
Saat tiba di klinik mereka langsung disambut dengan ramah oleh dokter Megan dan juga suaminya.
" Selamat pagi Sekhu, kenapa tidak memberitahu ku akan datang?" Ucap Megan bersalaman dengan Sekhu.
" Maaf dokter Megan, ini mendadak karena aku harus segera ke Surabaya pagi ini." Ucap Sekhu di barengi dengan kedatangan Adhi suami Megan dan langsung menyalami nya.
" Dia istri mu, Sekhu?" Ucap Adhi menatap Naima.
" Iyaa, dia istri ku." Ucap Sekhu menatap Naima yang diam.
" Aku seperti pernah melihat nya, tapi dimana yah?" Batin Adhi tersenyum menatap Naima.
" Kenapa tidak mengundang ku, saat pernikahan mu itu ha.." Protes Megan mencubit lengan Sekhu.
" Ah, maaf dokter Megan acara nya begitu mendadak."
" Terserah kau saja, mari masuk.."
Naima hanya tersenyum melihat keakraban Sekhu dengan keluarga Dokter Megan.
" Bagaimana, apa istri mu itu sudah mengandung?" Ucap Megan saat berjalan beriringan dengan Megan.
" Kirana bukan lagi istri, aku dan dia sudah berpisah beberapa pekan lalu. Kirana juga sudah mengandung namun kehamilan nya tidak bisa diselamatkan."
" Apaa, kalian bercerai dan Kirana keguguran?" Megan nampak terkejut dengan pernyataan Sekhu.
" iya, kedatangan ku kemari ingin memeriksa kandung Naima."
__ADS_1
" Oh, baiklah aku akan memeriksa nya dulu. Kamu bisa berbincang dulu dengan Adhi." Ucap Megan menatap Naima yang diam.
" Ikutlah bersama dengan dokter Megan, aku akan menunggu disini." Ucap Sekhu membuat Naima mengganguk dan mengikuti Megan.
Dokter Megan mengajak Naima masuk kedalam ruangan USG untuk memeriksa kandungan nya.
" Berbaring lah, Naima." Ucap Megan lembut.
Naima menurut kemudian berbaring dan membiarkan Megan membuka baju atasnya dan mulai mengoleskan cream khusus.
" Semua nampak normal dan baik, detak jantung nya juga bagus. Apa kamu ingin melihat jenis kelamin nya?" Ucap Megan menatap Naima yang fokus menatap monitor.
" Naima?" Seru Megan saat ucapannya tidak di dengar oleh Naima.
" Haaa.., maaf dokter.." Ucap Naima merasa tertegun saat Megan memanggilnya berulang kali.
" Aku tahu betapa bahagianya menjadi seorang ibu untuk anak pertama Naima, kamu beruntung mendapatkan Sekhu dan calon bayi kalian."
" Terima kasih dokter Megan." Naima turun dari brnahkas kemudian duduk dikursi bersama dengan Megan yang sedang menulis resep vitamin untuk nya.
" Dimana kamu bertemu dengan Sekhu, lalu bagaimana Kirana dan Sekhu dapat bercerai?" Gumam Megan tanpa mengalihkan pandangan nya dari kertas yang sedang dia tulis itu.
" Aku dan Sekhu bertemu tidak terduga dokter, utnuk Kirana aku tidak berhak berkata apa pun karena semua itu Sekhu yang melakukan nya tanpa ada campur tangan ku."
Ucapan Naima membuat Megan menatapnya dengan senyuman manis kemudian menyerahkan secarik kertas yang sudah dia tulis dengan begitu banyak nya.
" Ini resep vitamin mu, serahkan ini pada Sekhu agar dia yang membelikan nya untukmu." Megan menyodorkan secarik kertas pada Naima.
__ADS_1
" Terima kasih banyak dokter Megan."
" Sama sama Naima, setelah ini aku yang akan menangani semua kebutuhan mu saat kamu hamil dan siap untuk melahirkan."
Naima hanya tersenyum menanggapi ucapan Megan kemudian mereka berdua keluar menemui Sekhu dan Adhi suami Megan.
Adhi menatap kedatangan Naima dan Megan tanpa berkedip.
" Wanita itu, tunggu dulu aku seperti mengenal nya tapi dimana.." Batin Adhi terus mengingat Naima.
" Kenapa kalian diam, tidak ada kah bisnis yang kalian bicara kan?" Celetuk Megan menatap Sekhu dan Adhi yang diam dengan pikiran mereka sendiri.
" Tentu saja ada bisnis, kau tidak perlu tahu apa itu dokter Megan." Seru Sekhu.
" Terserah kau saja, semua keadaan bayi dan ibunya sehat dan tumbuh dengan begitu baik. Aku meresepkan vitamin terbaik beli lah untuk nya dan untukmu Sekhu, kurangi berhubungan dengan Naima." Jelas Megan duduk di samping Adhi.
"Jadi aku tidak bisa menyentuh nya?" Gumam Sekhu.
Adhi tertawa melihat ekpresi wajah Sekhu dan membuat pria itu menatap nya tajam.
" Kau kan bisa menikmati yang lain diluar, atau kau sudah benar-benar melupakan kegiatan malam mu itu?" Sindir Adhi membuat Naima merasa bingung.
" Kau..." Ucap Sekhu terhenti saat Megan melempar nya dengan bantal soffa.
" Berhenti membicarakan hal tidak baik, lihatlah ekpresi Naima yang bingung dengan pembicaraan tidak bermutu kalian itu." Sunggut Megan kesal.
" Suami gila mu yang memulainya, kenapa aku yang kau marah." Sunggut Sekhu kesal.
__ADS_1
Naima hanya tersenyum melihat tingkah 3 orang yang berbeda tingkah laku itu, sesekali matanya bertemu dengan mata coklat Adhi dan membuat merasa pernah melihat suami dari dokter Megan itu.