
Sekhu sudah bersiap dengan setelah formal untuk datang ke undangan makan malam keluarga nya, Kirana nampak kesal saat Sekhu tidak berniat mengajaknya.
" Kamu benar-benar gak ngajak aku, apa jangan jangan kamu mau pergi sama wanita itu?" Ucap Kirana menatap Sekhu yang mengenakan jam tangan nya.
" Kamu baru pulang dari rumah sakit Kirana, aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu. Lagi pula aku tidak bersama dengan Naima, papa dan mama pasti tidak mengundang nya." Ucap Sekhu datar.
Kirana mengerucut kan bibirnya kesal dengan jawaban Sekhu.
" Entah apa yang akan mereka bicara di sana, awas saja jika membicarakan ku atau wanita sialan itu." Batin Kirana.
" Aku pergi, ingan tinggalkan rumah saat aku pergi." Sekhu mengecup kening Kirana.
Ucap Sekhu semakin membuat Kirana kesal saat Sekhu sudah bicara seperti itu, bearti pria itu sudah menyuruh bodyguard berjaga di luar rumah dan Kirana bener bener tidak akan bisa keluar rumah.
" Ah..menyebalkan sekali.." Pekik Kirana kesal.
***
" Aku datang atau tidak, jika datang pasti bertemu dengan Kirana." Ucap Naima bingung berjalan mondar mandir.
Deru mobil Sekhu membuat Naima langsung menyibakan tirai dan tekejut menatap pria itu yang kini sudah turun dari mobil.
" Untuk apa Sekhu datang, apa dia ingin jika aku tidak datang?" Gumam Naima.
" Naima..." Seru Sekhu berdiri di depan pintu.
Clek
" Kau belum siap?" Gumam Sekhu menatap Naima yang masih mengenakan baju tidur nya.
" Apa aku harus datang, bukan kah kamu membawa nyonya Kirana juga? Aku tidak mau membuat makan malam keluarga mu berantakan."
" Aku tidak membawa Kirana, papa dan mama sedang tidak ingin melihat nya. Lagi pula mama bilang, jika Maryam mau mengenalkan teman dekat nya."
Naima hanya diam menatap dan mendengarkan penjelasan Sekhu yang begitu datar.
" Kenapa kau menatapku terus, cepat ganti pakaian mu." Sekhu masuk kedalam rumah dengan menyentil pelan kening Naima membuat nya kembali ke dunia nyata.
" Aw..sakit.." Pekik Naima kesal.
Naima masuk kedalam kamar diikuti oleh Sekhu yang juga mengikuti nya, membuat nya heran.
__ADS_1
" Aku akan menggantikan pakaian ku dulu, tunggu lah di luar sebentar." Ucap Naima.
" Terserah aku mau masuk, lagi pula kau istri ku tidak masalah membuka pakaian mu di depan ku. Aku juga sudah tahu isinya." Sekhu mendorong Naima masuk kedalam kamar lalu menatup pintu dengan kencang.
Sekhu memilih merebahkan tubuh nya diatas ranjang yang dia nikmat beberapa jam lalu bersama dengan Naima, sedangkan Naima sedang memilih baju yang pantas dia kenakan.
" Gunakan gaun hitam, agar sama dengan pakaian ku." Gumam Sekhu menatap Naima yang bingung menatap pakaiannya.
" Aku tahu." Ucap Naima singkat.
Sekhu menatap Naima yang membuka kancing bajunya satu persatu membuat Sekhu menahan nafasnya yang memburu, tubuh mulus dan putih Naima benar-benar tidak kalah dengan tubuh terawat milik Kirana.
Padahal wanita itu belum pernah perawatan dan menghabiskan uang untuk perawatan tubuh nya seperti yang selalu Kirana lakukan, satu titik buruk pun tidak ada pada tubuh gasi itu.
Mata Sekhu memicing menatap sebuah gabar hitam di punggung bawah Naima yang tidak dia sadari, Sekhu berdiri berjalan mendekati tubuh Naima yang hendak memakai dress hitam nya yang terbuka.
Sekhu mengecup sekilas leher jenjang Naima dan memeluk nya dari belakang sebelum Naima mengenakan dress nya.
" Sejak kapan kamu menato punggung bawah mu, Naima ?" Bisik Sekhu membuat tubuh Naima menegang.
" Ta..ta..too.. itu sudah ada sejak aku SMP dulu, memang aku harus memberi tahu mu jika aku memiliki noda di punggung ku?" Gumam Naima.
" Siapa yang memberi mu noda hitam itu, aku pikir kamu gadis yang tidak akan merusak tubuh mulus mu.?"
Sekhu menggeal kan tangannya mendengar ucapn Naima.
" Hapus itu besok, aku akan membawa mu ke dokter." Ucap Sekhu dingin hendak meninggalkan Naima.
" Kau sudah menghapus pemiliknya, apa sekarang kau juga meminta ku menghapus kenangan nya?" Ucap Naima menatap pantulan tubuh tegap Sekhu dari cermin.
" Aku tidak suka dibantah Naima, kau istriku dan aku berhak atas dirimu." Sekhu membanting keras pintu kamar Naima.
Air matanya luruh mendapatkan perlakuan kasar Sekhu namun dengan cepat dia hapus dan menatap ulang wajahnya dengan make up tipis.
Naima mengulung rambutnya keatas memperlihatkan leher mulus jenjang nya yang indah dan juga sebuah tato kupu-kupu kecil berinisial A di punggung nya.
Naima menyabar tas selempang nya yang berisi ponsel dan juga kartu hitam pemberian Sekhu, Naima keluar dari kamar dan bingung kemana pergi nya Sekhu sekarang.
" Dia meninggalkan ku, dasar pria egois." Ucap Naima langsung keluar dari rumah nya berjalan mencari taksi di ujung komplek nya.
Sekhu marah mendegar ucapan Naima yang masih menyimpan nama pria lain dalam hatinya, entah kenapa Sekhu kini begitu takut jika nanti Naima akan pergi bersama dengan cinta lama nya.
__ADS_1
Naima begitu cantik dengan balutan dress hitam dan sepatu hills yang tidak begitu tinggi ditambah dengan make up tipis yang natural.
Naima berdiri di ujung jalan menunggu taksi datang menjemput nya namun sudah 5 menit taksi itu tak juga datang membuat Naima mengurungkan niatnya menghadiri makan malam.
Saat hendak pergi sebuah mobil berhenti tetap di depan nya.
" Mobil siapa ini?". Gumam Naima heran.
Seorang pria keluar dari mobil dengan kemeja putih dan juga celana levis yang begitu pas ditubuh nya, sekilas membuat wanita itu terkesima.
" Naima, apa kamu mengenali ku sayang." Batin Adam menatap Naima diam.
" Kamu yang dirumah sakit itu kan, ad.a.a. apa?"
" Iya Naima, emz maksud ku aku Adam teman dekat Maryam." Adam mengulur kan tangannya.
" Naima..." Cukup lama Naima diam merasakan sentuhan tangan pria yang bernama sama dengan kekasih nya itu.
" Maafkan aku Naima, saat ini aku tidak bisa memberitahu mu dulu." Adam nampak sedih menatap Naima yang merasakan jika dia Adam yang sama.
" Naima, apa semua baik?"
" Ah maaf, iya aku baik baik saja." Naima langsung melepaskan tangan Adam.
" Ayo berangkat bersama dengan ku, lagi pula aku tamu di keluarga Ibrrahim."
" Ah..kamu orang yang sedang dekat dengan adik ipar ku itu?"
" Hemz begitu lah, mari masuk kita bisa pergi bersama."
Naima tersenyum menyambung niatan baik Adam yang mengajaknya pergi bersama ke undangan makan malam keluarga Sekhu, yang nanti nya akan menambah kemarahan Sekhu padanya nanti.
Sedangkan Sekhu baru saja tiba di restoran yang sudah di pesan oleh Renaldi khusus untuk keluarga nya itu, Sekhu membenarkan jas nya kemudian berjalan masuk kedalam restoran.
Dari kejauhan keluarga nya sudah duduk dengan mansi dan sesekali bercanda gurau seperti yang mereka lakukan setiap harinya.
" Selamat malam semua." Sapa Sekhu mencium kepala Maria dan Maryam.
" Selamat malam kak, di mana kak Naima?" Ucap Maryam menatap sekeliling.
" Nanti juga datang."
__ADS_1
" Is kakak ini, kenapa tidak bareng aja sama kak Naima sih."
" Iya Sekhu, apa susah nya kamu membawa Naima bersama mu juga tadi." Maria merasa heran dengan tingkah anak laki-laki nya itu yang tidak pernah berubah bersikap dingin dan darat.