Mantan Sugar Baby

Mantan Sugar Baby
49. Minta Maaf


__ADS_3

Kedua orangtuanya Novia sedang makan malam di rumahnya Novia. Tidak lama kemudian, Viona dan Kenzo kembali lagi ke rumah Boy untuk meminta maaf pada Novia.


"Assalamualaikum ..!" Viona dan Kenzo mengucapkan salam bersama.


"Waalaikumuslam warahmatullahiwabarakatuh...!" Kelurga itu kompak menyambut salam dari pasangan.


"Daddy, kak Novia! Kenzo ingin minta maaf," ucap Viona.


Novia menatap suaminya dan mengangguk setuju jika Novia mau memaafkan Kenzo. Vino juga tidak keberatan walaupun sebenarnya ia masih kesal dengan Kenzo. Tapi dia tidak ingin menyakiti hati putri keduanya, Viona.


Semuanya berdiri menghampiri Kenzo.


Nova yang lebih dulu mencairkan suasana yang masih terasa menegang.


"Kenalkan dulu namamu siapa nak dan di mana kamu tinggal?" tanya Nova santun.


"Namaku Kenzo Tante. Aku tinggal di perumahan Pondok Indah," ujar Kenzo sambil tertunduk dengan mengusap satu lengannya agar tidak merasa gugup.


"Silahkan tunjukkan itikad baikmu pada kakaknya Viona!" pinta Nova.


"Kak Novia. Saya minta maaf karena sudah membuatmu cedera. Apa yang harus saya lakukan untuk menebus kesalahan saya pada kakak selain minta maaf, insya Allah saya akan memenuhinya sesuai kemampuan saya," ucap Kenzo.


"Aku terima permohonan maafmu, Kenzo. Lain kali jangan mengabaikan orang yang kamu sakiti dan belajarlah untuk bisa mengendalikan diri. Jika kamu minta kakak untuk membuatmu bisa menebus kesalahanmu, kakak ingin kamu menikahi adikku Viona secepatnya jika daddy kami setuju, iyakan Dady?" tanya Novia.


"Emang boleh, aku menikahi Viona, om?" tanya Kenzo gugup.


"Kirim Cv-mu padaku, baru aku bisa mempertimbangkan pinangan kamu pada putriku Novia.


"Baik Om. Aku akan segera mengirimnya. Apakah kak Boy juga sudah memaafkan aku juga?" tanya Kenzo.


"Jika istriku sudah memaafkanmu, aku tidak punya alasan untuk menolakmu," ucap Boy.


"Terimakasih kak Boy!" Kenzo mengulurkan tangannya pada semuanya dan disambut baik oleh anggota keluarga itu.


"Nah, sekarang kita makan malam bersama. Ayo nak Kenzo. Tidak usah sungkan kalau mau jadi bagian anggota keluarga ini," ucap Nova.


"Mamiii. Maaf mami, Daddy. Fian terlambat. Latihan paskibra baru kelar untuk persiapan 17 Agustus besok," ucap Vian sambil menyalami anggota keluarganya.

__ADS_1


"Kenalkan Vian! ini cowoknya kakak Viona!" ucap Viona.


"Eh, rupanya ada yang naksir juga sama kakak aku yang jutek ini. Makasih bro!" ujar Vian salaman sama Kenzo sambil terkekeh.


"Sudah cuci tangan kamu dan makan bersama. Ayo kak Novia sudah lapar. Kasihan sama Dede bayinya," ucap Nova.


"Iya mami." Vian mencuci tangannya di wastafel dekat dengan ruang makan.


Viona melayani Kenzo dengan menuangkan nasi di piring Kenzo membuat pria berusia 23 tahun ini takjub bahwa masih ada gadis yang mengikuti tradisi kelurga untuk melayani pria di keluarga itu.


"Terimakasih Viona!" ucap Kenzo malu-malu.


"Sama-sama Kenzo," ucap Viona.


Keluarga itu menikmati makan. malam mereka tanpa banyak bicara. Kenzo yang jarang makan bersama keluarganya karena jarang berkumpul seperti ini. Ibunya yang seorang desainer terkenal dan ayahnya juga seorang pengusaha yang lebih sibuk wara Wiri ke luar negeri.


Ia dan adik Hani hanya bisa mengurus diri sendiri tanpa ikut campur orangtua mereka. Bahkan keduanya jarang menanyakan kabar anak-anaknya. Sementara Kenzo melihat keluarga Vino terasa hangat dan solid.


"Ya Allah. Semoga aku bisa masuk ke dalam keluarga ini," pinta Kenzo yang langsung jatuh cinta pada keluarga Viona.


"Kenzo. Habis makan kita sholat isya berjamaah dulu baru kamu boleh pulang. Kamu tidak pernah meninggalkan sholat 5 waktu kan?" tanya Vino.


"Maafkan aku Om. Aku bahkan lupa kapan terakhir aku sholat," jujur Kenzo.


"Tidak apa Kenzo. Tapi mulai sekarang, kamu harus sholat fardhu karena kamu akan menjadi imam untuk putriku dan itu salah satu syarat untuk menjadi calon suami putriku.


"Insya Allah Om," ucap Kenzo.


"Ini kelurga yang aku cari. Aku menginginkan kedamaian dalam keluarga ini," batin Kenzo yang tidak sabar ingin menikah dengan Viona.


"Nak Kenzo sudah kerja?" tanya Nova saat mereka sedang makan makanan penutup berupa puding coklat.


"Saya bekerja di salah satu perusahaan ayah, Tante.


"Perusahaannya bergerak di bidang apa?"


"Produksi ban mobil," ucap Kenzo.

__ADS_1


"Perusahaan Lion Birdman itu milik keluargamu?" tanya Vino yang tahu betul perusahaan itu.


"Benar Om. Itu perusahaan ayah saya," ujar Kenzo.


"Titip salam pada ayahmu dari om Vino," ucap Vino setelah mengetahui siapa Kenzo.


"Baik Om. Insya Allah akan saya sampaikan kalau ayah sudah balik ke luar negri.


Tidak lama terdengar suara azan magrib. Semua kelurga berkumpul untuk sholat kecuali Viona yang saat ini sedang haid. Kenzo memperhatikan gerakan wudhu yang baik dan benar dari Vino dan mengikutinya dengan baik.


Bertindak jadi imam adalah Boy. Suara indah Boy melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an membuat hati Kenzo merasa kerdil saat ini. Jika Boy saja bisa mendapatkan Novia dengan mudah mungkin Boy adalah pria yang memiliki akhlak yang mulia dan ilmu agama yang mempuni," batin Kenzo yang jadi melamun saat sholat.


Kenzo seakan tertantang untuk bisa mendapatkan Viona bukan karena Viona saja. Karena ia mendapatkan ketenangan batin bisa bersama dengan keluarga ini. Ia bertekad untuk memperdalam ilmu terutama memperbaiki sholat lima waktu.


Usai sholat isya, Kenzo segera pamit pulang karena ia ingin merehatkan tubuhnya dan berjanji untuk mengirimkan CV pada Vino.


"Viona. Aku pulang dulu. Besok aku akan menjemputmu saat kamu pulang kuliah. Apakah aku boleh berkunjung ke rumahmu?" tanya Kenzo.


"Silahkan Kenzo. Rumah keluargaku terbuka untukmu," ucap Viona.


"Aku tidak sabar ingin menikahimu. Aku akan bicarakan hubungan kita pada kedua orangtuaku," ucap Kenzo.


"Salam untuk kedua orangtuamu. Kapan-kapan aku akan main ke rumah kamu," ucap Viona.


Kenzo masuk ke mobilnya dan Viona melambaikan tangannya saat mobil itu sudah bergerak meninggalkan kediaman Boy. Viona kembali ke dalam. Novia yang lagi kepingin rujak masih maksa mau makan rujak bareng Viona.


"Malam-malam begini masih mau makan rujak sih kak," gerutu Viona.


"Bayiku yang pingin bukan aku. Makan rujaknya mau sama kamu mungkin anakku nanti mirip sama kamu," celetuk Novia.


"Wah...! entar keponakanku nurut banget sama aku. Jadi nggak sabar pingin gendong bayi," ucap Viona.


"Cepat nikah gih. Biar punya bayi sendiri!" titah Novia.


"Kak. Malam pertama itu enak ya?" tanya Viona.


"Enaknya makin nagih. Aku nggak bisa ngomong kalau kamu belum coba sendiri," ucap Viona.

__ADS_1


"Tapi ada juga temanku bilang sakit, kak. Yang benar yang mana? sakit atau enak?" tanya Viona penasaran.


"Enak. Dan paling enak. Nanti kamu ketagihan. Jadi, jangan dengarkan temanmu yang bilang sakit itu," ucap Novia sambil menahan tawanya.


__ADS_2