
Kirana meninggal kan rumah menuju apartemen Leo dan membicarakan semua niatan Renaldi pada nya dan Sekhu.
" Jangan sampai, wanita ****** itu hamil lebih dulu." Gumam Kirana melajukan mobilnya.
Malam itu keluarga Sekhu telah memutuskan untuk menunggu siapa diantara kedua menantunya itu yang segera hamil, jika diantara mereka ada yang belum hamil maka Sekhu akan menceraikan nya.
Naima terdiam mengingat ucpan Renaldi saat makan malam tadi bagaimana jika dirinya tak kunjung hamil dan dia harus diceraikan, sedangkan hidup nya sudah hancur ditambah lagi dia akan segera di buang dari sini.
" Kenapa Tuhan tidak pernah berpihak padaku, apa aku memang tidak berhak untuk bahagia?" Gumam Naima menatap air kolam yang tenang.
Maryam duduk disamping Naima membuat gadis itu terkejut.
" Maryam.." Ucap Naima.
Maryam hanya tersenyum menatap Naima.
" Kakak tidak perlu khawatir akan di usir dari sini, mama gak akan pernah membiarkan kak Naima keluar dari rumah kak Sekhu atau pun diceraikan."
Naima sedikit bingung dengan ucapan Maryam yang begitu serius. Gadis itu nampak serius menatap Naima.
" Maksudnya?".
" Sudah lah, nanti juga kakak tahu sendiri. Ayo tidur aku ngantuk, hari ini aku mau tidur sama kak Naima saja." Maryam langsung berdiri dan menarik tangan Naima.
" Ta..tap...tapi Maryam.." Ucap Naima tidak didengar oleh Maryam.
" Di mana kamar kakak?" Maryam nampak begitu antusias dengan menuju beberapa kamar di lantai dua rumah Sekhu.
" Dimana, ayo cepat aku ngantuk sekali.."
" Di sana..." Naima menujuk kamar pribadi Sekhu yang langsung membuat Maryam terdiam.
__ADS_1
" Baiklah, kalau begitu kak Naima saja yang tidur di kamar ku di lantai 1 ..."
" Kenapa Maryam, bukan kah kamu begitu bersemangat tadi?" Naima heran kenapa orang orang begitu takut masuk kedalam kamar pribadi Sekhu.
" Apa di dalam sana, ada pesugihan Sekhu itu kenapa adiknya sendiri pun takut masuk kesana." Batin Naima bergidik ngeri.
" Gak papa, udah yuk turun lagi." Gumam Maryam.
Belum sempat Naima dan Maryam turun suara Sekhu mengejutkan mereka.
" Mau kemana kalian?" Ucap Sekhu dengan suara berat.
Mereka berbalik dan tersenyum menatap Sekhu.
" Kakak..." Maryam mendekati Sekhu dan bergelayutan manja di lengan Sekhu.
Mata Sekhu menatap tajam Naima yang terdiam karena takut dengan tatapan Sekhu yang seolah olah ingin memakannya langsung.
" Kenapa?" Sekhu berkata dengan lembut kemudian mengusap lembut rambut Maryam.
" Kenapa, bukan kah kamu punya kamar sendiri Maryam?"
" Emz..aku mau tidur sama kak Naima kak, lagian aku akan jarang tidur disini." Sungut Maryam kesal.
" Kamu ini mau tidur dengan Naima hanya untuk berceloteh tidak jelas kan, sudah tidur sendiri di kamar mu. Kakak ingin berbicara dengan Naima sekarang."
" Tapi..."
" Maryam.."
Maryam hanya mendengus kesal dan menghentak kan kakinya kemudian meninggalkan Sekhu dan Naima sendiri.
__ADS_1
" Besok pagi, aku akan menemani mu Maryam." Ucap Naima yang hanya di angukan oleh Maryam yang kesal.
" Masuk kedalam." Sekhu meninggalkan Naima sendiri yang masih menatap Maryam.
Dengan lesu Naima menyusul Sekhu masuk kedalam kamarnya.
" Kenapa?" Ucap Naima menatap Sekhu yang melepas kemeja nya.
" Aku peringatkan pada mu Naima, jangan terlalu dekat dengan adik ku." Sekhu yang bertelanjang dada mendekati Naima.
Naima merasa semakin gugup tak kalah Sekhu berjalan perlahan mendekati nya, Naima mundur dan duduk di kasur menghindari kontak mata dan fisik bersama dengan Sekhu.
" Iya, aku akan sedikit menjauh dari Maryam." Gumam Naima menunduk.
Sekhu berdiri di depan wajah Naima mengangkat dagu wanita itu dengan perlahan menatap mata tajam nya.
" Apa kau ingin cepat bebas dari ku, tidak hanya bebas aku akan memeberikan semua kebutuhan mu?"
" Apa maksud mu?"
" Beri aku keturunan segera mungkin, maka aku akan melepaskan mu dan juga akan tetap menjamin kehidupan mu."
" Kau ingin aku menjual anak ku?"
" Terserah kau ingin berbicara apa, tapi bukan kah memang kau ingin cepat bebas dari ku dan menjalani hidup mu dengan normal bukan?"
Naima diam menata tajam mata Sekhu, dalam hatinya dia begitu ingin cepat terbebas dari cengkraman Sekhu dan bisa kembali ke kehidupan normal nya dan mencari Adam.
Namun hati nurani nya berkata jika dia tidak mungkin sanggup berpisah dengan anak nya nanti, bagaimana bisa dia menukar anak nya dengan kebebasannya sendiri.
Sekhu menatap Naima yang diam kemudian tersenyum tipis memajukan bibir menyentuh bibir Naima membuat wanita itu tersadar dan membelak sempurna.
__ADS_1
Malam itu Sekhu kembali menyentuh nya merasakan kenikmatan yang tidak dia dapat dari Kirana, meski tujuannya hanya seorang anak dari rahim Naima.
Namun entah ada sepercik kebahagiaan di hati Sekhu setiap kali bertemu dan melepaskan kenikmatan bersama dengan Naima, meski mereka baru bersama 2 bulan.