MAFIA SI CASANOVA

MAFIA SI CASANOVA
Kepergok Adam


__ADS_3

Naima membuka mata nya perlahan menyambut mentari yang bersinar terang.


" Huam, sudah pagi.." Gumam Naima menguap sembari menahan selimut agar tidak turun karena setelah pertempuran nya dengan Sekhu mereka langsung terlelap.


"Sehku, kau ti..dak.." Gumam Naima menatap kasur samping nya yang kosong.


Naima bernafas berat bagaimana bisa dia membayangkan Sekhu tetap disamping nya seperti dirumah Sekhu dulu, pria itu pasti sudah berada dirumah sakit sekarang.


" Harus nya aku lebih sadar diri, bagaimana Sekhu akan tetap disini sedang kan jiwa nya berada bersama dengan Kirana." Ucap Naima langsung mengambil pakainya yang berserakan.


Naima memakai pakaian nya kembali kemudian mengikat rambut sebahu nya asal asalan kemudian berjalan keluar membuka tirai rumah nya sebelum mandi.


Srek


Naima membuka semua tiarai hingga sinar matahari bersinar di dalam rumah nya yang kecil dan sederhana itu, Naima mengintip dari balik jendela kaca rumah nya menatap Anggik yang sedang bersama dengan suaminya.


" Mereka begitu harmoni, seandainya aku...Ah sudah lah." Naima langsung bergegas membersihkan diri dalam kamar mandi.


***


Sekhu meninggalkan Naima pukul 03.00 pagi karena Kirana menghubungi nya terus menerus membuat nya kesal dan buru buru menyusul Kirana.


Jam sudah menujukan pukul 07.30 pagi Sekhu yang masih mengantuk dan Kirana yang tertidur membuka Sekhu merebahkan tubuh nya di soffa ruangan itu, hingga pagi.


" Apa saya bisa kembali hari ini, rasa nya bosan sekali disini." Gumam Kirana pada seorang dokter yang memeriksa nya.


Sekhu langsung menghampiri mereka dengan wajahnya yang masih babak belur itu hingga membuat Kirana tekejut.


" Apasih semua baik dok, apa dia bisa kembali pulang?" Seru Sekhu.


" Sekhu...wajahmu?" Pekik Kirana panik.


" Pak Sekhu, sebaiknya saya bantu mengobati luka anda terlebih dulu sebelum infeksi pak." Tawar dokter itu.


" Tidak perlu, hanya luka ringan nanti juga sembuh. Jadi bagaimana bisa Kirana pulang hari ini, atau Rif dokter?"


" Nyonya Kirana sudah membaik dan semua tidak masalah, siang ini dia kan pulang pak."


" Baik Terima kasih dokter."


" Sama sama, saya permisi tuan dan nyonya." Dokter itu meninggalkan Sekhu yang duduk disamping Kirana.

__ADS_1


" Ada apa dengan wajah mu, apa ada orang yang melukai mu?" Kirana menyentuh wajah Sekhu yang meringis.


" Apa sakit sayang, apa semua baik baik saja?"


" Semua baik sayang, tidak perlu khawatir tentang keadaan ku yang penting kamu baik dulu sekarang."


" Tentu aku khawatir , aku kan istri kamu gimana sih?"


Sekhu mengecup bibir Kirana sekilas kemudian tersenyum manis.


" Aku akan pulang sebentar untuk membersihkan tubuh ku, setelah itu aku akan kembali menjemput mu pulang ok." Ucap Sekhu yang ingin segera membersihkan diri kotor akibat bertempur dengan Naima semalam.


" Baik lah, jangan terlalu lama." Ucap Kirana menatap kepergian Sekhu.


Sekhu langsung pergi meninggalkan Kirana dirumah sakit menuju rumah nya, tak lama Leo datang ke ruangan Kirana dan memeluk mesra wanita itu.


" Apa kau akan kembali pulang hari ini, aku ikut bahagia akhirnya kamu pulang dan bisa melakukan aktivasi seperti biasanya sayang ku." Ucap Leo lembut.


" Maksih sayangnya aku, aku juga selalu seneng akhirnya bisa ketemu kamu lagi." Kirana memeluk Leo dengan mesra.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap mereka dengan sinis dan tersenyum menatap kemesraan mereka.


" Pria bodoh seperti Sekhu ternyata bisa tertipu oleh mulut manis wanita murahan itu, kau begitu bodoh Sekhu." Adam tertawa meninggalkan ruangan Kirana.


Adam berjalan menyusuri koridor rumah sakit yang begitu ramai halu lalang dokter dan perawat yang bertugas, beberapa dari mereka menyapa Adam dengan ramah.


Bruk


Tubuh Adam bertabrakan langsung dengan seorang gadis yang bejalan terburu-buru.


" Maaf, aku tidak sengaja tuan." Ucap gadis itu panik.


" Tidak masalah, lain kali perhatian jalanmu jangan hanya ponsel mu." Ucap Adam acuh tanpa ingin memperlambat waktu nya.


" Sekali lagi maaf, tuan.." Pekik gadis itu saat Adam pergi dari hadapan nya.


Adam adalah pemuda yang begitu baik dan lembut, meski di dunia malam dia tak kalah kejam dan sadis seperti ayahnya Roy Martin. Meski begitu Adam tidak begitu mengekspor dirinya pada dunia luar.


Itu juga yang membuat Sekhu berhadapan dengan Roy Martin karena tidak mengetahui jika Adam Martin adalah anak tunggal dari musuh nya itu, Adam begitu pintar menutup identitas aslinya bahkan Naima saja tidak tahu siapa pria yang dia cintai itu.


Naima hanya tahu jika Adam adalah seorang pekerjaan kantoran sebagai manager di perusahaan Roy Martin yang dia tidak ketahui bahwa itu perusahaan milik orang tua Adam.

__ADS_1


Hidup nya diluar begitu sederhana dan cukup membuat orang tidak akan pernah menyangkal jika Adam sejahat dan sekejam itu ketika marah dan berhadapan dengan musuh nya.


Sama hal nya saat pemuda itu berhadapan dengan Sekhu dan keluarga nya Adam akan tersenyum sinis dan berupaya membuat mereka percaya padanya, namun jika Adam berhadapan dengan orang lain maka dia bak malaikat yang begitu disenangi.


" Baik sekali dia, biasanya orang kaya akan betingkah sombong dan angkuh." Gumam gadis itu langsung berjalan cepat.


Adam masuk kedalam mobil yang sudah di menunggu nya di depan rumah sakit.


" Pergi ke apartemen saja, aku lelah." Ucap Adam pada supir nya itu.


" Baik, tuan muda."


Mobil berjalan meninggalkan rumah sakit menuju apartemen milik Adam.


Gadis yang menabrak Adam itu tiba di sebuah ruangan dokter lalu mengetuk nya pelan.


Tok tok tok


" Masuk." Ucap seorang pria.


Gadis itu langsung masuk dan tersenyum menatap dokter separu baya yang sudah menjadi langganan nya itu.


" Selamat siang dokter." Ucap nya lembut.


" Selamat pagi, Kanaya duduk lah."


Gadis bernama Kanaya itu langsung duduk berhadapan dengan dokter pria itu.


" Kanaya, saya sangat berat sebenernya mengatakan semua ini pada kamu."


" Memang ada apa dokter, apa semua baik baik saja atau..."


Dokter pria itu menghela nafas berat.


" Begini Kanaya, saya sudah melakukan pengecekan semaksimal mungkin dan berulang kali nak. Tapi semua pemeriksaan menyatakan, jika kamu mengidam LEUKIMIA stadion 2 ."


Kanaya menatap hasil ronsen itu den Bosch tidak percaya, bukan kah dirinya sudah melakukan berbagai kemoterapi dan juga minum obat secara rutin tapi kenapa penyakit nya tidak kunjung sembuh.


" Tapi saya sudah minum obat secara rutin dan terus menerus, bahakan kemoterapi sudah seperti makan sehari hari tapi kenapa..." Ucap Kanaya meneteskan air mata.


" Kanaya, kami para dokter yang seorang manusia biasa yang hanya bisa mengobati bukan menghilang kan nak." Dokter paru baya itu nampak ikut sedih menatap Kanaya menangis.

__ADS_1


Gadis itu hanya seorang pembantu di sebuah villa yang tak jauh dari rumah sakit itu dia juga anak yatim piatu yang tinggal sendiri tiada saudara, tapi Tuhan memberikan sebuah penyakit yang akan membunuh nya secara perlahan.


" Saya permisi dok, Terima kasih." Kanaya langsung meninggalkan dokter itu dengan deraian air mata yang terus mengalir di pipi mulus nya.


__ADS_2