MAFIA SI CASANOVA

MAFIA SI CASANOVA
Kebenaran Yang Mulai Terungkapkan


__ADS_3

Setelah meninggalkan klinik Megan Sekhu langsung mengantarkan Naima kembali ke rumah dan meminta seorang bodyguard membelikan resep vitamin yang sudah di buat oleh Megan.


" Aku pergi, jaga dirimu dan bayi kita baik baik. Jika butuh sesuatu katakan langsung pada Maryam atau Dini apa kau mengerti?" Ucap Sekhu.


" Iya." Naima nampak cuek dengan ucapan Sekhu yang berbicara seolah olah dirinya adalah anak kecil yang tidak bisa melakukan apa pun.


" Ingat pesan ku baik baik Naima." Sekhu kembali mengingat kan Naima sebelum masuk kedalam mobil nya dan pergi meninggalkan rumah mereka.


Naima menatap sedih mobil Sekhu yang pergi menjauh, tidak bisa dipungkiri jika dia begitu merasa kesepian saat nanti Sekhu pergi beberapa pekan meninggalkan dirinya.


" Entah apa yang harus aku lakukan, rasa nya terasa bosan harus berdiam diri dirumah saja." Naima memilih masuk kedalam rumah dengan lesu.


Jam sudah menujukan pukul 14.30 siang Naima masih berada di dalam kamar nya dengan cemilan yang dia bawa serta untuk menemani nya menonton televisi.


Maryam baru saja sampai dirumah Sekhu dan Naima kemudian langsung berjalan masuk kedalam kamar kakak iparnya itu.


" Selamat siang kakak ku.." Ucap Maryam dengan riang membuat Naima terkejut.


" Maryam..." Naima langsung membenarkan duduknya menyambut adik dari suami nya itu.


" Kapan kamu datang, kenapa gak kasih tahu?" Seru Naima.


" Baru aja, kejutan lah kak Sekhu bilang aku harus sering sering mengunjungi kakak sampai kak Sekhu pulang." Maryam naik ke atas kasur Naima dan menikmati cemilan nya.


" Iyaa, aku bosan dirumah sendiri hanya ada pelayan supir dan bodyguard yang di suruh Sekhu mengurungku dirumah." Sunggut Naima kesal.


" Itu semua demi kebaikan kak Naima dan calon penerus kak Sekhu dong.." Ucap Maryam tersenyum.

__ADS_1


" Maryam.."


" Iyaa kak, kenapa ?"


" Boleh aku bertanya sesuatu padamu?"


" Boleh, tanyakan saja aku akan menjawab semua nya.."


Naima diam menatap Maryam, dirinya berulang kali menyakinkan dirinya sendiri jika pertanyaan nya itu akan membuktikan semua nya tentang Adam.


" Kok diem kak, mau tanya apa?"


" Siapa Adam?" Ucap Naima membuat Maryam bingung.


" Adam, calon suami ku tentu nya dan calon adik ipar kak Naima lah.." Maryam berusaha mencairkan suasana yang berbeda diantara mereka.


" Bukan, maksudnya Adam itu siapa dari keluarga siapa anak siapa nama panjang nya siapa kamu pasti tahu semua nya kan?"


" Beritahu kakak saja, siapa nama belakang Adam dan siapa orang tua nya?"


Maryam terdiam menatap mata Naima yang begitu ingin tahu dengan jawaban nya.


" Nama Adam, Adam Febyan Martin anak dari om Roy Martin yang baru saja meninggalkan 6 bulan lalu.." Ucap Maryam membuat Naima begitu terkejut saat itu juga.


Dadanya berdesis begitu saja saat mendegar nama Adam sama seperti nama kekasih nya dan memang benar jika Adam yang dia kenal sekarang adalah Adam kekasih nya. Laki-laki yang begitu dirinya cintai.


Air mata Naima turun begitu saja membuat Maryam bingung dan terkejut dengan reaksi yang diberikan oleh Naima.

__ADS_1


" Kak Naima kok nangis, apa aku salah bicara?" Maryam nampak begitu panik.


" Benar dugaanku, jika dia adalah Adam kekasih ku. Tapi kenapa wajahnya berbeda.." Batin Naima.


" Kak Naima..." Pekik Maryam membuat Naima kembali sadar dan menghapus air matanya.


" Aku gak papa, hanya..hanya ada sesuatu yang tidak perlu kamu ketahui Maryam." Gumam Naima pelan.


" Kenapa dia melakukan semua ini, apa tujuan Adam sebenarnya?. Apa dia ingin membalas dendam pada Sekhu melewati Maryam?" Batin Naima berkecambuk.


Maryam memeluk Naima merasa khawatir dengan ucapan yang di dengar Naima, Maryam begitu menyayangi Naima dengan begitu tulus.


" Jika ada sesuatu yang menggajal di hati kakak, bicara kan saja dengan ku. Aku akan mendengar kan semua nya dengan baik kak?" Ucap Maryam.


" Tidak Maryam, semua nya akan baik baik saja. Kakak hanya terkejut saja saat kamu bilang jika Adam adalah anak dari Roy Martin."


" Kak Naima mengenal keluarga mereka?" Maryam menjauh dari Naima.


" Bukan hanya tahu Maryam, aku hampir saja menjadi bagian dari keluarga mereka..Hanya saja kakakmu memaksa ku menikah dengan nya." Batin Naima.


" Mama sama papa saja tidak aku beritahu tentang keluarga Adam, itu permintaan Adam sendiri kak. Hanya kakak dan aku yang tahu jadi kak Naima harus merahasiakan semua ini." Maryam menggenggam erat tangan Naima.


" Tentu saja, jangan sampai mereka tahu siapa Adam. Apa lagi sampai semua ini di ketahui Sekhu Maryam."


" Iya kak, entah kenapa Adam meminta ku merahasiakan semua ini. Aku rasa dia ingin mendekatkan diri dulu pada keluarga kita."


Naima diam mendengar ucapan Maryam tentang Adam yang begitu dia kagumi, entah bagaimana perasaannya saat tahu jika Adam adalah mantan kekasih kakak ipar nya yang paling dia sayangi itu.

__ADS_1


Kebahagiaan selalu teroancar diwajah cantik nya saat menceritakan semua tentang pria yang begitu dicintai oleh Naima itu, meski begitu Naima tetap merasa jika Adam sedang merencanakan sesuatu untuk keluarga Maryam.


" Aku berdoa semoga semua akan tetap baik baik saja, Maryam." Batin Naima tersenyum menatap Maryam yang terus berbicara.


__ADS_2