
Sekhu menyusul Naima yang kini sedang berada di taman setelah membuat jus, entah lah mood nya tiba tiba hilang saat mengingat percakapan Sekhu dengan Eldho beberapa waktu lalu.
Sekhu datang dengan membawa sebuah gitar berwarna putih yang dulu sering dia mainkan saat Maryam masih sekolah menengah atas, hingga kini gitar itu tetap ada tersimpan dengan rapi.
" Ehem..." Sekhu berdehem kemudian duduk disamping Naima yang diam.
Naima hanya diam sembari melirik sekilas Sekhu yang datang dengan gitar nya.
" Kenapa, semua hal yang dilakukan oleh Sekhu selalu sama seperti yang Adam lakukan dulu." Batin Naima.
" Tidak jadi beli ice cream?" Gumam Sekhu menatap Naima.
" Gak mood." Ucapnya singkat.
" Terserah." Sekhu mulai kesal dan berbicara dingin dan datar pada Naima.
Sekhu memetik gitarnya begitu lembut entah lagu apa yang akan dia bawakan untuk membuat Naima merasa nyaman.
HAL TERINDAH (SEVENTEEN)
SAMPAI SAAT INI, RASA KU BERTAHAN DISINI
RASA YANG TAK KAN HILANG, OLEH WAKTU
KAU TIDAK DISINI,AKU PUN TAK DA DIHATI MU
JIWA KU IKUT MENGHILANG BERSAMA MU
TAK TERKIRA..
__ADS_1
DISAMPING MU, ADALAH HAL TERINDAH YANG PERNAH KU INGIN KAN
TAK TERKIRA DIPELUK MU ADALAH HAL TERINDAH YANG KU RASAKAN.
KAU TAK DISINI, AKU PUN TAK DISAMPING MU..
" Stop.." Ucap Naima menghentikan aktifas Sekhu menyanyikan lagu yang begitu dalam di hatinya.
" Kenapa, kamu tidak suka?" Ucap Sekhu bingung.
" Berhentilah bermain gitar dan menyanyikan lagu untuk ku, kamu tahu Sekhu apa yang kamu sukai kenapa begitu sama seperti apa yang disukai oleh Adam." Ucap Naima meninggalkan Sekhu yang diam.
" Ingat Sekhu, dia hanya mencintai Adam bukan kau yang telah merusak semua impian nya." Ucap Sekhu menyadarkan dirinya sendiri.
Naima kembali ke kamar dan berbaring di sana dengan sedih, sungguh dia begitu ingin belajar mencintai Sekhu tapi kenapa kenangan indah nya bersama Adam terus muncul di kehidupan nya.
***
Adam berdiri di depan kolam renang menatap air yang terasa sedang menertawakan kebodohan nya.
Jam sudah menujukan pukul 15.00 dan Maryam nampak belum bangun dari tidur nya sedang kan Adam tetap berada di Gazebo rumah nya termenung diam.
" Adam..." Ucap Roy menghampiri anak laki-laki nya itu.
" Kenapa papa tidak pernah memberitahu Adam jika Yukka menyukai ku?" Ucap Adam.
" Bagaimana bisa papa merusak hubungan baikmu dengan Naima, sedangkan Yukka sendiri meminta papa untuk tidak mengatakan semua itu."
" Sejak kapan pa, sejak kapan papa tahu Yukka menyukai ku?" Adam menatap Roy.
__ADS_1
" Kamu ingin, saat ayahnya meninggal.."
Adam mengingat kembali masa lalu mereka.
" Saat Yukka begitu terpukul dan hanya kamu yang bisa membawa nya pulang dari pemakaman, disaat itu papa tahu jika Yukka menyukai mu. Dia berkata jika sudah saatnya dia sendiri yang akan mengatakan nya.."
Adam diam seribu bahasa.
" Dan pada akhirnya kamu bertemu dengan Naima, kalian bersama dan kemudian menjalin hubungan tanpa kalian ketahui adalah gadis yang menderita dengan hubungan kalian itu."
" Tapi kenapa harus merahasiakan semua ini pah, setidaknya papa bisa memberitahu ku jika Yukka menyukai ku. Selama 15 tahun ini dia menyimpan rasa nya dan sakit nya sendiri..."
Roy menepuk pundak Adam yang merasa begitu terluka dengan kebenaran itu.
" Itu lah kenapa sampai sekarang, gadis itu tetap sendiri dia berharap mungkin saja kamu bisa menerima nya Adam."
" Bagaimana bisa aku menerima nya paa, aku hanya menganggap nya adik perempuan ku dan aku menjaganya dengan begitu baik karena dia adikku." Adam nampak bergetar setiap mengingat Yukka.
" Tapi gadis itu menyukai mu Adam, papa berharap setelah semua ini terbuka kamu dan Yukka akan tetap baik baik saja jangan sampai kalian lantas menjauh nak.."
Adam diam mendegar ucapan Roy yang begitu menguatkan nya.
" Bagaimana bisa aku bersikap biasa saja, setelah tahu semua ini pah.." Gumam Adam mengusap wajahnya.
" Papa titip Yukka padamu, ingat jika kamu tidak bisa menjadi kan nya pendamping mu maka jaga dia seperti adikmu sendiri Adam." Ucap Roy meninggalkan Adam sendiri.
Akhir akhir ini kesehatan Roy benar-benar sedang buruk tubuh gagah nya mulai telihat mengurus bahkan beberapa perusahaan dan bisnis mereka pun sudah diambil alih oleh Adam, kini Roy tidak ingin mengingat tumpukan kertas diatas meja nya lagi.
Adam pun mulai kawatir dengan kesehatan ayahnya itu namun Roy tidak begitu menyukai jika harus dibawa ke rumah sakit dan dirawat, pria parubaya itu lebih menyukai di rawat oleh Yukka sendiri.
__ADS_1