikendalikan."
Kirana berdiri dan menatap Sekhu merasa tidak percaya dengan ucapan yang keluar dari mulut pria yang menikahinya 5 tahun silam itu.
" Kau ingin berpisah dengan ku, apa wanita murahan itu yang meminta mu melakukan semua ini?" Bentak Kirana.
Sekhu menggeleng dan tersenyum getir menatap Kirana.
" Kau tidak mencintai ku Kirana, sama sekali tidak mencintai ku."
Kirana diam.
" Iya aku memang tidak pernah mencintai mu, aku hanya mencintai uangmu saja Sekhu." Batin Kirana.
" Tidak Sekhu, aku begitu mencintai mu bagaimana cara nya aku membuktikan jika aku benar-benar mencintaimu..." Kirana mengejar Sekhu yang hendak pergi meninggalkan rumah.
Kirana menahan lengan Sekhu dengan erat dengan deraian air mata yang biasanya dapat meluluhkan pria itu.
Kegaduhan itu membuat semua pelayanan menguping dan mengintip pertengkaran hebat majikan mereka itu, mereka setuju jika Sekhu menceraikan Kirana melihat tingkah nya saja mereka tahu jika wanita itu akan mengulang kembali kesalahan nya.
" Maaf Kirana, aku rasa sudah cukup 5 tahun kebersamaan kita ini aku harus pergi besok biarkan pengacara ku yang membicarakan semua ini." Sekhu menurunkan tangan Kirana yang mencegahnya pergi.
" Sekhu aku mohon, maafkan aku kali ini saja aku tidak akan mengulangi nya lagi."
__ADS_1
" Berulang kali aku memafkan mu dan berulang kali juga kamu mengecewakan ku Kirana. Aku tidak meminta mu pergi dari rumah ini karena ini rumah mu sejak pertama kita menikah."
" Aku tidak butuh semua ini, aku hanya butuh dirimu sekhu."
Sekhu tidak mengidahkan ucapan Kirana dan memilih untuk membawa salah satu mobil nya kembali pergi, sedangkan Kirana masih berusaha untuk membuat Sekhu menarik kembali ucapan nya.
"Sekhu...." Pekik Kirana marah.
" Kau akan menyesal talah berkata sedemikian, aku akan membuat mu kembali bertekuk lutut dibawa kaki ku ah....." Pekik Kirana dengan marah.
Dari kejauhan nampak seorang laki-laki dengan pakaian santai sedang menatap mereka tanpa mereka sadari.
" Kehancuran Sekhu mulai telihat, tinggal satu gadis lagi yang perlu aku buat hancur agar nanti Sekhu jauh lebih hancur dari sekarang." Gumam nya dengan tawa sinis nya.
Sekhu mengendarai mobil nya dengan pelan menuju rumah orang tuanya yang tak begitu jauh dari rumah nya dengan Kirana, perasaannya benar-benar sedang begitu kacau.
Entah apakah bisa Sekhu meninggalkan Kirana dan lebih memilih bersama dengan Naima wanita yang 6 bulan lalu dia nikahi, entah ancaman apa lagi yang akan mengintai Naima saat nanti Sekhu berhasil berpisah dengan Kirana.
Wanita itu begitu licik dan nekat dia akan melakukan apa pun agar musuh nya dapat dia kalahkan dengan muda, meski dia harus berurusan dengan kriminalisasi sekali pun dia akan lakukan.
Sekhu menepihkan mobil nya diantara mobil di rumah orang tuanya berjalan keluar dari mobil masuk kedalam rumah dengan lesu, rumah nampak begitu sepi mungkin karena orang tuanya sedang tidak berada dirumah dan Maryam tentu sedang tidur.
Mobil Sekhu yang dibawa Maryam juga sudah terparkir di garasi rumah mewah itu dengan rapi, Sekhu langsung berjalan ke arah kamar nya dulu semasa remaja.
Kamar jtu tetap sama tidak ada yang berubah di sana poto poto masa kecil hingga masa kuliah Sekhu masih terpajang indah di kamar nya.
__ADS_1
Sekhu membuka jendela balkon kamarnya agar udara segar masuk kedalam kamar membuka pikiran nya jauh lebih tenang,Sekhu mematikan ponsel nya kemudian berbaring diatas ranjang empuk itu.
Menikmati setiap hembusan angin yang menerpa tubuh nya perlahan masuk kedalam alam mimpi yang jauh lebih indah dari kehidupan nya sekarang.