
Vino meleraikan pelukannya pada Nova saat melihat seorang lelaki yang menemani Baby-nya. Wajah keduanya sama-sama tercengang karena keduanya adalah musuh besar.
"Kau...!"
"Kau...!"
"Kenapa pria sialan ini berada di sini, baby?"
"Abang ini yang menolongku membawaku ke rumah sakit." Ujar Nova.
"Apakah jangan-jangan kamu yang telah menabrak kekasihku?" Tanya Vino kesal.
"Hah...? Dia mengaku aku kekasihnya? Apa nggak salah?" Batin Nova.
"Setidaknya aku bertanggungjawab pada Nova dan membawanya langsung ke rumah sakitku." Sahut Recky.
"Sayang...! Sekarang kita pulang. Kamu bisa di rawat di rumah sakitku yang ada di Jakarta." Ucap Vino tidak mau kalah.
"Kalian ini apa-apaan sih? Kenapa jadi pamer harta begitu? Lagi pula aku tidak apa. Aku hanya syok aja. Lukaku hanya kening saja. Lagian aku tidak merasakan apapun. Kalau Daddy mau pulang, ayo kita pulang." Ucap Nova yang sudah tahu tabiat Vino tukang paksa.
"Cantik..! Sampai jumpa lagi ya..! Hati-hati..! Kalau dia marah-marah padamu, katakan padaku! Aku akan menghajarnya." Ucap Recky.
"Apakah kalian sudah seakrab itu padahal kalian baru bertemu?" Tanya Vino penuh curiga.
"Apakah Daddy masih mau cemburu sama bang Recky lagi?"
"Awas jangan dekat-dekat sama dia!"
"Emang Daddy mengenalnya?"
"Tidak penting. Masuklah ke mobil! Kita pulang ke Jakarta." Ucap Vino sambil membuka pintu mobil untuk Nova.
Mobil mewah itu langsung menuju pintu tol menuju Jakarta. Nova yang masih merasa ngantuk langsung tidur, di tambah hujan di luar sana sangat deras. Vino merasa aneh dengan sikap Nova yang langsung lembut padanya padahal sebelumnya gadis itu hampir membuat kepalanya mau pecah.
__ADS_1
"Nova...! Kenapa kamu begitu sulit di tebak saat kamu marah dan mengembalikan semua apa yang aku berikan padahal aku hanya mengujimu saja supaya kamu tidak pergi dariku," batin Vino.
Vino menjadi kesepian saat ini karena Nova hanya tidur sepanjang perjalanan menuju Jakarta. Sementara itu, Recky seorang pemain wanita menjadi baper saat ditinggal pergi oleh Nova.
Di tempat tidurnya, ia terlihat sedang gelisah memikirkan Nova yang awalnya ingin di ajak menikah gadis itu. Beruntunglah, ia sudah punya nomor ponsel gadis itu saat ingin menghubungi kelurga Nova. Dan ia mengirim beberapa foto cantik milik Nova dari galeri gadis itu ke ponselnya.
"Aku belum pernah merasakan jantungku berdebar-debar saat bertemu dengan seorang wanita cantik selama ini. Tapi, kenapa baru sekali menatap wajah cantik Nova jantungku seperti genderang yang mau pecah?" Gumam Recky.
Pria tampan ini segera menghubungi asistennya untuk mencaritahu siapa Nova. Apa kesukaan gadis itu dan semua aktivitas Nova walaupun dia tahu Nova sudah bersama dengan Vino saat ini.
Tidak lama kemudian, mobil Vino sudah berada di tempat parkir apartemennya. Ia membangun Nova agar turun. Di dalam kamar apartemennya, Vino melucuti pakaian Nova dan mengajak lagi gadis itu tidur. Nova yang memang masih mengantuk tidur lagi bersama Vino.
Pagi itu Nova berangkat ke sekolah diantar oleh Vino. Hilman melirik pasangan di belakang sana terlihat menjadi pendiam. Biasanya keduanya saling bermesraan dan tidak segan untuk berciuman walaupun Hilman tidak berani untuk melihatnya.
"Ada apa itu orang berdua? lagi sariawan atau sakit gigi." Batin Hilman sembari mengusap lehernya yang sangat pegal.
Sampai tiba di depan pintu gerbang sekolah, keduanya tetap tidak saling tegur sapa membuat Hilman akhirnya kesal sendiri." Buset..! Sudah kayak kuburan nih mobil. Ada orang tapi seperti aku bawa hantu. Diam aja." Sungut Hilman kesal saat Nova sudah turun tanpa pamit pada Vino.
Nova meletakkan tasnya dengan wajah merengut. Anggun yang baru datang menegur Nova yang sibuk membaca chatting masuk dari nomor yang tidak dikenal.
"Hei cantik ..! Sekolah yang rajin ya. Semoga pintar dan sukses." Tulis Recky.
Nova tersenyum saat mengetahui pria tampan itu mengirimkan chating padanya dengan kata-kata yang manis. Nova tidak mau membalas chating Recky karena takut ketahuan oleh Vino walaupun Vino tidak melihatnya secara langsung tapi dia tidak ingin mengkhianati kepercayaan Vino padanya.
"Tadi cemberut kayak dompet tanggung bulan. Sekarang tersenyum seperti mawar baru disiram. Ada apa?" Tanya Anggun.
"Tidak apa." Ucap Nova walaupun hatinya saat ini masih kesal dengan Vino.
Tidak lama bel masuk kelas dan guru mata pelajaran kimia sudah masuk ke kelas mereka. Nova dan Anggun sudah fokus dengan mata pelajaran cukup rumit itu dengan rumus yang membuat mereka harus ekstra konsentrasi saat sedang di jelaskan oleh guru mereka.
Saat memasuki istirahat, Nova baru menceritakan kejadian yang menimpa dirinya dan Vino pada Anggun.
"Nova. Sepertinya Vino jatuh cinta deh sama loe. kamu suka nggak sama Vino?"
__ADS_1
"Justru aku yang duluan jatuh cinta sama Vino tapi, cowok itu tidak pernah menyampaikan perasaannya padaku. Tapi di hadapan lelaki lain dia memperkenalkan aku kekasihnya. Tapi, selebihnya dia tidak mengucapkan apapun lagi padaku. Jadi, aku bingung dengan sikapnya dia suka aku atau tidak?" Imbuh Nova.
"Ya sudah, kamu jangan terlalu berharap banyak dari sugar Daddy kamu itu. Takutnya dia hanya lip servis saja sama kamu nggak sampai ke hati." Balas Anggun.
"Iya juga sih. Tapi, aku tidak bisa menghilangkan perasaan cintaku begitu saja padanya. Makin diabaikan makin tersiksa."
"Di telan saja. Nggak usah di ekspresikan. Entar malah sakit hati sendiri." Ucap Anggun.
"Hmm."
Saat jam pulang sekolah, Recky sudah datang menjemput Nova duluan. Nova yang sedang sibuk melihat mobil milik Vino dikagetkan oleh pria tampan itu.
"Hai cantik..! Apakah kamu sedang menunggu aku jemput?" Tanya Recky dengan percaya diri.
"Astaghfirullah! Bikin kaget aja sih bang. Lagian Abang bisa ada di sini, bagaimana ceritanya?"
"Beberapa hari ini, Abang tidak bisa tidur mikirin kamu cantik. Itulah sebabnya Abang cari tahu di mana kamu sekolah."
"Astaga Abang gombalnya receh banget bang." Ucap Nova tersipu malu membuat Vino yang baru muncul di hadapannya terlihat geram.
Nova yang melihat wajah garang vino langsung serius. Recky mengerti mengapa Nova langsung diam tetap mengajak Nova bicara.
"Nova. Aku yang menjemputmu duluan. Berarti kamu harus ikut aku." Ucap Recky.
"Hai kunyuk! Bukankah aku sudah bilang kalau Nova adalah wanitaku. Dan jangan coba-coba menganggu wanitaku, kamu mengerti?"
"Kamu baru wanitanya bukan istrinya. Jadi tidak kekuatan hukum untuk bisa memilikinya." Sergah Recky tak mau kalah.
"Baby..! Masuk ke dalam mobil!" Titah Vino membuat Nova tidak bisa membantah.
"Bang Recky. Nova pulang dulu ya bang." Ucap Nova pada Recky yang menatapnya sendu.
"Apakah kamu dengar? Nova lebih memilihku bukan?" Ledek Vino membuat Recky mengepalkan kedua tangannya menahan kesal.
__ADS_1