
" Kau harus segera membuat ku hamil, dengan begitu anak ini bisa menguasai semua harta Sekhu." Ucap Kirana bersandar di dada Leo yang terbuka setelan mereka berhubungan intim.
" Kenapa kau tidak meminta pada Sekhu, kenapa harus hamil dengan ku?" Leo bingung menyikapi keinginan Kirana itu.
" Sekhu sibuk dengan istri barunya, dia jarang menyentuh ku. Tapi kamu tidak perlu khawatir setelah berhubungan dengan mu aku juga akan membuat Sekhu menyentuh ku."
Leo tertawa mendengar ucapan gila wanita yang begitu dia cintai itu bagaimana bisa seorang wanita menginginkan anak dari lelaki lain bukan suaminya.
" Kenapa kau tertawa, semua ini juga untuk kita bukan?"
" Aku bisa menghidupi mu dengan calon anak ku nanti Kirana, tidak perlu kamu mengemis harta padanya."
" Aku tahu itu sayang, tapi semua ini harus aku selesai karena sudah terlanjur bukan?"
" Terserah kamu saja, yang penting kamu tetap mencintai ku." Leo mencium dan ******* bibir Kirana dengan lembut.
***
Adam nampak memikirkan keadaan Naima setelah perpisahan mereka 2 bulan lalu, pemuda itu nampak masih diam termenung.
" Adam.." Sapa Roy menghampiri putra semata wayang nya itu yang melamun di atas tempat tidur.
" Apa yang sedang kamu pikirkan?".
" Entah bagaimana keadaan Naima sekarang pa, aku merindukan nya." Ucap Adam membuat Roy nampak berpikir.
" Naima sudah menjadi nyonya Sekhu, tidak penting jika kau masih memikirkan nya Adam."
" Aku mencintai nya pa, sulit untuk melupakan nya secepat itu." Adam menatap Roy dengan sendu.
" Lalu apa yang akan kamu lakukan, papa bisa saja membawa Naima kembali padaku. Tapi jika gadis itu mau kembali bersama dengan mu?"
Adam terdiam memikirkan ucapan Roy yang mungkin saja benar, mungkin Naima sudah menganggapnya mati karena kejadian dua bulan lalu.
" Adam, belajar kah mencintai orang lain yang benar-benar mencintaimu dari dulu." Ucap Roy meninggalkan Adam yang diam.
__ADS_1
" Aku masih begitu mencintai Naima, bagaimana pun cara nya akan membawa kembali cinta ku."
Roy berjalan meninggalkan ruangan Adam dan berpikir untuk menjodohkan Yukka dengan Adam saat nanti dirinya sudah benar-benar pulih.
" Om Roy.." Panggil Yukka saat melihat Roy hendak meninggalkan rumah sakit.
" Yukka.."
Yukka langsung berlari menghampiri Roy yang tersenyum manis pada nya.
" Ada apa?"
" Om hendak pergi, Yukka baru saja tiba di rumah sakit.
" Pagi ini sebenernya ada meeting tapi karena om bertemu Yukka jadi om ingin membicarakan sesuatu, yang penting."
" Sesuatu yang penting perihal apa om, jika soal kak Adam om tidak perlu khawatir."
" Bukan tentang kesehatan Adam, tapi tentang hubungan kalian."
" Ayo ke kantin rumah sakit, oom ingin minum ngopi."
" Ah iya, ayo om."
Roy dan Yukka berjalan menuju kantin rumah sakit dan memasan minum untuk mereka.
Roy menatap Yukka yang kini tubuh semakin cantik dan juga bertambah sukses, tidak salah jika Yukka berdampingan dengan Adam kelak menerus kan bisnis nya.
" Ini pesanannya dokter." Ucap seorang pelayan.
" Terima kasih." Yukka tersenyum ramah.
" Sialakan di minum om."
" Iya."
__ADS_1
" Apa yang ingin om Roy bicarakan, tentang aku dan Adam. Apa dia tahu jika aku menyukai Adam? lalu ingin aku meninggal kan Adam dan pergi menjauh?" Batin Yukka bergejolak.
" Yukka, boleh om bertanya?".
" Tentu saja om." Yukka te senyum simpul menatap Roy yang hendak berbicara.
" Apa kamu punya seorang kekasih? , atau seorang pria yang kamu suka?"
" Haa..."
" Emz maksud om, apa Yukka sudah memiliki seseorang dalam hati Yukka?"
" Be..belum om, ada sih yang Yukka suka tapi dia sudah memiliki calon istri mungkin." Gumam Yukka mengingat Adam yang begitu mencintai Naima.
" Mungkin maksud kamu, bisa saja pemuda itu tidak berjodoh apa kamu akan tetap menunggu nya?"
" Tidak om, Yukka sudah putus kan kalau Yukka akan belajar membuka hati Yukka untuk orang lain." Yukka nampak sedih saat memutuskan semua itu.
" Bagus kalau begitu, om Roy ingin kamu mendekati Adam."
Uhuk uhuk uhuk
Minum Yukka seketika tersembur dengan cepat saat Roy berbicara dengan lantang ingin Yukka mendekati Adam.
" Pelan pelan saja Yukka." Roy nampak terkejut melihat Yukka yang tersedak minuman.
" Maksud om, bagaimana Yukka kurang paham?"
" Saya ingin menjodohkan kamu dengan anak om Adam, mau sampai kapan laki-laki gila itu akan menunggu gadis yang sudah menjadi milik orang lain."
Yukka terdiam disaat dia ingin meninggalkan Adam dan Roy malah meminta nya untuk bersama dengan Adam.
" Tidak sekarang, kamu bisa memikirkan nanti." Gumam Roy menatap wajah Yukka yang sedikit berubah mimik wajahnya.
" Eh..iya om." Gumam Yukka.
__ADS_1
Mereka kembali menikmati minum mereka dengan sesekali membicarakan kesehatan Adam yang mulai membaik dan akan cepat kembali ke rumah.