Mantan Sugar Baby

Mantan Sugar Baby
31. Kisah Tragis


__ADS_3

Saat ini ketiga anaknya Vino dan Nova, juga Recky sudah beranjak remaja. Boy yang sudah menamatkan sekolah tingkat atas berniat untuk melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi di luar negeri. Sementara itu Novia baru saja mau masuk tingkat SMP dan ia mengikuti jejak Boy untuk masuk sekolah boarding school.


Untuk merayakan acara kelulusan, kedua keluarga ini sepakat untuk merayakan keberhasilan anak-anak mereka di puncak. Vino dan Recky terlihat makin akrab walaupun hati Recky masih belum bisa move on dari Nova.


Entah cinta buta atau gila, yang jelas ayah dari Boy ini masih menyimpan cintanya untuk Nova. Walaupun cinta itu tidak pernah terbalaskan, Recky tetap menjaga prilakunya dihadapan Nova karena menyadari keimanan Nova yang makin kuat sejalan usianya yang makin bertambah. Walaupun sudah berusia 37 tahun, Nova tetap terlihat cantik seakan menolak untuk tua.


Malam itu keluarga sedang berkumpul untuk menunaikan ibadah sholat. Otomatis saat sholat, Nova harus melepaskan cadarnya dan Recky tidak sengaja melihat wajah cantik Nova dalam balutan mukena putih. Seketika darahnya kembali berdesir dengan pompa jantung yang terus bertalu.


"Masya Allah. Kenapa wajah Nova masih tetap sama seperti 13 tahun yang lalu. Mengapa masih terlihat cantik bahkan makin cantik di usia dewasanya," batin Recky kembali mengambil posisi sebagai Ma'mun dibelakang Vino.


Nova yang terlihat salah tingkah sendiri saat matanya dan mata Recky sempat terkunci dalam sepersekian detik. Walaupun begitu wajah Nova yang baru saja terlihat oleh Recky sudah tercetak jelas dalam ingatannya.


Recky menjadi tidak khusu menunaikan sholat isya. Jantungnya terus saja berpacu seakan perasaan jatuh cinta pada Nova berulang kali setiap saat.


Usai menunaikan ibadah sholat isya, Nova mengenakan lagi cadarnya. Recky langsung lemas karena tidak bisa lagi menikmati wajah cantik Nova.


"Sekarang acara barbeque. Ayo anak-anak kita berkumpul bersama di halaman belakang," ucap Nova.


Para pelayan yang sibuk membuat acara bakar-bakaran itu. Sementara Vino dan Recky membuat api unggun. Boy yang sudah punya rasa pada Novia, menyimpan perasaannya untuk ia jaga hingga saatnya ia bisa menyatakannya suatu saat nanti jika gadis itu sudah menginjak usia 17 tahun.


"Boy. Tolong bantu Tante membawa sambalnya ke meja!" Pinta Nova.


"Ok Tante." Boy membawa nampan yang berisi sambal untuk bumbu barbekyu ke meja.


Sementara Novia dan adik Viona memotong puding. Dua gadis berjilbab ini sangat cantik membuat Boy mengagumi keduanya. Walaupun dia adalah pria remaja sendiri di tempat itu, namun ia akan menjaga ketiga anaknya Vino itu seperti adiknya sendiri. Viona baru kelas 6 SD dan Alviano duduk di kelas 5 SD.


Kelurga itu akhirnya berpesta barbekyu. Recky mulai membuat kuis untuk keempat anak itu. Masing-masing diantara mereka harus menebak jawabannya karena hadiah yang ditawarkan Vino cukup menggiurkan.

__ADS_1


Permainan itu berlangsung seru. Vino merekam sendiri momentum berharga itu. Sekitar pukul sepuluh malam, anak-anak sudah terlihat lelah. Mereka masuk ke kamar dengan tiga kamar tidur terpisah. Recky dan putranya Boy satu kamar, Vino dan Nova satu kamar begitu juga ketiga anaknya Vino tidur dalam satu kamar yang sama karena masih ada kecil.


Sekitar pukul tiga pagi, Nova hendak bangun untuk mengambil air minum. Saat itu ia melihat Recky sedang duduk sendirian sambil memainkan ponselnya. Nova yang tidak tahu ada Recky di luar hanya mengenakan hijab biasa saja tanpa mengenakan cadar.


Recky memperhatikan wajah cantik Nova dengan intens. Sementara Nova belum menyadari kehadiran Recky karena tempat duduk Recky yang sedikit terlindungi dari jauh. Recky iseng merekam Wajah Nova secara diam-diam. Karena ini adalah keberuntungan untuk dirinya.


"Nova," sapa Recky membuat Nova tersentak.


"Recky. Kenapa ada di sini? kenapa kamu belum tidur?" tanya Nova gugup.


"Aku tidak bisa tidur," ucap Recky.


"Baiklah. Kalau begitu aku masuk dulu," ucap Nova hendak melangkah namun tangannya dicekal oleh Recky.


"Nova. Aku masih mencintaimu sampai saat ini. Aku tidak bisa jatuh cinta pada wanita lain karena hatiku tidak bisa berpaling darimu. Aku tahu, rasanya aku sangat konyol, tapi aku memang sulit untuk melupakanmu. Walaupun aku sudah mencoba untuk melupakanmu," ucap Recky lalu melepaskan genggamannya pada tangan Nova.


Tanpa diketahui Nova dan Recky, Boy mendengar percakapan itu membuat hati pemuda tampan itu seketika patah. Ia baru tahu kedekatan ayahnya dengan keluarga Vino, adalah suatu kepalsuan. Ayahnya ingin mendapatkan cinta wanita yang tidak pernah sedikitpun memberikan harapannya pada Recky.


"Apakah karena Tante Nova yang membuat ayah tidak ingin menikahi mama?" batin Boy lalu kembali ke kamarnya. Pemuda tampan itu mulai membenci keluarga Vino terutama Nova.


Ketika menjelang pagi hari, tiba-tiba saja ada penyerangan musuh ke villa milik Vino. Nova yang baru selesai membaca Alquran, segera keluar saat mendengar sesuatu yang jatuh.


"Jangan bergerak!" Ancam seorang penjahat pada Nova yang baru membuka pintu dengan pistol yang ditodong penjahat tepat di keningnya.


"Tolongggg...!" teriak pembantu yang spontan membangun penghuni rumah membuat Vino dan Recky segera mengambil pistolnya.


Penjahat itu melepaskan tembakan kepada pembantu itu membuat Nova histeris." Bibiii ...!" tubuh Nova tidak kuat lagi menopang tubuhnya karena ia kuatir anak-anaknya keluar.

__ADS_1


Vino sigap masuk ke kamar anak-anaknya karena kamar pintu kamarnya konekting dengan kamar ketiga anaknya.


"Sayang. Tetaplah didalam kamar jangan keluar!" ucap Vino pada anaknya Novia.


"Daddy..! Kami takut daddy," ucap ketiga anaknya sambil berpelukan.


"Emangnya ada apa daddy?" tanya Novia.


"Ada perampok. Daddy harus keluar menolong mami kalian," ucap Vino.


"Tetap di sini.Jangan takut. Entar lagi anak buah ayah datang.


Vino yang mendengar ada tembakan lagi membuat mereka terperanjat.


"Nova," desis Vino yang langsung keluar dan mengunci pintu kamar anak-anaknya.


Sementara itu Recky yang sudah tahu Vino tidak bisa keluar karena penjahat itu berdiri di depan pintunya sambil menodongkan senjata pada Nova.


Recky melompat dari atas balkon menendang pria yang menodongkan senjatanya ke Nova hingga tubuh pria itu terpental dan Recky melepaskan tembakan pada pria itu.


Boy terbangun lalu mengendap melihat situasi yang berada di lantai satu. Baru saja ia mengintip, tiba-tiba penjahat yang lain hendak menembak Nova.


"Ayahhhhhh...!" pekik Boy untuk menyadarkan ayahnya agar melihat ke arah penjahat yang hendak menembak Nova.


Recky sekelebat mengalihkan tubuhnya untuk melindungi Nova dari tembakan penjahat dan Vino langsung keluar untuk menembak penjahat-penjahat yang menyerang mereka.


"Ayahhhhhhhh ....!" teriak Boy saat melihat tubuh ayahnya bermandikan darah.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2