
Sekhu telah memberitahu kabar gembira pada orang tua nya tentang kehamilan Naiam dan mereka menyambung nya dengan begitu bahagia.
Mereka semua bersyukur karena Sekhu lebih memilih Naiam dari pada Kirana belum lagi sekarang Naiam sedang mengandung maka kesempatan Kirana merebut Sekhu lagi sangat lah sulit.
Sekhu kini sedang berada di kasino nya menikmati minuman yang di siapkan oleh Indra saat melihat raut wajahnya yang begitu gusar.
Eldho menepuk pundak sahabat nya itu yang kini sudah menghabiskan dua botol minuman tanpa sadar, Sekhu memang begitu menyukai minuman alkohol saat dirinya sedang kurang baik atau lelah.
" Kenapa lagi?" Gumam Eldho menahan botol ketiga yang hendak diminum oleh Sekhu.
" Naima hami, gue berniat menceraikan Kirana dan sedang diurus oleh pengacara pribadi keluarga ku." Ucap Sekhu yang mulai nampak mabuk.
" Bagus lah Naiam hamil, lo kan memang pengen punya anak. Lagi pula apa yang lo pertahanan dari Kirana bro..." Seru Eldo menghisap rokoknya.
" Iya benar tuh, wanita murahan seperti itu lo perjuangkan." Indra tertawa mendegar ucapan Eldo.
Sekhu tidak menggubris percakapan kedua sahabat nya itu dia lebih memilih untuk kembali meneguk minuman nya lagi, ingatan akan ucapan Naiam membuat nya kesal.
" Naima hanya mencintai Adam, selama nya akan tetap begitu.." Gumam Sekhu frustasi.
" Adam, pemuda yang hampir mati itu kan?" Gumam Eldo menatap Indra.
" Gue pikir dah mati tuh bocah, lagian Naiam kan bini loh yah kali masih cinta maa laki laen gilaa.."
" Aku menikah dengan Naiam hanya sekedar ingin memiliki seorang anak, aku pikir Kirana begitu setia padaku tapi nyatanya..." Sekhu tertawa dengan kebodohan nya selama ini.
" Jadi loh, sudah jatuh cinta sama Naiam sekarang?" Celetuk Eldo.
" Iyaa...gue jatuh cinta sama Naiam, wanita yang hanga aku nikahi agar bisa mendapatkan keturunan.." Racau Sekhu dengan tawanya.
__ADS_1
" Mabok nih bocah.." Indra nampak mengambil botol Sekhu dengan cepat membuat nya kesal.
" Berikan botol itu padaku, atau aku habisi kau..." Racau Sekhu berdiri dengan sempoyongan.
" Bini dirumah sakit lagi bunting, dia malah minum minuman di Casino.." Ucap Eldho menatap Sekhu yang kini tidak sadarkan diri.
Jam sudah menujukan pukul 00.00 dini hari membuat kedua sahabat baik Sekhu itu langsung memapah nya untuk masuk kedalam salah satu kamar di Cassino nya itu.
Mereka terlalu takut jika membawa Sekhu yang mabuk berat kembali ke rumah Renaldi karena itu hanya akan membuat mereka semua di hajar habis habisan oleh Renaldi.
Sedang kan dirumah sakit Naiam sedang berbaring sendiri dengan nyenyak meski ada seseorang yang sedang memerhatikan nya di balik pintu kaca.
" Naiam...aku merindukan mu sayang, Naiam..." Gumam Adam dengan sendu.
Adam melihat keadaan sekeliling dan kemudian masuk kedalam ruangan Naima yang merasa semua terlihat aman untuk dirinya.
Perlahan Adam mendekati Naiam yang tertidur pulas.
" Tuhan selalu berlaku tidak adil pada kita, namun saat bersama dengan Sekhu kamu malah mengandung anaknya. Apa cinta mulai tumbuh dihatimu untuk nya?"
Emzz..
Naima nampak bergerak saat tangan Adam terus mengelus pipinya dengan lembut sentuhan yang dulu sering Adam berikan pada Naima.
Adam begitu menjaga gadis itu dulu bahkan saat ingin mencium nya saja Adam akan benar-benar lembut dan membuat Naiam begitu nyaman, Adam sama sekali tidak ingin merusak masa depan gadis itu sebelum mereka menikah.
Namun saat indah itu semakin dekat Sekhu datang dan merebut kebahagiaan mereka yang sudah lama mereka nantikan, dendam di dada Adam benar benar membara di dadanya untuk Sekhu.
" Untuk saat ini aku belum bisa membuka indetitas ku, tapi percayalah Naiam aku tetap mencintai mu dan akan membawa mu pergi jauh meski kamu sudah termiliki oleh Sekhu.." Gumam Adam.
__ADS_1
Adam mencium kening Naiam dengan lembut dan cukup lama membuat Naiam merasakan kehangatan yang dulu dia dapatkan dari kekasihnya, matanya ingin sekali terbuka namun terasa takut jika itu hanya mimpi.
"Adam..." Gumam Naiam lembut.
Adam langsung tersadar dan menatap kedua mata Naiam yang terpejam rapat kemudian tersenyum.
" Aku tahu kamu merasakan, kehadiran ku disisi mu." Gumam Adam.
" Aku harus pergi Naiam, jaga dirimu dengan baik sayang tunggu aku datang menjemput mu kembali kedalam pelukan ku." Ucap Adam mencium sekilas bibir Naiam lalu segera pergi.
Naima yang merasa terganggu tidur nya tak lama kemudian membuka mata saat Adam telah berlalu pergi.
" Apa ini nyata, apa hanya mimpi saja?" Gumam Naima.
Tak terasa air matanya menetes begitu saja saat kembali teringat akan Adam.
" Apa aku telalu merindukan nya, hingga membuat ku bermimpi jika ada Adam disamping ku tadi. Adam..aku merindukan mu kamu dimana sekarang.." Tangis Naiam pecah mengingat kenangan manis mereka dulu.
Adam..
Pekik Naiam dengan keras.
***
Adam...
Adam berhenti saat lagi lagi suara Naiam muncul memanggil namanya, kini Adam sedang berada di basmane rumah sakit dimana mobil nya berada.
" Naiama, apa kau kembali menyadari keberadaan ku..." Gumam Adam masuk kedalam mobilnya.
__ADS_1
" Betahan lah sebentar lagi sayang, aku akan membalas setiap sakit yang kamu Terima dan juga apa yang aku rasakan pada Maryam..." Adam mencengkram erat kemudi mobilnya.
Dengan cepat Adam berlalu meninggalkan basmane rumah sakit yang sepi berjalan menembus malam yang kian mencengkam dan sepi.