
Setelah pergulatan mereka akhirnya Sekhu meninggalkan Naima yang masih tidur di atas kasur.
"Sekhu... " Seru Kirana dengan sedikit berlari kecil mengejar Sekhu yang hendak menuruni tangga.
"Ada apa sayang? " Ucap Sekhu tersenyum manis.
"Aku mau shoping, uang yang kemarin udah habis.. " Kirana bergelayut pada lengan Sekhu.
"Nanti aku transfer, sekarang aku harus segera pergi karena ada meeting jam 10 nanti. " Ucap Sekhu membuat Kirana begitu bahagia.
"Ok, see you sayang. " Kirana mengecup bibir Sekhu sekilas sebelum dirinya pergi.
Kirana menatap kepergian Sekhu dengan senyuman licik kemudian menatap pintu kamar pribadi Sekhu dan berjalan ke arah kesana.
"Heeee wanita murah, keluar kau? " Pekik Kirana sembari mengedor dengan keras pintu kamar Naima.
Naima yang sedang tertidur seketika terkejut dan langsung terbangun dengan menatap seluruh kamarnya.
"Astaga, kenapa ada orang yang berteriak-teriak seperti di hutan di rumah ini. " Ucap Naima menyambar kembali baju baju nya yang berasal berserakan di lantai.
Clek
Naima segera membuka pintu dan menatap Kirana.
"Ada apa nyonya? " Ucap Naima lembut.
"Jam berapa sekarang, enak banget lo tidur sampai siang? " Cerca Kirana mendorong tubuh Naima.
"Ah.. maaf nyonya, saya kelelahan." Ucap Naima menahan isak nya dengan perlakuan Kirana.
"Kau sini bukan nyonya besar, kau hanya wanita yang disewa oleh suami ku untuk mendapatkan anak. Jangan sampai kau melebihi batasan mu. " Seru Kirana menatap Naima sinis.
Naima hanya diam mendengar ucapan Kirana yang begitu sinis dan penuh kebencian padanya, dada nya berdesis sakit setiap mendengar ucapan Kirana tentang dirinya.
"Bersihkan kamar ku sekarang, ingat jangan ada barang ku yang lecet atau rusak atau kau akan menerima akibatnya. " Ucap Kirana meninggalkan Naima yang menghela nafas berat menatap kaki jenjang Kirana yang meninggalkan dirinya di depan kamar pribadi Sekhu.
Naima masuk kembali untuk membersihkan diri nya.
***
"Bodoh, bagaimana bisa kita kecolongan dengan tua bangka itu? " Sekhu menggebrak meja dengan begitu kuat membuat semua karyawan nya menunduk takut.
"Maaf, tuan Sekhu.Kami memang salah tapi, pasti ada orang dalam yang melakukan ini semua. " Ucap Dimas asisten Sekhu di kantor.
Sedangkan Sekhu memijit kepala nya yang berdenyut menatap semua laporan yang di bawa oleh asistennya. Bagaimana tidak marah perusahaan Sekhu mengalami ratusan juta kerugian dari bobolnya file file perusahaan nya.
Sedangkan di luar Renaldi papa Sekhu nampak marah menuju ruang meeting anak lelaki nya itu.
"Maaf tuan, tuan Sekhu sedang tidak ingin menerima tamu luar. Beliau sedang sapat." Ucap seorang bodyguard dengan takut.
Sekhu meminta 2 orang bodyguard nya untuk menjadi setiap kali dirinya sedang sapat penting seperti saat ini.
Renaldi menatap dua orang bodyguard itu dengan rahang yang semakin mengeras dan tatapan mata tajam membuat mereka semakin takut.
__ADS_1
"Aku ayahnya, buka pintu ini atau aku dobrak sekarang. " Ucap Renaldi membuat mereka saling pandang dan merasa bingung.
"Cepat Bukaa.. " Bentak Renaldi dengan keras.
"Baa.. ba.. baik tuan." Bodyguard itu langsung membuka pintu membuat semua orang menatap nya.
"Tuan, tuan Renaldi memaksa untuk masuk." Ucapnya gugup.
Renaldi masuk kedalam membuat Sekhu terkejut menatap sang ayah yang tiba-tiba mengunjungi dirinya di kantor, belum lagi dengan ekpresi yang begitu menyeramkan.
"KELUAR.. " Bentak Renaldi pada semua karyawan Sekhu.
"Paaa, apa apan ini? Aku sedang ada rapat penting hari ini dengan mereka. " Ucap Sekhu berdiri dari duduk nya.
"Anak bodoh, kalian semua keluar aku ingin bicara dengan bos bodoh kalian ini. " Ucap Renaldi dengan marah membuat semua karyawan segera mencari aman dan pergi dengan diam.
Setelah mereka semua keluar Renaldi menghampiri Sekhu yang kini duduk santai di kursi nya.
"Apa yang kau lakukan dengan anak Roy Martin, Sekhu?" Ucap Renaldi membuat Sekhu menaikan alis nya bingung.
"Anak Roy, anak Roy siapa aku tidak mengenal nya?. Apa yang sedang papa bicarakan? " Gumam Sekhu.
"Laki-laki yang mobil nya kau ledakan, dia anak tunggal dari Roy Martin dan kau tidak mengetahui nya dasar bodoh. " Ucap Renaldi duduk dengan kesal.
"Apaa, Boby anak Roy bagaimana bisa?. Papa tidak salah bicara kah?" Sekhu nampak serius menanggapi ucapan Renaldi.
"Apa wajah ku telihat becanda Sekhu, sekarang lihat bagaimana dia membuat mu kehilangan beratusan uang haa... "
"Kau telalu gegabah melakukan setiap hal, untuk apa kau melakukan semua itu? "
"Papa tidak melarang mu melakukan apa pun Sekhu, tapi sekarang kau harus lebih berhati-hati dan lebih teliti lagi. Musuh mu bukan orang sembarangan pasti ada orang dalam dibalik semua ini. "
"Aku akan mencari tahu, siapa orang yang berani berkhianat di belakang ku. "
"Terserah kau, tapi ingat jangan sampai ulah mu berimbas pada Maryam. Papa akan sangat marah jika musuh musuh mu itu membuat anak kesayangan papa tergores sedikit saja Sekhu dan kau pasti tahu maksud papa? ".
" Sekhu tau pa, papa jangan khawatir aku tidak akan membuat nya terluka karena ulah ku. "Sekhu berdiri dan meninggal kan Renaldi sendiri menatapnya.
Sekhu selalu didik dengan begitu keras sejak usia 5 tahun karena bagi Renaldi anak lelaki pewaris dari semua harta dan tahta yang dia miliki, meski terkadang didikan nya terlalu keras pada Sekhu.
Bahkan Renaldi pernah menghukum Sekhu karena membuat Maryam terjatuh dari sepeda menghukum nya dibawa guyuran hujan dan guntur yang bersautan.
Maryam adalah anak emas bagi Renaldi karena anak perempua adalah cerminan terbaik dari seorang ayah, itu kenapa Sekhu begitu hati hati setiap kali melakukan hal bersama dengan Maryam.
Terkadang Sekhu merasa iri pada adiknya yang didik dengan begitu lembut dan penuh kasih sayang, tidak seperti dirinya. Usia remaja Sekhu adalah anak yang nakal dan berandal beberapa kali Sekhu juga di tahan di penjara dan Renaldi tidak menebusnya jika tidak Maryam yang memintanya.
Meski begitu Renaldi tatap menyayangi putra nya itu dengan cara nya sendiri tanpa harus membuat laki-laki itu menjadi lemah, sedangkan Maria tidak bisa membuat keputusan Renaldi di bantal kan hanya bisa diam menatap putra nya itu.
Sesekali Maria menasehati Renaldi agar tidak terlalu keras pada putra mereka namun setiap kata yang diucapkan oleh suaminya itu tidak bisa di ganggu gugat meski dia memohon.
Itu kenapa Sekhu tumbuh dengan kekerasan dingin angkuh dan keras karena memang dirinya tidak pernah didik dengan kelembutan seperti Maryam, meski begitu Sekhu selalu berusaha berkata lembut pada Kirana.
"Apa aku terlalu ketas padanya, meski begitu ini semua untuk kebaikan nya juga agar bisa melindungi diri nya dan keluarga nya. " Ucap Renaldi menatap kepergian Sekhu.
__ADS_1
Sekhu berjalan masuk. ke dalam ruangan pribadinya berdiri menghadap jendela besar menatap langit yang begitu cerah, tangannya mengepal setiap mengingat kenangan masa kecil dan remaja nya.
"Apa pun yang aku lakukan, aku tidak meminta nya ikut campur.. " Gumam Sekhu.
Clek
Indra dan Eldho masuk kedalam ruangan Sekhu dengan santai seperti biasanya tiada ke formal yang terjadi diantara mereka kecuali saat sedang meeting.
"Napa lagi tuh bocah? " Ucap Eldho duduk di sofa panjang menatap Sekhu yang diam.
"Napa lo, kurang hot Naima? " Celetuk Indra membuat Sekhu menatapnya tajam.
"Huaahahha, bagi kita aja kalau kurang hot.. " Tawa Eldho semakin keras.
"Diem lo.. " Sekhu nampak kesal dengan kedua sahabat nya itu kemudian duduk dikursi nya sendiri.
"Gue dah denger masalah perusahaan lo, gue turut prihatin yak.. " Ucap Eldho santai.
"Tapi kenapa bisa file sepenting itu bisa bocor keluar? " Indra nampak bingung.
"Ada orang dalam lah, mana mungkin tidak hemz.. "
"Kenapa kalian begitu bodoh dan tolol, kenapa tidak mencari tahu siapa itu Bobby mantan kekasih Naima. " Sekhu menatap mereka tajam.
"Memang kenapa? " Mereka saling pandang.
"Bobby Martin, anak tunggal dari Roy Martin bodoh.. "
Kedua orang itu saling pandang dan melongo mendegar ucapan Sekhu yang seperti lelucon yang tidak lucu bagi mereka.
"Bagaimana bisa? "
"Cari tahu, siapa dalang dibalik semua ini. " Sekhu menatap mereka dengan serius.
"Tenang saja, kita akan mencari siaapa musuh kita sebenarnya. " Ucap Eldho kemudian mengajak Indra pergi.
Sedangkan dirumah Naima nampak begitu kelelahan karena harus membersihkan kamar Kirana yang berantakan, belum lagi sisa sisa baju yang berserakan membuat Naima semakin kesal.
"Mereka yang bercinta kenapa aku yang harus membersihkan nya, huft.. " Gumam Naima mengelap keringat nya.
"Nona... " Panggil seorang pelayanan mengagetkan Naima yang duduk di atas kasur Kirana.
"Eh..., kenapa mbk? " Gumam Naima.
"Maaf, seharusnya ini tugas saya tapi nona yang mengerjakan nya. " Ucap nya lembut menunduk.
"Gak papa, lagian aku juga bosen kok dirumah diem terus.. " Ucap Naima terkekeh pelan.
"Tapi jika, tuan tahu maka kami yang akan menerima imbasnya nona.. "
"Kalau begitu jangan sampai tuan Sekhu tahu, lagian dia akan pulang 1 jam lagi dan aku sudah selesai sekarang. "
"Baiklah nona, sekali lagi saya minta maaf. "
__ADS_1
Naima hanya tersenyum kemudian meninggalkan pelayanan itu menuju kamarnya untuk beristirahat, tubuh nya begitu lelah saat itu.