MAFIA SI CASANOVA

MAFIA SI CASANOVA
Hamil


__ADS_3

Setelah pulang dari taman semalam Naima merasa tubuh nya kurang sehat pagi itu, tubuh nya begitu lemas dan muntah muntah bahkan kepala nya terasa begitu berdenyut.


" Huft, kayaknya aku masuk angin deh pusing banget sih.." Gumam Naima pelan kembali berbaring diatas ranjang nya.


Beberapa kali Maryam menghubungi ponselnya namun Naima benar-benar sedang tidak sehat tubuh nya begitu lemas, membuat Maryam khawatir.


***


" Kak Naima kemana sih, kok tumben gak diangkat sih." Gumam Maryam berjalan menuruni anak tangga.


" Maryam perhatikan jalanmu, bukan ponsel mu saja." Tegur Renaldi dengan menatap anak perempuan nya.


" Pah..kak Naima kok gak ada kabar sih, apa kak Naima sakit?" Maryam berlari menghampiri Renaldi.


" Mungkin Naima masih sibuk sayang, untuk aapa kamu menghubungi nya pagi pagi seperti ini?" Ucap Maria.


" Mau jalan jalan lah, Shoping.." Ucap Maryam duduk di bangku kesayangan nya.


Sekhu turun dari tangga membuat Maryam terkejut bagaimana bisa kakaknya itu tidur dirumah orang tua nya, kenapa Maryam baru sadar.


" Kak Sekhu kok disini sih, aku pikir kak Naima sibuk sama kak Sekhu makanya gak menjawab telfon ku?" Gumam Maryam.


" Memang kenapa dengan Naima, mungkin dia sedang sibuk sekarang." Ucap Sekhu singkat duduk di meja makan.


" Bagaimana kalau kak Naima sakit, dia kan sendiri dirumah nya?"


" Nanti kakak akan menjenguk nya, mungkin dia sedang sibuk."


Maria menatap anak sulung nya itu yang nampak diam dan kacau.


" Ada masalah apa Sekhu?"


Sekhu yang menyeruput kopi nya seketika diam menatap Maria dan Renaldi yang menatapnya penuh tanya.


" Sekhu akan mengurus perpisahan ku dengan Kirana, aku akan membawa Naima ke rumah yang baru saja aku beli beberapa bulan lalu di kompleks rumah ini."

__ADS_1


Maryam berbinar mendegar ucapan kakaknya jika dia lebih memilih bersama dengan Naima bukan nenek sihir itu, kedua orang tua Sekhu juga bahagia mendegar ucapan yang selama ini mereka tunggu.


" Bagus Sekhu, mama dan papa ikut bahagia dan mendukung kamu dan keputusan kamu itu." Ucap Maria dengan senyuman.


" Aku juga lebih bahagia kak, akhirnya selain kak Naima jadi kakak ipar ku satu satunya kak Naima juga menjadi istri satu satunya kakak." Ucap Maryam memeluk lengan Sekhu dengan bahagia.


" Hemz." Gumam Sekhu tanpa ekpresi.


Setelah sarapan Sekhu langsung bergegas ke rumah Naiam melihat keadaan istri nya itu yang tidak ada kabar sejak pagi, jam sudah menujukan pukul 10.00 pagi jalanan sudah begitu ramai dengan pengendara motor dan mobil.


Setelah perjalanan 1 jam akhirnya Sekhu sampai di kompleks perumahan Naiam dan nampak beberapa ibu ibu sedang duduk di depan teras sembari bercerita, kedatangan Sekhu membuat mereka menghentikan aktifitas mereka.


" Selamat pagi.." Sapa Sekhu datar dan berlalu meninggalkan ibu ibu yang menatapnya kagum.


" Pagi juga.." Seru mereka kompak.


Sekhu langsung masuk kedalam rumah Naiam yang nampak begitu sepi.


" Apa itu suaminya Naiam yah, ganteng banget loh kayak kaya raya deh?" Gumam seorang wanita.


" Wah bisa jadi, soalnya suaminya itu kan jarang kesini Naiam juga lebih sering pergi sendiri toh."


Bisik bisik tetangga tentang Naiam yang sebagai wanita simpanan terdengar nyaring.


Sekhu yang baru masuk langsung dikejutkan dengan keadaan Naiam yang tergeletak di lantai rumah nya.


" Naiama..." Pekik Sekhu langsung menghampiri tubuh tak berdaya Naiam.


" Naiama bangun, kamu kenapa Naiam..." Sekhu semakin panik saat tubuh lemas Naiam tidak merespon sentuhan nya.


Sekhu langsung menggendong tubuh Naiam dengan sedikit berlari menuju pintu dan membuat para wanita disana menatap mereka tekejut.


" Naiam kenapa, kok pingsan.." Celetus seseorang wanita saat Sekhu dengan cepat langsung membawa nya masuk kedalam mobil.


" Bertahan lah, aku akan membawa mu ke rumah sakit segera." Ucap Sekhu langsung melajukan mobilnya dengan cepat.

__ADS_1


Sekhu mencari rumah sakit terdekat untuk segera membawa Naiam yang masih belum sadarkan diri itu, setelah sampai di sebuah rumah sakit Sekhu langsung berlari masuk kedalam rumah sakit membawa Naiam.


" Maaf Pak, bapak tunggu di sini kami akan memeriksa istri tuan." Ucap seorang suster mendorong tubuh Sekhu.


Dengan gusar Sekhu duduk dengan cemas memikirkan keadaan Naiam yang tidak sadar kan diri.


" Bagaimana bisa dia sakit, tapi dia tidak memberitahu ku atau Maryam?" Gumam Sekhu meremas rambut hitam nya.


Sekhu duduk dengan tidak tenang memikirkan Naiam pria itu begitu khawatir hingga tidak bisa berpikir jernih, beberapa panggilan dari Maryam pun tidak dia idahkan.


CLEK


Pintu ruang di mana Naiam di periksa langsung terbuka dengan jelas dan seorang dokter wanita tersenyum menatap Sekhu.


" Bagaimana keadaan Naiam, apa dia terluka atau apa dokter?" Gumam Sekhu panik.


Dokter itu tersenyum lebar melihat mimik khawatir Sekhu.


"Bapak tenang dulu, nyonya Naiam tidak papa tidak ada yang terluka sama sekali." Ucap dokter itu.


" Lantasi kenapaa dia pingsan, jika dia tidak terluka atau sedang sakit?"


"Istri anda sedang hamil saat ini, usia kehamilan nya baru menginjak 4 minggu pak jadi ibu Naiam mengalami sedikit tanda kehamilan yang tidak dia sadari."


Sekhu diam menatap dokter tak percaya dengan pendengaran nya saat ini, saat ini Sekhu benar-benar ingin berteriak kencang akhirnya dia menjadi seorang ayah.


" Apa dokter sedang tidak bercanda, apa benar istri saya sedang mengandung?" Sekhu berusaha bertanya dengan serius kepada dokter itu.


" Ini sungguhan pak, selamat atas kehamilan istri anda jaga baik baik calon bayi kalian. Saya permisi dulu seorang suster akan membawa nyonya Naiam untuk pindah ruang inap."


Sekhu tersenyum menatap kepergian dokter wanita itu dengan begitu bahagia.


" Aku akan jadi seorang ayah, aku akan dipanggil DADDY oleh anakku nanti.." Ucap Sekhu dengan begitu gembira.


Kebahagiaan sedang berpihak pada Sekhu saat itu dengan kehamilan Naiam yang begitu dia tunggu dan juga perceraian nya dengan Kirana yang akan segera dia urus segera.

__ADS_1


__ADS_2