
Kirana sudah berada di meja makan menunggu kedatangan Sekhu yang sedang bersiap dengan pakaian kerja nya.
" Selamat pagi sayang, sini dong duduk deket aku.." Seru Kirana manja saat Sekhu menarik kursi yang sedikit jauh dari nya.
Dengan malas Sekhu duduk disamping Kirana yang langsung bergelelayutan manja di lengan kekar Sekhu.
" Aku pikir kamu gak pulang, eh taunya kamu pulang sayang.."
" Kirana, makan salad mu aku akan langsung berangkat kerja sekarang mood ku sekarang tidak baik." Sekhu menurunkan tangan Kirana dari lengannya.
" Sekhu, kamu nanti laper loh sayang.." Seru Kirana melihat Sekhu langsung pergi dari hadapan nya.
" Ada apa dengan nya, apa mereka bertengkar semalam atau memang Sekhu menyadari jika Naima hanya wanita murhan hemz.." Batin Kirana tersenyum sinis.
Kirana memakan salad nya dengan diam sembari berkirim pesan pada Leo hendak bertemu dengan nya, beberapa pelayan menunggu Kirana selesai makan dengan diam dan tidak ingin tahu apa yang sedang di lakukan Kirana.
Mereka bersiap buta dan tuli saat tahu majikannya itu berselingkuh bahkan bermesraan dengan pria lain, mereka terlalu takut jika sampai Kirana tahu salah satu dari mereka mengadu pada Sekhu.
" Bersihkan meja makan ini, aku akan pergi." Ucap Kirana meninggalkan mereka yang langsung membersihkan sisa makanan nya.
Kirana masuk kedalam kamarnya memoles wajahnya yang sudah tebal dengan make-up itu kembali.
" Aku semakin cantik.." Gumam nya menatap pantulan tubuh nya dikaca.
Kirana mengenakan dress ketat keluaran terbaru yang baru saja dia beli beberapa hari lalu yang menonjol kan lekukan tubuh nya, wajahnya dihiasi dengan make up dan bibir merah yang tebal membuat semua orang menatap nya.
__ADS_1
Kirana menyambar tas Hermes kesayangan nya kemudian berjalan meninggal kan kamar dengan senyuman yang mereka karena hendak bertemu dengan Leo kekasih gelapnya itu.
" Maaf nyonya, tapi tuan Sekhu meminta kami mencegah kepergian nyonya karena nyonya belum begitu sembuh." Ucap seorang supir saat Kirana hendak masuk kedalam mobilnya.
" Kau berani padaku ha, dasar tidak berguna.." Kirana dengan kasar langsung mendorong supir nya itu dengan kasar.
Kirana segera masuk kedalam mobil dan meninggal supir nya yang menatap nya pasrah saat majikannya itu pergi dengan mengendarai mobil sendiri.
" Aku bisa dibunuh oleh tuan, bagaimana ini.." Gumam supir itu.
Sirkhan menghampiri supir Kirana yang menunduk lesu.
" Ada apa, Pak Jhon?" Gumam Sirkhan.
Supir bernama Jhono itu langsung menatap Shirkan yang berdiri di belakang nya.
" Sudah lah biarkan saja, nanti aku yang berbicara dengan Sekhu." Shirkan berbicara kemudian meninggalkan Jhoni yang bernapas lega.
" Akhirnya ada juga yang menolong ku, dari amukan tuan Sekhu." Ucap Jhoni mengelus dadanya lega.
Shirkan selalu mengecek setiap sudut ruangan rumah Sekhu dan juga melihat kinerja dari para pelayan yang dia kerjaan, semua pelayan di sana masih lajang dan muda karena Sekhu tidak ingin memiliki pelayan yang sudah menikah dan berumur.
Shirkan berjalan menuju taman yang biasanya selalu di kunjungi oleh Naima saat pagi hari bersama dengan Dini pelayan kesukaan nya itu.
Telihat Dini sedang duduk sembari membersihkan rumput yang tumbuh liar diantara tanaman bunga yang terlihat indah, wajahnya begitu cantik dan bersih.
__ADS_1
Meski pelayan tapi mereka semua melakukan perawatan kulit jadi semua pelayan di rumah Sekhu telihat begitu baik tanpa ada yang telihat memiliki noda diwajahnya atau pun tubuh nya.
Diam diam Shirkan sering menatap dan memperhatikan Dini yang sedang bekerja tanpa di kehetahui oleh gadis itu secara langsung, Shiroan sendiri sudah memiliki kekasih di Bandung.
Shirkan terlalu patuh pada Sekhu karena dia berhutang budi akan nyawa ibunya beberapa tahun lalu, sejak itu hidup Shirkan selalu berada di tangan Sekhu.
" Tuan Shirkan?" Sapa seorang pelayan menunduk membuat Shirkan kembali kehidupan nyata.
" Maaf tuan, apa ada yang bisa saya bantu hingga membuat tuan datang kemari?"
" Aku selalu melakukan tugasku ini setiap pagi, lagi pula keamanan rumah dan keluarga tuan adalah hidup ku." Shirkan berjalan meninggalkan wanita berseragam pelayaran itu.
Senyum terlukia di wajah wanita yang mungkin berusia 50 tahun itu saat Shirkan ketahuan diam diam menatap seorang pelayan di rumah Sekhu.
" Aku juga pernah muda, aku begitu tahu jika dia menyukai Dini." Gumam nya lirih kemudian beralih menatap Dini yang masih bekerja tanpa terganggu itu.
Shirkan duduk di teras menatap Jhoni yang sedang mencuci salah satu mobil Sekhu yang nampak kotor, sembari mengingat kenangan indah nya dengan kekasih nya yang sudah lama dia tinggalkan.
Beberapa bulan lalu Shirkan menyuruh orang untuk melihat keadaan gadis itu dan semua baik baik saja, nampak gadis itu kini sudah menyelesaikan kuliahnya dan hendak melambar kerja di salah satu perusahaan di bandung.
" Sebaiknya aku mengunjungi Indah, memastikan hubungan kami yang sudah lama tidak ada kabar ini." Gumam Shirkan lirih menatap ponselnya.
" Lagi pula tuan Sekhu juga akan mengunjungi colagen kerja nya di sana, aku bisa mengikuti nya kesana..." Timpal Shirkan dengan senyuman lebar.
Dari kejauhan Dini yang baru saja selesai mengerjakan pekerjaan nya langsung hendak menuju halaman depan namun langkah nya terhenti saat melihat Shirkan yang tersenyum sendiri.
__ADS_1
" Dia bisa tersenyum seperti itu, aku pikir dia juga seorang batu es seperti tuan.." Gumam Dini menutup mulutnya.
" Sudah lah, sebaiknya aku segera menyelesaikan semua ini agar cepat selesai dan aku bisa beristirahat sarapan." Gumam Dini bergegas melakukan semua pekerjaan nya kembali.