
Adam duduk di taman di mana dirinya dulu sering menghabiskan waktu bersama dengan Naima, angin malam menghembus lembut wajah tampannya yang sudah tidak dikenali oleh Naima.
" Aku merindukan mu Naima, entah sampai kapan kita akan berpisah seperti ini?" Gumam Adam menatap langit.
Sedangkan Naima nampak baru saja datang ke taman itu berjalan kaki sembari menikmati indahnya pemandangan taman di malam hari, jam di pergelangan tangan nya menujukan pukul 20.00 malam.
" Adam.." Gumam Naima saat kakinya menginjak rerumputan yang selalu dia dan Adam injak dahulu.
Naima berjalan dengan santai menuju sebuah pohon besar dengan kursi disamping nya, tempat dimana janji janji nya bersama Adam pernah terukir.
Naima menghentikan langkah nya saat melihat tubuh seorang pria yang begitu dia kenalin dan rindukan.
" Adam.." Ucap Naima berjalan mendekati pria itu.
Adam yang dia kemudian mendengar seseorang memanggilnya dan kemudian berbalik menatap Naima yang mematung.
" Naima?" Gumam Adam tak percaya jika Naima berada di depan nya saat ini.
" Maaf, aku pikir kamu Adam orang yang aku kenal ternyata kamu Adam kekasih Maryam." Naima tersenyum getir.
Adam menatap sorot mata sedih Naima membuat nya begitu ingin memeluk wanita itu dan mengatakan jika dia adalah Adam yang sama yang tetap mencintai nya.
" Aku Adam Naima, perasaan mu padaku tidak pernah luntur itu kenapa kamu berada di sini dan memanggil ku Adam." Batin Adam.
" Aku akan pergi, maaf mengganggu mu." Ucap Naima hendak berjalan pergi.
__ADS_1
" Tidak, sama sekali tidak mengganggu kok Naima. Aku baru tahu jika ada taman disini makanya aku mampir, mari duduk bersama.." Cegah Adam.
" Apa tidak mengapa, jika kita duduk di sini bedua?" Naima nampak ragu karena dia sendiri belum mengenal Adam yang sekarang.
" Tidak masalah, kamu adalah calon kakak ipar ku juga jika nanti aku sudah menikah dengan Maryam kan?"
Naima tersenyum kemudian mengikuti Adam duduk di bangku taman yang begitu ramai oleh muda mudi yang sedang menghabiskan waktu mereka bersama.
" Kenapa kamu datang kesini sendiri, tidak baik jika berjalan seorang diri ini juga begitu jauh dari rumah mu?" Ucap Adam menatap langit yang sama seperti Naima.
" Aku sedang merindukan seseorang, aku pikir dia akan berada di sini sekarang dan aku bisa kembali memeluk nya." Gumam Naima.
Adam menatap Naima dengan sedih dia begitu ingin mengungkapkan jati dirinya sekarang namun dia juga belum bisa gagal dalam menjalankan rencana nya terhadap Sekhu.
" Seseorang yang begitu aku cintai, tapi mungkin dia sekarang sudah tenang di sana.." Naima menujuk langit yang begitu indah malam itu.
" Memang dia sudah tiada, aku pikir orang yang paling kamu cinta itu kakaknya Maryam?"
" Iyaa, dia sudah pergi jauh dari ku dan selamanya tidak akan pernah bisa kembali lagi."Mata Naima nampak berair.
" Bagaimana jika dia datang kembali, apanya akan kamu lakukan?"
Naima menatap Adam dalam.
" Dia tidak akan pernah kembali Adam, meski dia kembali mungkin kami tidak bisa bersatu kembali." Ucap Naima tersenyum menatap Adam.
__ADS_1
" Kamu percaya takdir?"
"Tentu saja, aku begitu percaya."
" Tetap lah percaya dan lihat nanti jika kekasih mu itu akan datang kembali menjemput mu, kau tahu cinta seseorang amat lah sulit untuk di lupakan."
" Kau pandai merangkai kata sama seperti dia, tapi dia jauh lebih bagus.." Ejek Naima dengan tawanya yang ringan.
" Benarkah begitu, baiklah aku tidak akan berbicara panjang lebar deh." Adam berpura-pura acuh membuat Naima merasa tak enak hati.
" Maaf, sungguh aku tidak berniat begitu kok.."
Adam terkekeh melihat tingkah Naima yang tidak pernah berubah sejak dulu, padahal dirinya hanya bercanda saja namun wanita itu Kan menganggap nya serius.
" Aku hanya bercanda saja, maaf membuat mu tertipu." Gumam Adam lembut.
" Kau ini, tidak pernah berubah selalu saja melakukan hal itu padaku. Dasar beruang bear ku.." Tanpa sadar Naima memukul lengan Adam seolah olah itu adalah Adam di masa lalu nya.
Adam diam saat Naima mulai nyaman berbicara dengan nya sama seperti saat mereka bersama dulu, Naima yang menyadari perlakuan nya kemudian menjadi diam.
" Maaf, aku pikir kamu Adam masa lalu ku.." Gumam Naima berdiri meninggalkan Adam yang sedih melihat Naima yang hampir menangis itu.
" Bertahan lah sebentar lagi sayang, aku akan datang membawa mu pergi dari sana dan kita bisa hidup bahagia bersama selama nya." Ucap Adam menatap kepergian Naima dari hadapan nya.
Naima beberapa kali menghapus air matanya yang terus membasahi pipinya entah kenapa dia tiba-tiba merasa jika Adam yang sedang bersama nya sama seperti Adam yang bersama dengan nya dulu.
__ADS_1