
Beberapa kali Maryam telihat menguap dan menutup mulutnya dengan tangan membuat Naima gemas dengan tingkah nya itu.
" Tidur kalau ngantuk, sana nyusul kakak mu tuh..." Gumam Naima mendorong bahu Maryam pelan.
" Gak mau ah, masa tidur sama kak Sekhu." Maryam menggeleng kepalanya.
" Kenapa gak mau, lagian kan kakak mu sendiri?"
Tiba-tiba Sekhu melemparkan kunci mobilnya pada Maryam membuat gadis itu mengeluh sakit karena kunci itu tepat mengenai pergelangan tangannya.
" Aw..sakit kak Sekhu.." Pekik Maryam.
" Pulang sana, tidur dirumah." Dengan datar Sekhu mengusir Maryam.
Dengan kesal gadis itu menyambar tas nya dan berdiri meninggalkan kakaknya dan Naima yang menahan tawanya melihat kelakuan dua saudara itu, sedangkan supir Maryam sudah kembali beberapa waktu lalu.
" Jangan ngebut Maryam, kamu ngantuk loh.." Pekik Naima saat gadis itu sudah masuk kedalam mobil kakaknya.
Maryam hanya mengacungkan jempol nya tanpa ekspresi menatap dua orang yang berdiri berdampingan itu, kemudian hilang di jalanan yang mulai menjauh.
"Aku merindukan mu.." Gumam Sekhu memeluk tubuh Naima dari belakang.
Naima mendorong tubuh Sekhu agar menjauh dari pintu rumah nya dan menatap mata sendu dan lelah pria yang sudah berstatus sebagai suaminya itu.
" Mau aku buat kan minum lagi, atau maau aku pijat saja?" Gumam Naima dengan lembut.
Sekhu menarik pinggang Naima menempel pada tubuh tegapnya kemudian menutup pintu dengan keras, Sekhu memeluk Naima dengan erat.
__ADS_1
" Apa kau mencintai ku, apa kau sudah melupakan masalalu mu Naima?" Gumam Sekhu sembari menghirup dalam aroma tubuh Naima.
Naima hanya diam dia sendiri belum tahu apa dia sudah melupakan adam dan menerima Sekhu atau belum, mengingat setatusnya sekarang sebagai istri sah Sekhu.
" Diam mu membuat ku sadar, jika kamu belum bisa melupakan masa lalu mu itu." Gumam Sekhu.
Naima membalas pelukan Sekhu saat Sekhu hendak melepaskan pelukan mereka.
" Apa kamu bisa melepaskan Kirana dan hidup bersama dengan ku?" Ucap Naima.
Sekhu diam itu lah yang sedang membuat nya bingung harus memilih siapa diantara dua istri nya itu.
" Kamu sendiri memilih diam Sekhu, lantas bagaimana dengan ku yang juga mencintai masa lalu ku cukup lama sama seperti dirimu yang begitu mencintai Kirana sejak lama." Cerca Naima.
Hening hanya terdengar deru nafas mereka dan detak jantung Sekhu yang berdebar kencang saat bermesraan dengan Naima.
" Berdamai lah dengan hati dan pikiran mu dulu Sekhu, siapa yang akan kamu pilih setelah itu kamu bisa meminta apa pun dari ku dan aku akan mengabulkan nya." Gumam Naima bersandar di dada Sekhu menikmati suara debaran dadanya.
" Aku akan kembali ke rumah, nanti malam aku akan menemui mu lagi." Ucap Sekhu melepaskan pelukan nya pada tubuh Naima.
" Haruskah sekarang, kau bilang kau merindukan ku ?" Naima begitu kesal saat Sekhu berkata demikian.
" Kamu cemburu?"
DrRdrde
Ponsel Sekhu kembali bergetar membuat Naima segera berlalu dari hadapan Sekhu.
__ADS_1
" Kirana.." Gumam Sekhu.
" Hallo, Sekhu kenapa baru mengangkat panggilan ku ha..apa kau sedang bersenang-senang dengan wanita murah itu dan kau melupakan ku sekarang?" Cerca Kirana tiada henti.
" Aku ketiduran Kirana, ada apa?"
" Kau bertanya ada apa Sekhu, tanyakan pada sahabat baikmu itu bagaimana tangannya menampar pipiku dengan keras ha.."
" Menampar mu, menampar mu bagaimana?. Siapa yang berani menampar mu Kirana?"
Naima memperhatikan Sekhu yang nampak marah dengan rahang kokohnya yang mulai menonjol.
" Kau begitu khawatir padanya, tapi kau juga meminta cinta ku?" Batin Naima tersenyum getir.
" Pulang lah, aku akan mengatakan nya saat kau kembali ke rumah SEKARANG.." Panggilan berakhir dan Sekhu langsung pergi meninggalkan Naima tanpa menatap wanita itu yang menatapnya nanar.
" Hee, aku terlalu bodoh jika sampai jatuh cinta padamu Sekhu Ibrahim.." Gumam Naima kecewa.
Air matanya menetes begitu saja membuat nya bingung dengan yang terjadi bagaimana bisa dia menangis saat lagi lagi Sekhu lebih memilih Kirana dari pada dirinya.
Sekhu dengan cepat berlari ke arah jalan raya dan langsung menghentikan sebuah taksi dan langsung menuju rumah nya menemui Kirana.
" Aku melupakan Naima lagi, dia pasti sedih sekarang. Tapi entah lah bagaimana caranya aku bisa lepas dari Kirana?" Gumam Sekhu pelan memijit pelipisnya yang terasa berdenyut.
Mobil melaju meninggalkan perumahan Naima membawa Sekhu menjauh menuju rumah nya di mana Kirana sedang menunggu kedatangannya dengan senyuman licik nya.
" Kita lihat bagaimana Sekhu membalas perbuatan mu padaku, INDRA...Akan aku pastik jauh lebih menyakitkan dari apa yang kau lakukan padaku dan Leo beberapa waktu lalu." Ucap Kirana.
__ADS_1