MAFIA SI CASANOVA

MAFIA SI CASANOVA
Apa Dia Tidak Merindukan Ku


__ADS_3

" Aku heran dengan mu Kirana, bagaimana bisa kamu lebih memilih Leo dari pada Sekhu?" Ucap Wanda pada sahabat nya itu.


" Aku mencintai Leo, bagiku Leo adalah segalanya dan Sekhu hanya lah bank berjalan bagiku." Ucap Kirana sembari meneguk minum nya.


Kini Kirana dan Wanda sedang berada di sebuah bar menikmati minuman alkohol sembari bercerita tentang kehidupan mereka.


" Cinta katamu, kamu tahu kan Kirana kalau Leo itu tidak pernah mencintai mu?"


" Sok tahu banget sih, Leo itu begitu mencintai ku bukti nya dia mau menunggu ku sampai sekarang..."


" Mungkin kamu gak akan percaya Kirana, jika aku bilang Leo tidak mencintai mu."


Kirana diam menatap tajam Wanda yang asik dengan kentang goreng nya.


" Dia mencintai ku dan akan tetap begitu, kau saja yang terlalu berburuk sangka padanya." Sangkal Kirana berusaha menyakinkan dirinya jika Leo benar-benar mencintai nya.


Meski dalam hati nya Kirana merasa apa yang dikatakan oleh Wanda adalah sebuah fakta, karena Leo mengatakan jika dirinya tidak ingin memiliki komitmen pada wanita saat ini.


" Apa benar Leo tidak mencintai ku, tapi jika dia tidak mencintai ku bagaimana bisa dia memilih bertahan dengan ku selama ini?" Batin Kirana berkecambuk.


" Ngomong ngomong, perihal kegagalan transaksi yang dilakukan oleh Sekhu apa pria itu sudah mengetahui jika itu adalah ulah mu?" Ucap Wanda menatap Kirana yang diam.


" Tentu saja Sekhu tidak akan pernah tahu soal itu jika kau tidak memberitahu nya, lagipula semua itu bukan hanya rencana ku tapi rencana Rio juga."


" Bodoh, bagaimana jika sampai Sekhu tahu musuh dalam selimut nya itu adalah kau..mantan istrinya yang dulu begitu di cintai nya?"


Kirana tertawa menatap Wanda yang menatapnya seolah olah Kirana begitu bodoh telah berani bermain main dengan seorang Sekhu Ibrahim.

__ADS_1


" Sekhu masih mencintai ku, kau tahu tidak mudah melupakan aku dan aku juga percaya jika semua ini hanya sementara dan pada akhirnya Sekhu akan kembali padaku." Ucap Kirana dengan begitu percaya dirinya.


Tanpa mereka ketahui ada sepasang mata dan telinga yang mendengar kan pembicaraan mereka dan menatap setiap gerak gerik mereka yang begitu berani.


" Ternyata benar dugaan ku di balik semua ini tentu saja ada tangan Kirana yang ikut andil, entah bagaimana jika Sekhu tahu jika wanita itu bermain main dengan nya.." Andre tersenyum sinis menatap Kirana.


" Bodoh sekali dua sahabat ku itu, kenapa bisa mereka mencintai wanita yang sama wanita licik dan jahanam itu?" Andre segera bergegas pergi dari Bar itu.


Makan semakin larut Sekhu dan Eldo baru saja kembali dari pertemuan bisnis mereka, Sekhu menatap layar ponsel nya yang nampak sunyi yang menandakan jika Naima tidak menghubungi nya.


" Apa dia tidak merindukan ku?" Gumam Sekhu lirih.


Eldo menatap Sekhu yang diam di depan pintu kemudian menyentuh pundak nya membuat Sekhu menyembunyikan perasaan nya.


" Ada apa? " Gunam Eldo bersanad di depan pintu kamar hotel Sekhu.


" Baru juga beberapa jam di sini, dah lebay aja loh.. Apa mau gue carikan kehangatan? Hemzz.." Eldo mengedipkan mata nya membuat Sekhu segera masuk ke dalam kamarnya dengan kesakitan.


" Sekhu...Sekhu... lagi bucin bener sahabat gue nih.." Pekik Eldo di depan pintu kamar Sekhu.


" Kenapa dia tidak menghubungi ku?" Ucap Sekhu melepaskan dasi dan jas nya melemparkan nya di atas kasur.


Sekhu merogo kantung celananya dan menghubungi Naima yang kini sudah terlelap dengan nyenyak nya.


" Apa dia sudah tidur, sudah lah sebaiknya besok pagi saja aku menghubungi nya.." Ucap Sekhu menatap jam yang sudah menujukan pukul 23.55 .


Sekhu segera masuk kedalam kamar mandi menguyur tubuh nya yang terasa begitu penat dan lelah, mengingat pertemuan bisnis nya yang benar benar menguras tenaga dan pikiran nya.

__ADS_1


Tubuh kekar Sekhu terguyur air hangat dari shower membuat tubuh nya jauh lebih nyaman, bunyi ponsel yang bergetar membuat Sekhu mengakhiri mandi nya.


Melilit kan handuk kecil ke pinggang nya kemudian segera merai ponsel yang berada diatas meja nakas nya itu, berharap jika itu adalah Naima.


" Andre?, untuk apa dia menghubungi ku di jam seperti ini?" Ucap Sekhu merasa kesal.


" Haloo, ada apa?" Ucap Sekhu mengangkat panggil dari Andre.


" Ada kabar baik, bos. Apa kau sedang bersenang-senang bersama wanita malam?" Ucap Andre menyinggung Sekhu.


" Tutup mulut mu atau aku habisi kau.." Ancam Sekhu membuat Andre tertawa mendegar nya.


" Cepat beritahu ku, berita apa yang membuat mu mengubungi ku sekarang?"


" Kirana, wanita yang kau cintai itu, dia di balik semua kegagalan transaksi besar kita tempo hari lalu."


" Apaaaa..." Sekhu begitu terkejut dengan ucapan Andre yang membuat nya merasa tidak percaya jika Kirana seberani itu melakukan semua itu.


" Apa kau sudah memastikan semua itu benar?" Ucap Sekhu menyakinkan kembali ucapan Andre.


" Mana mungkin aku berbohong, aku hanya perlu menunggu perintah dari mu saja."


Sekhu terdiam.


" Apa kau ingin diam saja, atau perlu memberi nya hukuman setimpal?"


" Lakukan seperti biasa, aku tidak ingin ada penghinaan di kehidupan ku." Ucap Sekhu mematikan panggilan Andre.

__ADS_1


" Kau ingin bermain main dengan ku Kirana, kita lihat apa yang akan terjadi.." Ucap Sekhu tersenyum sinis.


__ADS_2