MAFIA SI CASANOVA

MAFIA SI CASANOVA
Bagaimana Jika Dia Masih Hidup?


__ADS_3

Sekhu datang kembali ke sebuah bar bersama dengan Eldho dan Indra menikmati kembali minuman yang memabukkan dan juga dapat meringankan beban pikiran mereka.


Sekhu kini sedang memangku seorang wanita cantik dengan pakaian yang hampir terbuka sempurna,membuat sahabat nya hanya bisa mengeleng melihat kelakuan Casanova itu.


Sebutan Casanova sudah lama di sandang oleh Sekhu bahkan sebelum dia mengenal Kirana yang kini sudah menjadi istri nya itu,Sekhu selalu menghabiskan waktu nya di bar itu bersama dengan Indra dan Eldho sejak sama SMP.


Meski begitu Sekhu tidak begitu minat untuk menikmati surga dunia yang lain yang bisa membuat nya sakau atau mati saat itu juga,Eldho menepuk bahu Sekhu saat mata nya melihat keberadaan seseorang yang begitu dikenal nya.


"Bukan kah itu Leo dan Kirana?" Gumam Indra berbisik pada Eldho.


Sekhu mengikuti arah pandang mereka dan kemudian menatap nya tanpa ekpresi sebenarnya Sekhu sudah cukup lama tahu hubungan gelap istri nya itu dengan Leo pria yang selalu dia panggil sahabat nya itu.


Tapi kini mereka mengibarkan genderang perang di depan mata Sekhu yang langsung membuat Indra dan Eldho waspada dengan hal Gila yang akan dilakukan oleh Sekhu.


Sekhu berdiri dan langsung membuat dua sahabat nya waspada dengan apa yang akan dilakukan oleh nya.


"Mau kemana lo?" Cegah Indra menahan tangan Sekhu.


"Balik..." Ucapan Sekhu langsung membuat mereka menolongo dengan ucapan sepontan nya itu.


Sekhu benar-benar pergi meninggalkan mereka yang masih menatap nya tidak percaya sedang Sekhu berjalan dengan cepat menuju mobil nya, meski sedikit mabuk tidak membuat Sekhu kehilangan kesadarannya.


"Akan ku buat kau menyesal, berani sekali kau selingkuh di depan mata ku Kirana." Ucap Sekhu meninggal kan bar di mana sahabat dan juga istri nya berada di sana.


Sekhu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah nya, rahang nya mengeras setiap mengingat apa yang Kirana dan Leo lakukan.


***


Setelah mandi Naina memilih duduk di balkon kamarnya menatap kerlap kerlip bintang di langit yang bersinar terang, pikiran nya melayang jauh mengingat kehidupan nya bersama dengan orang tua dan juga Adam kekasih nya sejak sekolah dulu.


Flashback


Ayah Naima Clay Ibrahim sudah meninggal dalam kecelakaan pesawat yang dia tumpangi bersama dengan rekan kerja nya saat hendak menuju Thailand, saat itu Naima masih berusia 16 tahun.


Sejak kepergian ayahnya Naima menjadi sedikit pendiam hanya bersama dengan Adam saja gadis itu nampak cerita, tahun terus berganti kehidupan Naima yang dulu seperti tuan putri kini berubah drastis.


Kekayaan yang ditinggalkan oleh Clay Ibrahim habis begitu saja di tangan ibunya Sarah Winaya, sejak kepergian Clay Sarah menjadi begitu kasar pada Naima dia bahkan tidak segan memukul gadis itu.


Sarah juga kini sudah menikah kembali dengan seorang pria yang dia temui di sebuah bar besar, Naima tidak menyukai ayah baru nya itu karena begi Naima pria itu hanya memanfaatkan ibunya saja.


Namun Naima memilih untuk diam karena berbicara pun tidak ada hasil nya, setelah selesai sekolah Naima memilih untuk bekerja paru waktu untuk sekedar menyambung hidup nya sendiri.


Terkadang saat Sarah tidak berada di rumah Alex suaminya beberapa kali ingin melecehkan Naima, namun meski begitu Sarah acuh dan tidak begitu peduli dengan ucapan Naima.


" Maaf..dengarkan Naima dulu, dia berbohong ma.."Ucap Naima berusaha menjelaskan pada Sarah saat Alex ingin melecehkan dirinya.


Plak


Satu tamparan keras mendarat keras diwajah Naima.


"Ma..." Gumam Naima lirih.


"Apa kau belum puas menghancurkan hidup ku haaa, dasar anak tidak tahu diri.." Sarah mendorong tubuh Naima hingga terjungkal.


"Lihat sayang, mau jadi apa dia merayu ayah tirinya sendiri seperti itu.." Timpal Alex dibelakang Sarah.


"Tii.ti..da..ma, mama percaya pada Naima kan?" Naima menyentuh kaki Sarah dengan deraian air mata.


"Menjauh dari ku, aku peringatan kan sekali lagi Naima Ibrahim..Jangan pernah kamu berniat merayu Alex lagi atau aku akan berlaku lebih kasar lagi." Ucap Sarah meninggal kan Naima.


Sedangkan Alex tertawa melihat anak tiri nya itu yang menangis dengan tersedu-sedu, Alex berlutut menatap Naima dan memegang rahang gadis itu dengan keras.


"Aw.." Pekik Naima.

__ADS_1


"Seandainya kau menurut mungkin saja semua ini tidak akan terjadi, anak bodoh.." Ucap Alex.


"Lepas.." Naima berdiri meninggal kan Alex yang tertawa puas melihat pipi Naima yang sedikit merah dan mengeluarkan darah.


Naima berlari ke dalam kamarnya dengan perasaan yang kacau hatinya begitu sakit dengan perlakuan kasar Sarah padanya, bagaimana bisa seorang ibu lebih percaya pada orang lain dari pada anak kandung nya sendiri.


"Kenapa mama berubah, apa salah Naima pada mama.." Ucap Naima mengdegelam kan kepalanya.


Sedangkan Alex menyusul Sarah ke dalam kamarnya wanita 45 tahun itu nampak sedang mengisap rokok dengan santai tanpa memikirkan perasaan Naima.


"Sayang, apa tidak lebih baik kamu menerima permintaan dari pak Sekhu?" Ucap Alex memeluk Naima.


"Tidak, bagaimana pun dia anak ku bagaimana mungkin aku menjualnya." Ucap Sarah.


"Jika dia menikah dengan Sekhu, kehidupannya jauh lebih baik dan kita juga akan mendapatkan uang yang begitu banyak." Ucap Alex.


"Aku akan memikirkan nya dulu."


"Ingat sayang semua itu demi kehidupan nya juga, kita juga butuh uang untuk kehidupan kita juga kan?"


"Beri aku waktu Alex, aku akan memikirkan nya dulu."


"Baiklah, jangan terlalu lama takut jika Sekhu sudah mendapatkan seorang gadis yang bisa menampung anak nya."


FLASHBACK ON


Naima menghapus air mata nya dengan kasar mengingat perbuatan Sarah yang jahat dan kejam padanya, mobil Sekhu masuk kedalam perkarangan rumah membuat Naima segera menghapus air matanya dan menatap Sekhu yang sedikit berjalan sempoyongan.


"Apa dia sedang mabuk?" Ucap Naima.


Naima berjalan turun hendak menghampiri Sekhu yang baru keluar dari mobil, sedikit berlari Naima menghampiri Sekhu yang hampir terjatuh di depan pintu.


"Tuan Sekhu.." Pekik Naima mengkaap tubuh Sekhu dengan cepat.


"Pelan pelan.." Ucap Naima membawa Sekhu menaiki tangga satu persatu.


Setelah sampai Naima langsung menidurkan Sekhu di atas kasur dengan pelan, Naima melepaskan sepatu yang dikenakan Sekhu dengan tulus.


Melepaskan jas dan juga pakaian Sekhu karena terkena muntahannya dan begitu berbauk tak sedap karena alkohol, Sekhu juga tanpa perlawanan menurut dengan semua perlakuan Naima.


"Naima..." Ucap Sekhu saat Naima hendak meninggal kan nya.


"Iya..apa kau membutuhkan sesuatu?" Ucap Naima.


"Jangan pergi..."Ucap Sekhu sebelum terpejam.


Naima melepaskan genggaman tangan Sekhu dari pergelangan tangannya kemudian menatap laki laki yang sudah sah jadi suami nya itu.


" Seandainya Sekhu adalah Adam, maka aku akan menjadi wanita terbahagia di dunia ini."Ucap Naima lirih.


Naima memilih kembali duduk di balkon dengan diam entah kenapa pikiran nya benar-benar sedang flashback ke masa dimana dia bahagia dulu, lagi lagi bayangan Adam kembali muncul di ingatan nya.


"Kak Adam...Aku merindukan mu, apa kamu hidup atau sudah tiada?" Ucap Naima menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Jam sudah menujukan pukul 00.00 tengah malam tapi Naima masih bertahan teridam di balkon kamar itu sembari sesekali menatap layar ponsel nya, Naima membuka akun sosial media lama nya yang dimana masih begitu banyak foto foto dirinya bersama dengan Adam dan ayahnya.


Sekhu mengerjabkan mata nya perlahan karena rasa haus yang menyerang tenggorokan nya, mata nya menatap segelas air diatas nakas kemudian meneguk nya hingga habis.


Sekhu menatap sekeliling kamar yang begitu sunyi dan menatap tubuh nya yang kini sudah tidak mengenakan baju, Sekhu menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh nya kemudian berjalan menuju pintu balkon yang terbuka.


Sekhu berdiri menatap Naima yang menatap poto keluarga nya dengan diam sesekali menyeka air mata yang mengalir di pipi nya, udara dingin tidak membuat nya merasa kedinginan.


"Apa yang kau lakukan disini,bagaimana jika kau sakit?" Suara berat membuat Naima terkejut dan langsung berbalik menatap Sekhu.

__ADS_1


"Tuan Sekhu..." Gumam Naima.


"Berhenti memanggilku dengan sebutan tuan, aku bukan majikan mu." Ucap Sekhu yang menyusul Naima dan meletakkan kepalanya di atas paha Naima.


Tubuh Naima menegang saat Sekhu meletakkan kepalanya diatas paha nya yang hanya berbalut hotpants pendek itu.


"Kau merindukan orang tua mu?" Ucap Sekhu.


"Aku merindukan ayahku dan juga kekasih ku yang kau bunuh." Ucap Naima dingin.


Sekhu terkekeh mendegar ucapan Naima yang begitu berani.


"Kau masih mencintai pemuda itu?" Sekhu menatap Naima yang membuang pandanganya jauh ke langit.


"Tentu saja aku masih begitu mencintai nya, aku baru meninggalkan nya selama 2 bulan itu pun karena dirimu."


Sekhu hanya diam menatap mata berair Naima yang tertahan.


"Sejak SMA dan saat ayahku meninggal hanya Adam yang ada di samping ku, aku begitu mencintai pemuda itu impian impian kebahagiaan sudah kami susun sebegitu indah."


Sekhu hanya diam mendengar ucapan Naima.


"Sampai pada saat aku harus menerima pernikahan dengan mu dan ingin lari bersama dengan nya, tapi kau menghancurkan semua kebahagiaan ku.."


"Bagaimana jika aku beritahu, jika kekasih mu itu masih hidup?" Ucap Sekhu langsung membuat Naima menatap nya tajam.


"Apa kau serius?"


FLASHBACK


"Bersihkan tempat ini." Printah Sekhu pada semua bodyguard nya untuk menghilangkan jejak.


Sekhu membawa Naima menuju rumah nya di mana semua orang sudah menunggu kedatangan mereka.


Sedangkan semua orang kepercayaan Sekhu langsung menghampiri mobil yang meledak itu dan terkejut saat mengetahui jika Adam masih hidup meski terluka parah.


"Pemuda itu masih hidup, sebaiknya kita menghubungi tuan Sekhu." Ucap seorang bodyguard.


"Iyaa, kita harus mengubungi nya."


Mereka langsung menghubungi Sekhu yang kini sudah berada di rumah.


"Ada apa?" Ucap Sekhu meninggal kan Naima sendiri.


"Pemuda itu masih hidup tuan, lantas apa yang harus kami lakukan sekarang?"


"Bawa dia kerumah sakit urus semua pengobatan nya setelah itu menghilang tanpa jejak, biarkan keluarga pemuda itu mencari nya."


"Baik tuan."


Sekhu mematiian sambung itu kemudian kembali dimana Naima menunggu nya.


Sekhu tidak berniat menghabiskan pemuda itu namun karena mereka berniat untuk melarikan diri membuat Sekhu marah dan memutuskan untuk memasang bom di dalam mobil Adam.


Sekhu sudah mencari tahu tentang keluarga Adam namun dia tidak bisa menemukan nya sama sekali, tanpa Sekhu sadari dia kini sedang berhadapan langsung dengan musuh bebuyutan keluarga nya sendiri.


FLASHBACK ON


" Kenapa kau diam, ada Adam masih hidup?"Ucap Naima.


"Itu bukan urusan mu lagi, sekarang kau istri ku fokus saja membuat keturunan ku lahir di rahim mu." Ucap Sekhu meninggalkan Naima yang kesal.


"Ah...bisa gila aku seperti ini terus.." Pekik Naima yang masih bisa di dengar dengan jelas oleh Sekhu.

__ADS_1


__ADS_2