
" Bagus, saya suka dengan kinerja kamu ini bayaran yang sudah saya janji kan.."Ucap Kirana menyerah amplop berisi kan sejumlah uang pada seorang pria.
" Saya bisa membantu ibu Kirana lebih dari ini, tapi dengan bayaran yang sesuai tentu nya.." Ucap pria itu tersenyum.
" Untuk saat ini saya rasa sudah cukup, tapi jika saya membutuhkan bantuan mu lagi saya akan segera menghubungi mu lagi."
" Baik kah bu, tapi ingat jika nanti pak Sekhu mengetahui jika saya yang membocorkan semua transaksi nya.. Saya tidak ingin menderita sendiri, saya akan membawa ibu bersama saya."
" Semua akan aman terkendali, kamu tidak perlu menghawatirkan semua itu."
" Baik, saya permisi bu Kirana." Pria itu pergi meninggalkan Kirana yang tersenyum senang.
" Jadi bagaimana Sekhu, apa kamu akan kembali padaku sebelum semua bisnis gelap mu itu aku hancurkan secara perlahan." Ucap Kirana menopong dagunya dengan dua tangannya.
***
5 Bulan kemudian
Saat ini kehamilan Naima sudah menginjak usia 7 bulan dan mereka berencana mengadakan acara 7 bulanan.
Sekhu dan Naima betingkah biasa saja sejak kejadian beberapa bulan lalu saat Naima menyuruh Sekhu untuk tidak melakukan hal yang mengingatkan nya pada Adam.
Hubungan Adam dan Maryam juga semakin dekat.
" Bagaimana kak Naima, bagus kan rancangan ku?" Ucap Maryam menujukan hasil dekorasi nya pada Naima.
__ADS_1
" Bagus kok, kakak suka tapi Maryam..."
" Tapi kenapa kak, udah gak usah khawatir aku yakin kok kalau keponakan ku ini berjenis kelamin perempuan.." Ucap Maryam begitu bersemangat.
Naima dan Sekhu akan melihat jenis kelamin anak mereka saat nanti acara 7 bulanan anak mereka dilakukan, sedangkan Maryam begitu bersemangat mendekorasi rumah itu dengan nuansa pink yang mencolok.
Sekhu dan keluarga nya hanya bisa menghela nafas saat keputusan Maryam yang jarang bisa diubah itu.
" Iyaa terserah kamu saja, yang penting nanti saat tebakan mu meleset aku rasa kamu tidak akan kecewa kan?"
" Gak aku gak akan kecewa kok, udah deh kakak gak usah khawatir.." Maryam mengelus lembut perut Naima yang membuncit.
Di lain tempat Adam nampak melihat poto ayahnya yang telah meninggal 3 bulan lalu dengan sedih.
" Kenapa papa pergi begitu cepat, padahal papa belum melihat bagaimana kehancuran mereka pah..." Gumam Adam.
Sedangkan Yukka gadis itu setelah mengucapkan kata perpisahan dengan Sekhu dan Roy kemudian tidak pernah kembali ke Jakarta lagi, sudah 6 bulan berlalu tapi rasa sedih di hati ku belum bisa pulih dan membuat nya kembali pulang.
Bahkan gadis itu mengganti semua nomor ponsel nya agar Adam tidak bisa mencarinya dan menghubungi nya, hingga pada saat terakhir Roy pun gadis itu tidak bisa ditemukan oleh Adam.
Adam terlalu frustasi hingga kini memilih untuk tidak mengingat keberadaan Yukka lagi nanti jika gadis itu ingin, mungkin dia akan kembali pulang kw rumah nya.
Adam mengendarai motor ninja hitam milik nya kemudian berkendara dengan santai menuju rumah Naima yang kini sudah penuh dengan banyak keluarga dan rekan bisnis Sekhu.
Jam sudah menujukan pukul 19.00 malam Adam segera mempercepat laju motor nya agar datang tepat waktu bertemu Naima.
__ADS_1
Naima kini sudah siap dengan dress hitam yang begitu indah ditubuh nya meski perut nya nampak membuncit besar, Maryam membantu kakak iparnya itu untuk segera turun mengingat acara akan segera di mulai.
Sedangkan Sekhu dan Renaldi kini sudah sibuk menyambut rekan bisnis mereka yang datang, sedangkan Maria sibuk berbincang dengan teman teman sosialita nya yang tak lain adalah istri dari rekan bisnis mereka.
Karena mereka bukan dari keluarga biasa maka Sekhu sudah mengatur beberapa bodyguard nya untuk berjaga di luar rumah dan di dalam agar menjaga semua keluarga nya tetap aman.
Tak lama Adam datang dengan membawa paperback berwarna biru yang dibawa di tangan kanannya, Renaldi yang tahu kedatangan Adam langsung menghampiri pemuda itu dan menyambutnya.
" Selamat malam om Renaldi dan pak Sekhu.." Ucap Adam.
" Selamat malam Adam, Terima kasih sudah mau menghadiri pesta Naima dan Sekhu." Ucap Renaldi.
" Sama sama om, ini untuk calon anak anda pak Sekhu.." Adam menyerahkan paperback nya pada Sekhu yang nampak dingin dan datar.
" Tidak seharusnya anda repot repot, saya bisa memberikan semua yang anak saya butuhkan." Ucap Sekhu tajam namun masih menerima paperback yang di sodorkan oleh Adam.
Renaldi yang melihat Sekhu yang begitu dingin dan datar pada Adam merasa kurang menyukai dengan tingkah anak nya itu kemudian menyikut perut Sekhu pelan.
" Kau tinggal bilang Terima kasih Sekhu, tidak perlu bersikap seperti itu." Ucap Renaldi sedikit berbisik.
" Memang kenyataan nya begitu." Ucap Sekhu dingin.
Renaldi hanya menghela nafas berat kemudian mengajak Adam untuk menjauh dari Sekhu bertemu dengan rekan bisnis mereka yang lain.
Nampak ada seseorang wanita yang menatap Sekhu tajam dengan penuh dendam yang siap meledak kapan saja, tak lama Naima dan Maryam mulai keluar dari kamar dan berjalan menuruni tangga perlahan.
__ADS_1
Wanita itu diam diam mengikuti seorang pelayan untuk naik ke lantai dua rumah Naima dengan senyum licik dan pikiran buruk nya wanita itu mendekati Naima yang berjalan pelan dengan senyuman merekaa diwajah nya.
Dan tiba-tiba saja wanita itu...