
Sekhu yang marah langsung meninggalkan Naima di dapur menuju kamar Naima untuk tidur, Maryam hanya diam menatap kakaknya yang masuk kekamar dengan wajah kesal.
Tak lama Naima keluar dengan membawa dua cangkir kopi dan teh untuk Sekhu dan Maryam.
" Dimana kakakmu?" Ucap Naima meletakkan minuman di atas meja.
" Masuk kamar kak, entah cemberut aja dari tadi tuh orang." Seru Maryam yang masih sibuk menonton televisi.
Naima hanya mangut mangut mendengar ucapan Maryam kemudian ikut duduk disamping adik iparnya itu menonton televisi, jam sudah terlewat menjadi siang hari.
Drdrdr
Ponsel Sekhu bergetar dan terlihat nama Kirana dilayar ponsel Sekhu dan langsung membuat dua wanita itu saling pandang.
" Angkat tuh, bilang aja kak Sekhu lagi tidur." Ucap Maryam menatap Naima.
" Gak ah, males." Naima membuat muka nya.
Ponsel terus saja bergetar membuat Maryam kesal karena mengganggu acara televisi kesukaan nya.
" Hallo.." Maryam dengan kesal mengangkat telepon Kirana.
" Dimana Sekhu?" Ucap Kirana dengan marah.
" Kak Sekhu lagi tidur, dirumah kak NAIMA." Ucap Maryam dengan menekan nama NAIMA di ujung panggilan nya.
" Apaa..berikan panggilan ku pada Sekhu Sekhu, jangan main main dengan ku Maryam."
" Kau yang jangan main main dengan ku, atau kakaku sendiri yang akan menguliti mulutmu yang berani membentak ku." Maryam langsung mematikan sambungan telepon Kirana yang begitu ramai dengan suara gaduh seseorang.
__ADS_1
" Kenapa?" Ucap Naima.
" Gak penting."
***
Sedangkan di cafe Leo kini sedang dihajar habis habisan oleh Indra dan Eldho sesuai dengan perintah Sekhu beberapa jam lalu.
Kirana berusaha melerai apa yang mereka lakukan dengan pria yang begitu dia cintai itu namun tetap saja mereka tidak perduli dengan ancaman ancaman Kirana.
Cafe itu kini sudah sepi tidak ada seorang pengunjung pun berada di sana karena Indra sudah menyewa cafe itu dengan cukup mahal, tidak ada yang bisa menghentikan mereka sekarang .
Kesadaran Leo kini semakin tidak terkendali membuat Kirana semakin panik dibuatnya tenaganya tidak seberapa dibandingkan dengan tenaga dua tangan kanan suaminya itu.
" Indra hentikan, kalian bisa membunuh nya bodoh.." Pekik Kirana.
Indra mendekati Kirana yang panik dan menatapnya dengan tatapan mengoda.
" Jika kau mau, aku bisa menggantikan nya sebagai simpanan mu Kirana?" Indra menyentuh rambut Kirana membuat wanita itu marah.
" Jaga batasan mu, aku masih istri Sekhu apa kamu mau aku mengadu padanya jika kau berusaha melecehkan ku?" Ancam Kirana merasa takut dengan tatapan Indra yang selalu tidak bersahabat dengan nya.
" Maka Sekhu akan bilang padaku, ambil saja sampah yang sudah pernah terpaki oleh banyak laki-laki itu jika aku mau.." Tawa Indra semakin kencang melihat wajah Kirana yang merah padam.
" Awas.." Kirana mendorong kencang tubuh Indra kemudian mendekati Eldho yang masih memukuli Leo yang sudah babak belur itu.
" Berhenti..." Pekik Kirana menarik tangan Eldho menjauh.
" Leo..kamu gak papa, bangun kita ke rumah sakit sekarang.." Kirana berusaha membawa Leo untuk pergi sebelum tangan besar Indra menariknya dengan kasar.
__ADS_1
" Aw..." Kirana memekik saat Indra menarik paksa tangannya membuat tubuh limbung Leo terjatuh ke lantai.
" Lepaskan dia.." Pekik Leo menahan sakit ditubuh nya.
" Diam kau atau akan meminta Eldho menghabisi si brengsek ini." Bentak Indra.
Kirana memberontak melepaskan diri dari Indra dan itu semakin membuat Indra marah dan menampar Kirana hingga wanita itu tersungkur jatuh, Eldho menatap apa yang terjadi dengan bingung.
" Sudah lah, ayo kita pergi." Ucap Eldho mengajak Indra menjauh.
Kirana memegangi pipinya yang merah dan telihat berdarah akibat tamparan keras tangan kekar Indra, mata nya menatap tajam ke arah dua pria yang keluar dari cafe itu.
" Aku tahu kau masih mencintai ku, Indra.." Batin Kirana tersenyum sinis.
Indra masuk kedalam mobil Eldho meninggalkan cafe sedangkan mobil Indra akan diurus oleh bodyguard Sekhu yang telah di hubungi Eldho.
Dalam perjalanan mereka saling diam tanpa ada pembicaraan sama sekali, Eldho begitu tahu jika Indra masih begitu mencintai wanita yang kini sudah menikah dengan sahabat baik mereka.
Meski itu sudah terjadi 10 tahun yang lalu tapi pemuda itu tatap menunggu di mana nanti Kirana akan kembali padanya, meski dia juga harus membuat sahabat nya itu keburukannya.
" Gue harap, cinta lo itu sudah mati bro..." Gumam Eldho tanpa menatap Indah.
Pemuda itu tetap diam dan tidak berniat untuk menjawab ucapan Eldho dan tentu saja sahabatnya itu sudah tahu jawaban yang akan di berikan oleh nya.
" Sekhu akan begitu marah saat tahu, pipi mulus istri nya lo tampar." Gumam Eldho lagi.
" Persetan dengan semua itu, gue gak peduli." Jawab Indra datar.
Mereka mengendarai mobil itu dengan santai menuju casino milik Sekhu yang beberapa hari lalu di hancurkan oleh anak buah adam yang belum mereka ketahui.
__ADS_1