
Yukka masih tetap memerhatikan Maryam yang sedang berbincang dengan Roy pria itu nampak begitu menyukai Maryam, meski bagaimana pun Roy adalah tipe pria yang hangat dan lembut jika dia sudah menyukai seseorang.
Adam hanya diam beberapa kali saja pria itu nampak menanggapi percakapan dua orang yang baru bertemu itu, sesekali Adam melirik Yukka yang banyak diam dari biasanya.
" Kenapa dengan Yukka, tidak seperti biasanya dia diam?" Batin Adam.
Mata Adam bertemu dengan mata Yukka dan telihat gadis itu tersenyum kaku saat Adam menatapnya diam diam.
Waktu berlalu begitu cepat tidak terasa keberadaan Maryam dirumah itu sudah lebih dari 3 jam.
" Bagaimana jika kamu dan Yukka makan siang di sini sekalian seperti nya bik Ina sudah menyiapkan makan siang?" Ucap Roy menatap Yukka dan Maryam.
Maryam menatap Adam yang diam.
" Iyaa, apa yang dikatakan papa benar setelah itu aku akan antar kamu pulang." Ucap Adam tersenyum.
" Kenapa pulang, baru aja maen kan biarkan saja dulu Maryam di sini Adam agar kamu dan Maryam bisa semakin dekat.." Cela Roy.
" Baik lah, ayo kita makan siang.." Ucap Adam mempersilahkan Maryam untuk berjalan lebih dulu sedang kan diri memilih mendekati Yukka.
Adam menarik tangan Yukka agar menjauh dari Maryam dan Roy.
" Ada apa?" Ucap Yukka saat Adam menahan tangan nya.
Roy dan Maryam nampak sudah berada di meja makan yang terpisah dari ruang tamu itu.
" Dari tadi aku perhatikan kamu diam saja, ada apa kamu sakit?" Ucap Adam menempel kan tangannya pada kening Yukka.
" Aku seorang dokter Adam, bagaimana bisa aku sakit." Yukka menyingkirkan tangan Adam dengan pelan.
" Dokter juga manusia Yukka, aku tahu betul pasti ada yang terjadi kan padamu?. Katakan apa pun itu aku akan mendegar kan nya?"
Yukka diam menatap Adam yang selalu peduli padanya dan itu yang membuat Yukka jatuh hati pada pemuda itu.
" Seandainya aku bilang, aku cemburu aku sakit hati apa kamu siap mengobati nya Adam." Batin Yukka te senyum getir.
__ADS_1
" Yukka...kenapa bengong sih, apa ada seseorang yang menyakitkan mu?"
Yukka tersenyum kemudian menjatuhkan kepalanya tepat di dada Adam yang nyaman.
" Hey, kenapa jadi bener jika ada yang menyakitkan mu?" Adam nampak begitu khawatir saat Yukka bersandar pada nya.
" Katakan siapa orang itu, akan ku habisi dia agar dia tahu dia sedang berurusan dengan siapa Yukka?"
" Kamu Adam.." Udap Yukka membuat Adam bingung.
" Aku, bagaimana bisa aku yang menyakiti mu?"
" Kamu Adam, kakak terbaikku yang tidak akan pernah menyakiti ku dan akan pasang badan saat aku membutuhkan mu." Kilah Yukka tersenyum getir.
Yukka begitu ingin bicara tentang perasaan nya pada Adam tapi niatannya selalu saja dia gagal kan.
" Aku selalu menyayangi mu Yukka, sampai kapan pun itu dan aku sendiri yang akan memilih kan seorang pria yang jauh lebih baik dari ku setelah itu aku akan merestui kalian." Ucap Adam mencium puncak kepala Yukka.
Yukka mengeratkan pelukan nya pada tubuh Adam.
" Aku begitu ingin berteriak kencang Adam..." Batin Yukka berteriak.
" Aku tidak boleh berpikir jelek, apa yang mereka lakukan sama seperti yang aku lakukan pada kak Sekhu saat aku sedang manja.." Ucap Maryam dengan dada yang berdebar.
Roy yang melihat Maryam terdiam kemudian menghampiri gadis itu dan melihat apa yang sedang gadis itu lihat hingga membuat nya terdiam lama.
Roy melihat bagaimana Yukka memeluk Adam dengan erat dan Adam yang selalu menyayangi gadis itu, entah bagaimana perasaannya saat tahu gadis yang dipeluk dengan sayang itu begitu mencintai nya.
" Adam, tidak kah kau lihat ada 2 orang gadis yang terluka dengan cinta mu nak..Entah bagaimana perasaan mereka saat tahu apa yang kamu lakukan." Batin Roy diam.
" Maryam..." Seru Roy mengagetkan Maryam dan membuat gadis itu langsung berbalik.
" Om, emz maaf nunggu Maryam lama yah.." Ucap Maryam gugup.
" Ayo makan, Adam dan Yukka pasti akan menyusul nanti." Ajak Roy dan membuat Maryam tersenyum dan mengikuti pria itu ke meja makan.
__ADS_1
Tak lama Yukka dan Adam tiba di meja makan dan langsung duduk disamping Maryam.
" Maaf Maryam, kamu menunggu lama.." Ucap Yukka menatap Maryam yang diam.
" Tidak masalah, aku tidak sedang menunggu kalian kok.."
Mereka menikmati makan siang dengan diam hanya terdengar dentingan sendok yang beradu dengan piring, tidak terdengar suara dari mereka bertiga.
Setelah makan Adam mengajak Maryam ke kamar nya untuk beristirahat sejenak, sedangkan Roy bersama dengan Yukka untuk kembali memeriksa kesehatan Roy.
Adam berjalan bersama dengan Maryam masuk kedalam kamar Roy yang bernuansa abu abu itu, kamar itu begitu rapih tanpa ada foto di sana.
" Istirahat dulu, nanti setelah istirahat kita bisa berbincang lagi." Ucap Adam.
" Adam.." Seru Maryam mencegah Adam pergi.
" Hemz, ada apa?" Adam berbalik menatap Maryam.
" Boleh aku bertanya sesuatu?" Ucap Maryam.
" Tentu saja, tanya soal apa?" Adam mendekati Maryam yang merasa gugup.
" Emz, apa kamu tidak memiliki sedikit saja perasaan terhadap Yukka?" Ucap Maryam gugup.
Adam memeluk Maryam dan merasa ingin tertawa, bagaimana bisa dia berpikir jika Adam memiliki perasaan terhadap Yukka.
" Bagaimana bisa kamu berpikir jika aku memiliki perasaan pada Yukka, kamu ini jangan terlalu cemburu dengan kedekatan ku dengan Yukka." Adam menatap mata Maryam dan telihat jelas kelegaan di mata gadis itu.
" Aku tidak cemburu, aku.."
Adam mencium bibir Maryam dan membuat gadis itu kembali terkejut dengan ciuman mendadak Adam, Adam merai pinggang ramping Maryam agar semakin deket dengan nya.
Cumbuan Adam semakin dalam membuat Maryam nampak kewalahan mengimbangi nya belum lagi dari belum begitu ahli dalam bercium, Adam menikmati ciuman nya yang semakin dalam.
Maryam semakin terlena dengan ciuman itu dan menikmati setiap sentuhan di bibir nya yang mungil, saat terasa nafas mereka sudah memburu Adam melepaskan panggutan nya pada bibir Maryam.
__ADS_1
" Tidur lah, aku akan pergi tidur di kamar tamu saja." Ucap Adam menjauh dari Maryam.
Maryam hanya mengganguk menatap kepergian Adam keluar dari kamar nya, gadis itu menyentuh bibirnya yang nampak memerah karena cumbuan mereka yang begitu nikmat.