
Sekhu menatap dua orang yang berjalan bersama dengan senyum mereka diwajah mereka yang tidak pernah luntur.
" Dengan siapa lagi dia sekarang, apa dia tidak bisa membuat ku marah." Batin Sekhu menatap tajam kedatangan Naima dan Adam.
" Selamat malam semua?" Sapa Adam dengan ramah menatap Maryam yang terdiam.
" Selamat malam, kok kalian bisa bersama?" Gumam Maria heran.
" Maaf ma, tadi..aku lagi cari taksi eh gak tahunnya ketemu Adam dan kebetulan katanya dia teman dekat Maryam dan satu tujuan." Ucap Naima menatap Maria.
" Wah bisa kebetulan sekali, kakak ipar bertemu dengan calon adik ipar dan akur lagi.." Maria menyikut lengan Maryam yang masih diam.
" Mama.." Gadis itu tersipu malu mendapatkan tatapan dari Sekhu dan Renaldi.
" Duduk lah nak Adam dan Naima." Ucap Renaldi.
Mereka makan malam dengan tenang dan diam hanya terdengar dentingan sendok dan piring sesekali mereka juga saling melempar candaan.
Keadaan kembali ceria dengan Maria dan Renaldi yang saling megoda anak perempuan yang tersipu malu, namun berbeda dengan Sekhu yang bersikap dingin dengan candaan itu.
Sedangkan Adam pemuda itu menatap penuh rindu dengan Naima yang sekarang sedang tertawa lepas tanpa beban, pancaran kecantikan yang dimiliki wanita itu kembali membuat Adam semakin mencintai nya.
"Cantik.." Gunam Adam membuat semua orang menatapnya.
Adam yang menyadari ucapan nya kemudian menatap Maryam dan membuat gadis itu tersipu malu.
__ADS_1
" Putri ku ini memang cantik, tapi tidak semua pemuda dapat memilki nya aku Renaldi Ibrahim begitu ketat memilih calon suami untuk Maryam." Ucap Renaldi dengan tegas.
" Tentu saja, mana ada seorang ayah yang mau anak nya menderita dan tidak bahagia." Gumam Adam menatap Renaldi.
" Itu benar, tante juga berharap perjalanan kalian tidak akan berhenti disini saja. Mungkin bisa berlanjut kesenjangan yang lebih serius lagi." Timpak Maria dengan lembut.
" Adam maunya begitu tante, lebih cepat lebih baik jika Maryam mau dan semua keluarga setuju?"
Maryam menatap Adam berbinar bagaimana bisa pemuda yang baru bertemu dengan nya dua kali itu langsung melamarnya tanpa bepikir garis keturunan nya dulu.
Maryam benar-benar sudah jatuh cinta dengan Adam nampak jelas dari sorot mata berbinar gadis itu yang begitu bahagia, Maria pun langsung bisa akrab dengan baik dan cepat saat bersama dengan Adam.
" Jadi bagaimana, apa kalian akan langsung berjalan bersama sekarang?" Maria menatap Maryam dan Adam bergantian.
" Saya.."
" Kakak, Adam baru saja ingin bebicara kenapa langsung dipotong sih. Gak sopan deh.." Sunggut Maryam kesal.
" Tidak masalah Maryam, aku juga ingin berbicara seperti itu sebaiknya kamu selesai kan study dulu setelah itu kita bisa memikirkan yang lain."
" Papa setuju dengan pemikiran Adam, kalian terlalu muda dan cepat jika langsung berjalan ke jenjang yang lebih serius. Papa juga belum mengenal Adam dengan baik dan juga latar belakang pemuda ini."
" Mama sih mendukung semua yang kalian bicara kan, yang penting jangan membuat kesalahan yang nanti merugikan kalian." Timpal Maria.
" Respon papa sama mama begitu baik sama Adam, Maryam besyukur akhirnya ada juga yang bisa membuat papa dan mama suka." Ucap Maryam.
__ADS_1
Dulu gadis itu akan pulang dengan tangisan setiap kali orang tuanya mengajak makan malam bersama dengan kekasih, orang tua Maryam benar-benar selektif memilih jodoh untuk dirinya.
Sudah ada 6 orang pemuda yang gagal mendapatkan perhatian Renaldi dan Maria belum lah sikap angkuh dan dingin Sekhu yang membuat mereka langsung mundur perlahan.
Namun malam ini Sekhu nampak lebih diam dan acuh tidak seperti biasanya saat adik nya itu membawa laki-laki, Sekhu nampak masih marah karena Naima yang masih mengenang mantan kekasih nya.
Renaldi menatap Sekhu yang sedang menikmati makanan nya dengan serius.
" Tunggu, ada apa dengan wajah mu Sekhu?" Gumam Renaldi.
" Iya sayang, mama sampai tidak memperhatikan wajah kamu?".
" Luka kecil tidak perlu dikahwatirkan, sudah biasa."
Renaldi menatap tajam Sekhu yang bersikap acuh itu dan kembali menikmati hidangan penutup dari makan malam mereka, sama halnya dengan Naima yang kini sedang asik berbincang dengan Adam dan Maryam.
Sesekali mata Adam menatap punggung Naima yang terbuka nampak tato yang sama ada di punggung nya masih nampak jelas dan indah.
Mata Sekhu menatap Adam yang sesekali mencuri pandang pada punggung Naima yang terbuka dan tercetak sebuah tato kupu-kupu kecil disana.
Dengan kesal Sekhu membuka jas nya dan langsung melemparkan pada Naima yang sedang asik bebicara tanpa henti.
" pakai dan tutupi punggung mu itu, disini tidak hanya ada aku pria dewasa." Ucap Sekhu dengan dingin membuat Naima kesal dan mengenakan jas yang di lempar oleh Sekhu.
" Ada apa lagi dengan nya, lama lama benar benar gila aku ini." Batin Naima kesal.
__ADS_1
Adam tersenyum tipis menangkap kecemburuan dan juga kekesalan diwajah Sekhu, tentu saja dia tahu dia juga laki laki yang tidak akan suka jika tubuh orang yang di cintai di lihat oleh orang lain.
" Ini baru permulaan, ingat adikmu ada di tangan ku sekarang." Batin Adam tertawa menatap Sekhu yang sedang menatap ponsel nya.