
Maryam begitu marah saat Sekhu lebih memilih Kirana dari pada Naima dan membuat gadis itu pergi dari rumah, Maryam pun kini kembali kerumah orang tua nya dengan kesal.
" Maryam ada apa?" Ucap Maria menatap anak perempuan nya begitu kesal.
" Kak Sekhu menyuruh kak Naima menempati rumah di kompleks indah maa.." Maryam duduk di sofa dengan bibir mengerucut kesal.
" Bagaimana bisa, rumah itu lebih pantas untuk pelayan kenapa Sekhu malah menyuruh istri tinggal di sana?"
" Semua ini permintaan nenek sihir itu ma, kak Sekhu merasa bersalah karena telah membuat nya keguguran."
" Kalau begitu kamu ajak Naima kerumah kita, mama tidak masalah dengan semua itu."
" Besok aku akan mengajak kak Naima, siapa tahu dia mau datang dan tinggal bersama kita."
Maria mengelus puncak kepala Maryam yang mulai melunak, Maria juga terkadang bingung dengan sikap anak lelaki nya itu yang terlalu buta akan cinta nya pada Kirana.
Padahal bukan hanya dirinya dan juga Maryam yang mengetahui kebusukan Kirana namun tidak ada seorang pun yang bisa membuat Sekhu berpikir sedemikian, entah kapan Sekhu akan menyadari semua itu.
Malam itu Maryam tidur dirumah orang tua nya setelah berbicara dengan Sekhu dan beradu argumen dengan nya, Sekhu juga bingung saat harus memilih menceraikan Naima atau membuat nya menjauh dari Kirana.
" Sudah malam, masuk kamar mu Maryam." Ucap Maria dengan lembut.
" Iya, ma selamat makan."Maryam mencium pipi Maria dan berlalu pergi meninggalkan nya.
Tak lama Renaldi turun menghampiri istri nya yang duduk sendiri di depan televisi.
" Maaa.." Ucap Renaldi.
Maria langsung berbalik dan tersenyum pada Renaldi.
__ADS_1
" Papa belum tidur, mama pikir setelah selesai papa langsung tidur?"
" Baru juga selesai, papa dengar suara Maryam apa dia pulang?" Renaldi duduk disamping tubuh Maria.
" Iya Maryam pulang dengan marah, Sekhu mengusir Naima dari rumah nya dan menyuruh nya tinggal di kompleks indah paaa.."
" Apaa..bagaimana bisa Sekhu sekejam itu pada istri nya sendiri, perumahan itu lebih pantas untuk pembantu maa."
" Mama juga berpikir begitu pa, makanya Maryam marah dan langsung pulang. Mama juga sudah katakan pada Maryam untuk membawa Naima kerumah kita besok."
" Hemz iya papa setuju, lebih baik dia tinggal bersama dengan kita saja. Semua ini pasti ulah Kirana kaan?"
" Iyaa pah, Sekhu merasa bersalah telah membuat Kirana keguguran."
" Anak itu terlalu bodoh, bagaimana bisa dia berpura-pura tuli dan buta setiap kali berhadapan dengan Kirana dan kebusukannya ma."
" Jika seperti ini terus, bagaimana bisa papa menyerah semua nya pada Sekhu?".
***
Leo yang mengetahui jika Kirana terjatuh dari tangga malam itu langsung menjenguk nya dirumah sakit.
Cklek
Suara pintu terbuka membuat Sekhu menatap kehadiran seorang yang membuat nya sedikit tidak suka.
" Maaf Pak Sekhu, saya berkunjung malam malam." Ucap Leo menatap Sekhu.
" Kirana sedang istirahat sekarang, pergi lah esok kau kembali saat dia sudah terbangun." Ucap Sekhu datar.
__ADS_1
" Apa keadaan nya lebih baik sekarang, bagaimana dengan kandungan nya?" Ucap Leo.
Sekhu merasa heran bagaimana Leo bisa tahu jika Kirana sedang hamil.
"Bagaimana bisa Anda tahu tentang kehamilan Kirana?"
Leo nampak diam menatap Kirana.
" Karena dia mengatakan padaku dan juga tentang kejutan yang dia siapkan untukmu."
Sekhu nampak begitu percaya dengan ucapan Leo yang kini berjalan ke sisi ranjang Kirana yang masih tertidur pulas.
" Dia keguguran." Ucap Sekhu dingin.
" Kau memang tidak bisa menjaga nya dengan baik, bagaimana bisa kau melakukan semua itu?" Leo berbalik dan menatap tajam Sekhu.
" Jangan membuat ku ingin menghacurkan mulut mu Leo, pergi lah jangan sok peduli dengan anak dan istri ku." Ucap Sekhu penuh penekan.
Leo nampak terpancing kemudian memilih untuk pergi meninggalkan Sekhu yang kini sekuat nya menahan emosi nya menatap kepergian Leo.
" Tentu saja aku peduli, karena Kirana mengandung anak ku Sekhu.." Gumam Leo tersenyum sinis meninggal kan kamar rawat Kirana.
" Orang seperti itu yang selalu kau bangga kan Kirana, lihat suatu saat nanti aku akan membalas perbuatan kalian." Ucap Sekhu.
" Aku mencintaimu dengan tulus dan kau membalas semua itu dengan dusta dan penghianat, tapi kenapa aku tidak bisa melepaskan mu begitu saja." Sekhu nampak menertawakan kebohongan nya sendiri.
Sekhu duduk di sofa dan mengusap wajahnya gusar bayangan percumbuan Kirana dengan Leo masih terekam sempurna di ingatanya, belum lagi ingatan akan Naima yang seolah olah berputar dengan jelas di depannya.
" Kenapa aku terjebak diantara dua wanita ini, apa yang salah dengan ku.." Ucap Sekhu kesal.
__ADS_1