MAFIA SI CASANOVA

MAFIA SI CASANOVA
Berkelahi


__ADS_3

Setelah makan Sekhu memilih masuk kedalam kamar Naima yang kecil dan terlelap dengan damai.


Naima sendiri memilih mencuci piring disaat Sekhu sedang tidur kemudian berjalan keluar rumah menyapa beberapa tetangga yang kini sedang duduk di teras rumah Anggik.


" Selamat siang mbk Naima, kayaknya suaminya pulang yah mbk?" Tanya Anggik pada Naima.


" Iya mbk Anggik, lagi istirahat." Balas Naima ramah.


" Ini nama nya Diana, kalau ini Dari dan yang ini namanya Lita mbk Naima, Semoga kita bisa jadi tetangga yah.."


" Iya mbk, oh iya mbk kalau mau beli bunga di mana yah teras rumah saya sepi banget gak ada hiasannya?"


" OH mbk Naima mau beli bunga, ada sih mbk cuma keluar komplek kita ini. Itu loh di depan rumah makan minang."


" Ah iya, kalau gitu saya masuk dulu ya mbk Terima kasih informasi nya."


Naima masuk meninggalkan tetangga barunya yang menatap nya.


" Mobil suaminya mbk Naima itu mobil mahal loh, kok bisa mereka tinggal di kompleks seperti ini sedang ekonomi mereka baik?" Celetus Sari dengan spontan.


" Iya sih, tapi ya sudah lah itu mah urusan mereka. Lagian tidak merugikan kehidupan kita kan?" Gumam Anggik dengan tertawa.


" Iya, kayaknya orang baik deh."


" Baik lah, kemarin aku pergi ke pasar sama dia. Orang nya ramah dan ya cerewet kalau sudah kenal."


Naima membuka pintu kamarnya kemudian menatap Sekhu yang masih tertidur pulas kemudian mendekati nya perlahan.


" Dia tidur begitu lelap, dia pasti begitu lelah menjaga Kirana." Gumam Naima lirih.


Naima mengelus rambut Sekhu yang tebal dan hitam menatap setiap inci wajahnya yang tampan, Naima tersenyum menatap wajah Sekhu yang begitu damai saat tidur.


" Jangan sampai aku benar-benar jatuh cinta padamu Sekhu Ibrahim, karena semua itu akan mempersulit kehidupan ku sendiri." Batin Naima mulai menjauh dari Sekhu.


Naima kelur kamar meninggalkan Sekhu yang membuka mata nya saat Naima sudah menutup pintu, Sekhu terbangun saat merasakan tangan lembut Naima membelas rambut nya.


" Bagaimana jika aku benar-benar jatuh cinta padamu Naima, bagaimana jika aku harus memilih diantara dirimu dan Kirana?".


Drdrdr


Ponsel Sekhu bergetar membuat nya segera mengambilnya di dalam saku jas hitam nya.

__ADS_1


" ***Hallo Nda, ada apa?"


" Lo dimana, ada masalah di kasino lo harus cepat kesini sekarang."


" Masalah apa, bukankah semua baik baik saja kata lo?"


" Gak penting sekarang menjelaskan nya, pokoknya lo cepat dateng ke sini."


" Gue otw***."


Sekhu langsung mematikan sambungan telepon nya dan menyambar jas nya dengan cepat.


Naima yang melihat Sekhu keluar kamar dengan buru buru segera menghampiri nya dan bertanya ada apa dengan nya.


" Kamu mau pergi, kenapa buru buru?" Seru Naima.


" Ada urusan mendadak, aku harus pergi." Sekhu langsung meninggalkan Naima dengan penuh tanda tanya.


" Apa ada sesuatu yang terjadi dengan Kirana, hingga dia begitu buru buru sekali." Gumam Naima menatap jauh mobil Sekhu.


***


Bruk


" Haa..." Deru nafas Indra sudah benar-benar diujung tanduk sekarang.


Semua orang yang berada dalam kasino itu sudah pergi meninggalkan Indra dengan para bodyguard nya yang kini sudah tergeletak tak berdaya.


" Pada kemana sih cecunguk sialan itu, anjir..mati benaran gue.." Ucap Indra yang mulai kesal menunggu para sahabat nya datang.


Bagaimana tidak seorang Indra yang berstatus pemegang tetap sabuk hitam karate bisa terkalahkan dengan 4 orang berbadan besar, di tambah lagi 20 orang bodyguard penjaga kasino biso kalah.


Semua itu di luar perkiraan mereka saat akan di serang oleh orang orang yang tidak mereka kenali itu, para pria itu nampak menghubungi seseorang yang tidak jelas suaranya oleh Indra pendengar Indra.


" Suruhan siapa mereka itu?" Indra berbalik hendak berdiri.


" Baik tuan, saya akan habisi pria itu."


Seorang pria bebadan besar menatap Indra dengan sengit dan bengis membuat Indra mengangkat kedua tangan nya menyerah.


" Gue nyerah, gue nyerah bisa benar-benar mati gue.." Pekik Indra menyeka darah diwajah nya.

__ADS_1


" Kami memang dapat tugas membunuh mu, seperti printah bos kami."Ucap mereka tersenyum sinis.


BRUK


Seorang mendendang pintu kasino dengan keras hingga pintu itu tebuka lebar membuat mereka langsung menatap kearah pintu itu.


" Huft..tepat waktu, jika tidak aku akan sunguh-sungguh mati." Ucap Indra langsung menyingkirkan dari tatapan pria besar itu dan dapat bernafas lega.


" Oh ternyata orang yang kita tunggu, akhirnya datang juga." Ucap seorang dari mereka.


" Ada urusan apa kalian mengacak-acak kasino ku, mau cari mati?" Suara berat itu seakan akan siap meledak kapan saja.


" Sekhu Ibrahim...bos kami akan begitu bahagia saat mendapatkan kepala mu, orang sombong."


" Ha ha ha benarkah, bagaimana cara kalian mendapatkan kepala seorang Sekhu.." Sekhu tertawa melihat tingkah konyol para pria bebadan besar yang sudah membuat Indra hampir saja tewas itu.


Sekhu berjalan mendekati mereka dengan wajahnya yang datar dan telihat begitu dingin menusuk.


" Aku tidak pernah menerima kekalahan, kuberi pilihan pada kalian sebelum aku menghabisi kalian semua."


Mereka menatap remeh Sekhu yang berjalan semakin dekat dengan mereka.


" Pergi lah, sebelum aku membunuh kalian."


" Kau ingin membunuh kami, kau lihat tangan kananmu itu..Lihat dia saja kewalahan menangani kami apa lagi dirimu?" Mereka tertawa.


Dengan marah Sekhu mengepalkan tangan nya dengan kencang kemudian langsung melayangkan bogem mentah ke arah wajah seorang dari mereka hingga tersungkur dengan keras.


Bruk


" Bagaimana, masih bisa kalian tertawa seperti itu ha...?" Sekhu melepas jas hitam nya lalu melemparnya dengan sembarang.


Pertarungan di mulai dengan begitu sengit antar Sekhu sendiri melawan 4 orang pria berbadan besar yang lebih dari tubuh nya itu, beberapa kali wajahnya terpukul dengan keras namun Sekhu kembali bangkit dan tidak merasa sakit.


Beberapa orang bodyguard Andre datang dan langsung membantu Sekhu yang kini sudah babak belur akibat berkelahi, meski begitu pria itu tetap santai menanggapi semua serangan itu.


" Lo gak papa Sekhu?" Gunam Andre menghampiri sahabat nya itu dengan panik melihat darah keluar dari wajahnya.


" Tidak masalah, yang perlu dikahwatirkan itu noh si cecunguk sialan itu.." Ucap Sekhu menatap Indra yang kini sudah tidak sadarkan diri.


" Astaga, bagaimana bisa ada manusia seperti itu.." Andre mengeleng kepalanya berjalan ke arah Indra yang tergeletak tak sadarkan diri.

__ADS_1


" Lo urus mereka, cari tahu siapa di balik kekacauan ini semua. Gue mau balek.." Ucap Sekhu memungut jas nya kembali.


__ADS_2