MAFIA SI CASANOVA

MAFIA SI CASANOVA
Rencana Kirana


__ADS_3

Kirana kini sedang berada di rumah Leo dan membicarakan tentang hubungan mereka yang tidak pasti.


" Kapan kamu akan menikahiku Leo, kamu tahu Sekhu telah menceraikan ku." Gumam Kirana menatap Leo yang tersenyum santai.


" Sabar sayang, saat ini aku belum memikirkan untuk memiliki ikatan dengan siapa pun.." Ucap Leo sembari menegak minuman nya.


Kirana nampak kesal dengan jawaban yang diberikan oleh Leo untuk nya.


" Kamu selalu bilang ingin menikah dengan ku Leo, setelah aku berpisah dan kamu bilang kamu tidak ingin terikat oleh wanita untuk saat ini?" Suara Kirana meningi.


" Hey, kenapa marah.. Aku kan hanya bilang untuk saat ini kan, yah mungkin tahun depan aku akan menikahi mu sayang.." Leo langsung menghampiri Kirana yang marah.


" Kamu percaya kan sama aku, ayo lah Kirana mana mungkin aku tidak mencintai mu tapi aku mau di pukuli oleh manusia manusia gila itu kan?"


Kirana memeluk Leo dengan mesra wanita itu nampak kembali termakan oleh janji manis Leo.


" Janji yah, tahun depan kita menikah?" Ucap Kirana manja.


" Aku janji sayang..." Leo langsung ******* bibir merah Kirana dengan lembut.


" Aku dengar Naima sedang hamil, wah Sekhu pasti begitu bahagia saat ini sayang.." Ucap Leo setelah mencium Kirana.


" Iyaaa, pemberitaan sedang ramai membicarakan mereka, aku bener-bener tidak bisa ikhlas begitu saja melihat kebahagiaan mereka."


Leo tersenyum miring menatap kebencian di mata Kirana.


" Terus lah membenci nya Kirana, sampai balas dendam ku bisa sampai pada Sekhu sialan itu.." Batin Leo.


" Jadi bagaimana dengan rencana mu, apa akan tetap kamu jalan kan?"


" Tentu saja, dia sudah membuat anak kita tiada dan aku akan membalas nya dengan yang lebih menyakitkan." Tawa Kirana benar-benar begitu menyeramkan.


" Apa pun itu, aku selalu ada di pihak mu sayang.." Leo memeluk Kirana dengan erat.


" Aku harus pergi sekarang, ada yang harus aku urus.." Gumam Kirana melepaskan pelukan Leo.


" Pergi ke mana sayang, bukan kah siang ini kita akan ke Bali?"


" Maaf Leo hari ini aku tidak bisa menemani mu ke Bali, ada hal penting yang ingin aku selesai terlebih dulu." Kirana mengecup pipi Leo kemudian meninggalkan pria itu yang tersenyum.

__ADS_1


Leo menatap langkah jenjang Kirana meninggalkan rumah besar Leo yang sering dia kunjungi.


" Kirana Kirana, kau memang wanita bodoh yang lebih memilih aku dari pada Sekhu yang jelas jelas cinta mati padamu. Tapi tidak masalah, karena kamu sendiri yang akan membalas dendam ku pada Sekhu." Leo tertawa melihat kebodohan wanita yang selalu bersanding dengan nya itu.


***


Saat ini Naima sedang duduk sendiri menikmati buah yang di kupas Sekhu untuk nya, sedangkan pria itu sedang berbincang dengan Eldho di ruang tamu.


" Jadi maksud mu, Kirana ingin meminta setengah saham perusahaan ku?" Ucap Sekhu.


" Iyaa, Kirana mengajukan banding di pengadilan meminta harta gono gini padamu.." Ucap Eldho memberikan berkas pada Sekhu.


Eldho nampak santai dengan bersandar di punggung soffa ruang tamu itu sesekali matanya menatap Naima yang sedang tersenyum menatap televisi.


" Bukan kah, aku sudah memberikan rumah ku dan beberapa mobil dirumah itu untuk nya bukan kah itu lebih dari cukup?" Gumam Sekhu memijit pelipisnya.


" Kirana bukan wanita bodoh yang bisa lepas darimu begitu saja Sekhu, lagi pula itu hanya setengah saham mu kan toh harta mu tidak akan habis 7 turunan." Ucap Eldho santai dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Sekhu.


" Perusahaan itu aku bangun sendiri sejak usia ku 18 tahun, bagaimana bisa dia meminta nya begitu saja." Ucap Sekhu datar.


Eldho melemparkan rokoknya pada Sekhu dan langsung diambil oleh nya.


" Aku tidak menerima banding ini, buat tolakan pada pengadilan aku sudah memberikan terlalu banyak untuknya jadi dia tidak berhak meminta yang lain dari ku." Gumam Sekhu.


" Akan aku usahakan, biarkan ini menjadi tanggung jawab Indra." Ucap Eldho mengemasi semua berkas berkas itu.


" Dimana Indra?"


" Tentu saja di kasino bersama wanita wanita telanjang itu dimana lagi pria gila itu.." Ucap Eldho santai membuat Naima nampak terganggu dengan ucapan nya.


Naima menatap percakapan mereka dengan dengan kesal.


" Mereka membicarakan wanita telanjang di depan ku, apa mereka berniat untuk berpesta dasar pria pria tua gila.." Gumam Naima lirih.


" Terserah lah, yang terpenting dia tetap bekerja dengan baik mengurus kasino dan lain nya."


" Untuk bisnis kita yang di bali, mungkin akan mendapatkan kendala yang cukup rumit Sekhu."


" Kendal apa, bukan kah semua sudah berjalan cukup lama dan baik baik saja?" Sekhu menatap Eldho dengan santai.

__ADS_1


" Entah siapa yang membocorkan transaksi kita 2 hari lalu hingga membuat polisi segera turun tangan, setelah 7 tahun bisnis kita aman dan baru kali ini ada kendala." Eldho mengecilkan suaranya agar Naima tidak mendengar nya.


" Cari siapa dalang dibalik semua ini, aku rasa orang lain akan berpikir 2 kali untuk menentang ku Eldho."


" Akan aku selidik siapa di balik semua ini."


Naima berusaha mendengar kan percakapan mereka yang terkesan berbisik bisik itu semakin membuat nya penasaran dengan apa tujuan Eldho datang ke rumah nya.


" Sebenarnya apa yang mereka bicarakan, kenapa harus berbisik seperti itu? Apa mereka merencanakan untuk berpesta di bar dan mengajak Sekhu?" Gumam Naima.


Naima menggeleng kepalanya.


" Tidak bagaimana jika Sekhu melakukan itu pada wanita wanita di luar sana, lalu dia pulang dan menyentuh ku dan anakku tidak akan aku biarkan." Ucap Naima.


Naima langsung menghampiri Sekhu dan Eldho dan langsung membuat kedua pria itu menjauh dan berbicara santai, Sekhu yang tahu keberadaan Naima segera mematikan rokoknya.


" Ada apa?" Gumam Sekhu datar.


" Apa kamu akan pergi, malam nanti?" Gumam Naima.


" Tidak, aku akan dirumah. Memang ada apa?"


" Tidak ada, kapan teman mu ini pergi aku ingin makan es cream didekat taman."


" Kau mengusir ku Naima?" Ucap Eldho santai.


Sekhu menatap Eldho dan Naima bergantian.


" Tidak, aku hanya ingin aman es cream saja." Ucap Naima merasa takut dengan tatapan Eldho.


" Berhenti menatap nya Eldho, kau membuat nya takut." Ucap Sekhu dengan tajam.


" Aku tidak memakannya." Eldho langsung tertawa kemudian segera mengemasi semua berkas yang dia bawak lalu meninggal kan Sekhu dan Naima yang kesal.


" Dasar orang gila." Gumam Naima lirih.


" Kamu bicara sesuatu?" Ucap Sekhu menatap Naima yang langsung menutup mulut nya.


" Tidak aku hanya ingin...ke dapur bikin jus mangga." Naima langsung meninggalkan Sekhu yang heran.

__ADS_1


" Apa memang wanita hamil selalu bertingkah seperti itu, Naima Naima..." Ucap Sekhu tersenyum.


__ADS_2