MAFIA SI CASANOVA

MAFIA SI CASANOVA
Di Tinggal Keluar Kota


__ADS_3

Sekhu terbangun dengan memeluk Naima yang masih nyenyak tidur, wajahnya yang begitu cantik dan natural membuat Sekhu benar-benar takut kehilangan nya.


" Naima, entah bagaimana cara mu membuat ku jatuh cinta seperti ini?" Gumam Sekhu lirih agar tidak mengganggu Naima yang te tidur lelap.


DRDRDR


Ponsel Sekhu bergetar membuat nya merasa terganggu dalam berdecak kesal.


" Ckk menganggu saja." Gumam Sekhu langsung mengambil ponsel nya.


" Indra, ada apa dia menghubungi ku sepagi ini?" Gumam Sekhu langsung berdiri dan masuk kedalam kamar mandi.


Naima nampak tidak terganggu sama sekali dengan kepergian Sekhu.


Di dalam kamar mandi Sekhu langsung mengangkat panggil dari Indra yang tidak henti bergetar.


" Ada apa?" Gumam Sekhu.


" Kau ingin tahu siapa yang mengagalkan transaksi kita, beberapa bulan lalu?" Ucap Indra.


" Siapa?"


" Mantan istri tercinta mu, Kirana."


Sekhu terdiam tangan nya mengepal sempurna .


" Hancurkan dia." Ucap Sekhu langsung mematikan sambungan telepon Indra.


" Berani sekali dia berusaha dengan ku, jangan harap bisa lepas dari ku Kirana.." Ucap Sekhu dengan sinis.


Mentari pagi menyambut mata indah Naima yang baru saja terbangun dari tidurnya.


" Huam..." Gumam Naima sembari meregangkan otot otot tangannya.


" Selamat pagi." Ucap Sekhu datar sembari memakai kemeja kerja nya.


" Hemz, hari ini jadikan priksa kandungan?" Ucap Naima menatap Sekhu yang bersikap dingin.

__ADS_1


Naima sudah terbiasa dengan tingkah Sekhu yang terkadang dingin terkadang hangat itu bangi nya semua itu adalah kelebihan Sekhu yang dapat membuat nya merasa nyaman.


" Tentu saja jadi, cepat mandi lah tolong siapkan beberapa baju yang akak aku bawa ke Surabaya." Gumam Sekhu memakai jam tangan rolex nya.


" Iya.." Naima langsung turun dan menuju kamar mandi untuk mencuci muka nya terlebih dulu.


Senyum tipis terukir diwajah tampan Sekhu yang merasa benar-benar sedang jatuh cinta pada wanita yang sudah 1 tahun lebih dia nikahi itu.


CLEK


Naima keluar kamar mandi dengan wajah yang lebih segar setelah mencuci muka, kemudian dirinya segera mengeluarkan koper Sekhu dan mulai memilih kan pakaian kerja untuk nya.


" Apa perlu pakaian santai, aku rasa mungkin itu perlu.." Gumam Naima bertanya dan di jawab sendiri.


Sekhu hanya tersenyum melihat tingkah lucu Naima seperti itu, Sekhu duduk diam menunggu semua nya selesai sembari beberapa kali telihat membawa chat masuk dari sekertaris nya itu.


"Beberapa menit berlau akhirnya Naima selesai dengan pakaian Sekhu yang telah siap dan rapi di dalam koper nya, Naima menatap Sekhu yang berada di belakang nya.


" Sudah selesai, apa lagi?" Ucap Naima dan melihat Sekhu yang sibuk dengan ponselnya.


" Tidak ada kata kata Terima kasih apa yah, emang dasar deh.." Grutuk Naima langsung bersiap mandi.


Sekhu berjalan ke arah meja makan yang sudah siap dengan berbagai hidangan untuk dirinya dan juga Naima.


" Selamat pagi, tuan.." Sapa Dini dengan ramah.


" Selamat pagi Dini." Ucap Sekhu langsung menarik kursi dan duduk diam.


Dini dengan sigap segera menuangkan teh hangat untuk Sekhu seperti biasanya dirumah Kirana.


" Saya akan pergi ke Surabaya 1 minggu, jaga Naima dengan benar saya tidak ingin sampai sesuatu yang buruk terjadi pada Naima atau calon anakku.Kau tahu sekuensi nya kan?" Ucap Sekhu tanpa menatap Dini.


Gadis itu nampak takut dengan suara datar dan tatagap tajam Sekhu yang seolah olah sedang mengulitinya hidup hidup.


" Baaa....ba..abik Tuan.." Ucap Dini gugup.


Sekhu masih sibuk berkirim pesan dengan sekertaris nya untuk sekedar membahas beberapa tema yang akan dibahas pagi nanti di kantor Sekhu, pada siang hari Sekhu dan beberapa karyawan nya akan segera berangkat ke Surabaya.

__ADS_1


Naima yang sudah selesai mandi segera turun untuk sarapan pagi, dengan dress selutut dan molesan sedikit di wajahnya membuat nya terlihat begitu cantik natural.


" Selamat pagi nona, Naima.." Sapa Dini melihat Naima yang datang.


" Selamat pagi Dini.." Balasannya dengan tersenyum manis.


" Ini susu yang sudah saya buat nona."


" Terima kasih." Naima langsung meminum susu hamil yang Dini buatkan.


Sekhu dan Naima mulai sarapan dengan suasana diam tanpa ada perkataan yang mereka mulai,setelah selesai Sekhu nampak meninggalkan Naima yang masih memakan buah nya.


" Dasar sok sibuk." Ucap Naima kesal.


Dini yang mendengar ucapan majikannya itu hanya bisa tersenyum diam.


Tak lama Sekhu kembali dan menatap Naima yang nampak sudah selesai dengan buah buhan yang dia makan.


" Sudah selesai?" Gumam Sekhu.


" Sudah."


" Bagus, ayo bersiap dan kita berangkat ke dokter Megan memeriksa Sekhu junior ku." Ucapnya.


" Hemz." Naima tidak membawa apa pun selain ponselnya berjalan mengikuti Sekhu yang telah pergi terlebih dahulu menuju mobil nya.


" Aku menyuruh beberapa bodyguard menjaga rumah ini dan juga mengikuti mu jika berada dirumah, ingat jangan lakukan hal yang bisa membahayakan dirimu dan bayi mu selagi aku pergi." Ucap Sekhu saat Naima sudah masuk kedalam mobil nya.


" Kenapa harus dengan bodyguard sih, aku akan baik baik saja Sekhu.." Ucap Naima merasa tidak senang dengan ucapan Sekhu.


" Kau istri seorang Sekhu Ibrahim Naima, aku bukan orang biasa yang tidak memiliki musuh kau tahu betul soal itu kan?" Sekhu menatap Naima yang diam.


" Iya." Balasannya dengan kesal.


Sekhu hanya menghela nafas kemudian mengemudi kan mobil nya meninggalkan rumah mewah mereka menuju klinik milik dokter Megan, dokter Kandungan terbaik dan juga kepercayaan keluarga Sekhu.


SELAMAT PAGI, JANGAN LUPA TERSENYUM MENYAMBUT BULAN MEI YANG SEGAR DENGAN DERAIAN AIR HUJAN,☺ jangan lupa LIKE DAN KOMENTAR nya

__ADS_1


__ADS_2