
Pagi menyapa dengan begitu terik membuat Naima yang sedang menyiram bunga menampak memincingkan mata nya menghindari sinar matahari.
"Tumben panas bangat pagi ini, baru juga jam 08.00 pagi." Gumam Naima.
Naima menatap Kirana yang baru saja turun dari mobil dengan pakaian yang sudah acak acakan.
"Apaa lihat lihat, sirik loh.." Bentak Kirana membuat Naima menunduk.
Kirana meninggal kan Naima yang diam masuk kedalam rumah perlahan berharap jika Sekhu sudah berada di kantor saat itu, sedangkan Sekhu masih berdiri diatas balkon menatap Naima yang menghela nafas kasar.
"Kirana memang sudah kelewatan.." Gumam Sekhu.
Kirana masuk kedalam kamar nya dan langsung merebahkan tubuh nya yang lengket dan letih itu dengan santai, tanpa diketahui bahwa Sekhu juga menyusul nya ke dalam kamarnya.
BRAK
Sekhu membuka pintu dengan keras membuat Kirana terlonjat kaget dengan perbuatan Sekhu.
" Kau ingan membuat ku mati kaget, Sekhu?". Pekik Kirana kesal.
" Dari mana saja kau, kenapa tidak menghubungi ku semalam?". Sekhu dengan keras mencengkram rahang Kirana membuat wanita itu meringis.
Ini pertama kalinya Sekhu berlaku kasar pada Kirana dan terlihat begitu marah membuat nyali Kirana menciut seketika.
"Sa..say..ang.. kau menyakiti ku, lepaskan cengkraman mu pada wajah ku?." Gumam Kirana lembut.
Sekhu menghela nafas kasar kemudian melepaskan cengkraman nya kemudian berlalu berdiri di depan jendela balkon kamar Kirana.
" Dia, bisa merusak wajah cantik ku ini." Gumam Kirana pelan.
Wanita itu kemudian berjalan mendekati Sekhu yang menyalakan rokok di tangan nya mencengkram pagar besi di kamar itu dengan begitu kuat, Kirana memeluk Sekhu dari belakang meredakan amarah pria itu.
"Sayang..tidak seperti biasa kamu marah padaku, memang aku begitu salah hingga kamu tega melakukan hal sekasar itu padaku?" Ucap Kirana dengan sendu mencari belas kasih Sekhu.
Sekhu akan luluh setiap kali melihat Kirana berakting menangis dan tersakiti namun kali ini Sekhu benar-benar sudah marah pada wanita itu, dari dulu Sekhu berusaha menutup mata dan telinga nya dari ucapan ucapan orang yang membicarakan keburukan Kirana.
Namun Sekhu tidak pernah percaya akan semua itu meski adik dan ibunya sendiri yang memberi tahu nya, tapi tidak saat ini Sekhu benar-benar di perbodoh oleh wanita ular itu.
__ADS_1
" Apa aku terlihat kurang dimata mu Kirana, apa semua yang aku beri masih belum cukup untuk membuat mu tetap setia padaku?"Ucap Sekhu membuat tubuh Kirana menegang.
"Apa ada yang bilang padamu jika aku selingkuh lagi, begitu dan sekarang kamu percaya dengan ucapan mereka Sekhu?. Apa kau sudah tidak mencintai ku lagi hingga kamu muda diperdaya oleh mereka." Kirana membela diri.
"Jika dulu orang lain yang memberi tahu ku namun tidak sekarang Kirana, aku melihat nya sendiri dan aku merasa bodoh telah mencintai wanita seperti mu."
Ucpan menohok Sekhu seketika membuat Kirana merasa terkejut dan juga takut jika Sekhu akan menceraikan dirinya.
Kirana tidak pernah mencintai Sekhu dia hanya mencintai kekayaannya dan juga memaafkan cinta pria itu yang begitu dalam padanya, Kirana mencintai sahabat nya yaitu Leo Cancul.
Sekhu berbalik dan menatap Kirana yang diam menatap lantai.
" Itu alasan mu, tidak ingin memiliki anak dari ku?".
Kirana menatap mata tajam Sekhu yang seolah-olah menguliti nya hidup hidup.
" Kamu pasti salah paham sayang, dengar apa pun yang kamu lihat semua itu hanya salah paham?"
"Salah paham, bagaimana seorang wanita dan pria yang tidak memiliki hubungan bercumbu dan bermesraan di dalam bar?."
Sekhu terkekeh melihat wajah tegang Kirana.
Kirana mendekat memegang tangan Sekhu dengan lembut agar pria itu luluh padanya.
" Apa karena kamu mulai mencintai istri kedua mu itu, kamu mencari cela keburukan ku Sekhu?." Kirana mengalihkan pembicaraan.
"Jangan mengalihkan pembicaraan Kirana, aku tidak suka." Sekhu menghentakan tangan Kirana dengan keras lalu pergi.
"A..apa..itu meninggalkan ku begitu saja, apa dia benar-benar sudah mencintai wanita ****** itu sialan.." Pekik Kirana marah.
Kirana mengacak rambut nya dengan kasar bagaimana bisa dia tidak mengetahui keberadaan Sekhu dalam Bar itu semalam, kebodohan nya dapat membuat nya hancur.
" Aku harus mencari cara agar Sekhu memafkan ku, jika tidak akan ada kehancuran dalam hidup ku dan Leo nantinya."Gumam Kirana panik.
Sekhu yang hari itu memang cuti dari kantor nya memilih diam didalam kamar pribadinya yang tidak akan ada orang yang mengganggu nya, mungkin hanya saat Naima datang.
Sekhu sibuk bermain ponsel nya tanpa sadar ada keberadaan Naima yang menatap nya diam.
__ADS_1
"Kenapa dia ada didalam kamar, bukankah dia harus ke kantor?" Gumam Naima menghala nafas kasar masuk kedalam kamar.
Naima memilih duduk di balkon kamar itu yang kini menjadi kebiasaan nya yang sering gadis itu lakukan.
" Haaaaa..."Pekik Sekhu membuat Naian terlonjat kaget.
Naima manatap Sekhu yang menutup wajahnya dengan bantal ponselnya juga sudah berada di lantai membuat Naima merasa aneh.
"Sekhu.." Panggil Naima pelan.
Seketika Sekhu menatap Naima yang berada di samping nya itu dengan datar.
"Apa.." Ucap nya dingin.
"Kau kenapa?"
"Tidak ada, aku bosan saja."
"Terserah." Naima memutar bola matanya sebal dengan Sekhu yang berubah ubah itu.
"Kapan kau akan hamil?" Gumam Sekhu saat Naima kembali duduk di kursi balkon.
" Kau saja jarang menyentuh ku, bagaimana bisa aku segera mengandung."Ucap Naima sepontan dan langsung membuat garis itu menutup mulut nya.
Sekhu tersenyum mendegar ucapan Naima yang memang benar dia belum menyentuh gadis itu, hanya sesekali saja bagaimana bisa segera hamil.
" Tidak..tidak maksud ku, aku sedang tidak dalam masa subur kau tahu..ak..a.ku belum bisa mengandung dengan cepat." Elak Naima dengan pipi yang memerah.
"Astaga bagaimana bisa aku mengucapkan hal seperti itu, bodoh bodohh..." Batin Naima kesal.
"Hemz kau benar Naima, aku memang harus menyentuh mu mungkin sehari 3 sampai 4 kali agar benih-benih sehat ku tumbuh dengan baik di dalam rahim mu."
Naima menatap Sekhu dengan mendelik bagaimana bisa dia melayani Sekhu sebanyak itu , Naima mengeleng dengan keras kepalanya membuat Sekhu tertawa lepas.
"Lagi lagi aku terpanah dengan senyuman dan juga tawanya." Batin Naima terdiam.
" Kenapa dengan wajah mu itu ha..ya ampun aku tidak akan bisa melakukan itu setiap hari Naima, tapi jika kau mau akan aku konsultasi kepada dokter pribadi ku hemz.." Goda Sekhu yang semakin membuat nya tertawa lepas.
__ADS_1
" Jangan sampai aku jatuh cinta padanya, semua itu bisa membuat masalah besar dalam hidup ku jika sampai terjadi."Gumam Naima lirih.