Mantan Sugar Baby

Mantan Sugar Baby
41. Terpaksa Gigit Jari


__ADS_3

Boy yang terlihat sudah tidak bisa menahan gejolak jiwanya yang sudah dikuasai naf*su membara, langsung menyerang Novia dengan memagut bibir Novia lembut. Tangannya yang begitu lihai membuka kancing kemeja yang di pakai Novia mulai memperlihatkan bera hitam hingga memperlihatkan belahan dada Novia yang mulai menyembul.


"Astaga. Ternyata besar juga," batin Boy yang merasakan benda kenyal nan padat itu berada penuh dalam genggamannya kini.


"Boleh aku menyicipinya?" ijin Boy pada sang pemilik walaupun tak diizinkan Novia, tubuh gadis itu sudah sepenuhnya hak miliknya.


"Boy...! erangan nikmat bercampur geli mulai dirasakan Novia kala Boba miliknya sudah di hisap ke dalam mulutnya Boy hingga membuat Novia mulai menekan pelan kepala Boy untuk lebih dalam mengenyot dua Boba itu secara bergantian.


Merasakan mendapatkan akses dari gestur tubuh Novia yang ingin diperlakukan lebih, tangan Boy sudah bermain nakal menggapai satu kain terakhir penutup gawang milik Novia yang belum pernah dimasuki bola manapun.


Sesaat kemudian Boy merasakan tempat sempit itu mulai lembab karena Novia telah terpengaruh dengan tontonan film yang berbau semi adegan dewasa itu ditambah pemanasan kecil darinya untuk membakar gairah birahi istrinya.


Boy bangkit melepaskan segitiga penutup itu dalam sekali sentak. Ketika kedua kaki Novia di renggangkan, betapa terkejutnya Boy saat melihat cairan yang dikiranya bening ternyata berwarna merah. Keningnya mengerut dengan suasana hati berubah kecewa. Novia yang masih terpejam menikmati sentuhan suaminya, akhirnya terganggu juga dengan diamnya Boy memperhatikan miliknya.


"Ada apa Boy?" tanya Novia dengan nafas yang masih memburu terbakar gairah.


"Kamu sedang kedatangan tamu bulanan, Novia. Ujar Boy lalu menggendong tubuh Novia untuk membersihkan tubuhnya Novia khusus bagian bawahnya.


Kisah Nova dan Vino terulang lagi pada putrinya Novia yang datang bulan di malam pertama mereka. Rasanya saat ini Novia pingin ngakak karena melihat wajah kecewa suaminya. Betapa tidak keinginan untuk menyentuhnya harus tertunda lagi karena kedatangan tamu yang tak diundang itu.


Beruntunglah Nova menyiapkan pembalut dikoper putrinya sehingga Boy bisa mengambilnya dan memasang benda itu di celana da*lam Novia. Boy juga membantu Novia memakaikan ke tubuh gadis itu.


"Sekarang kita tidur saja sayang. Ini sudah malam," ucap Boy.


"Maafkan aku. Aku lupa kalau saat ini aku biasanya sudah datang bulan," ucap Novia.


"Justru itu bagus, sayang. Saat berhubungan intim di masa subur kamu bisa langsung hamil," ucap Boy.


"Tapi aku masih kuliah," ucap Novia sedikit protes.

__ADS_1


"Tidak ada larangan kuliah bagi orang hamil. Jadi jangan menjadikan itu alasan. Itu adalah fitrah seorang wanita untuk melahirkan keturunan agar meramaikan dunia ini dengan kebaikan yang akan ia tebarkan suatu saat nanti," ucap Boy.


"Aaamiin....!" Novia mengecup bibir suaminya sebelum memejamkan matanya.


Ia sangat bersyukur karena Boy sangat menyayanginya. Novia berjanji akan melayani suaminya jika masa haidnya akan berakhir. Keduanya tidur melewati malam panjang yang masih menyisakan lelah bagi Boy yang memang kurang tidur dalam beberapa malam ini.


...----------------...


Seminggu kemudian sejak pulang dari rumah sakit, tangan Novia sudah bisa memegang alat tulis ataupun pisau. Karena hari ini adalah weekend, Novia ingin memasak makan siang sendiri dibantu oleh dua pelayannya yang usia mereka tidak jauh dengannya.


Dua pelayan itu menyiapkan semua bahan yang sudah di bersihkan oleh mereka untuk diolah Novia. Tangan Novia cukup cekatan meramu semua bumbu yang akan dia blender dan ada juga yang dia hanya mengirisnya.


Jadilah masakan seafood yang diolahnya melalui resep yang ia tonton di konten YouTube pastinya.


"Ya Allah semoga hasil masakanku enak," lirihnya sambil mencoba masakan yang sudah matang.


"Tolong di bawa ke meja makan ya mbak. Aku mau ganti baju dulu sekaligus memanggil suamiku makan," ucap Novia.


Novia masuk ke kamar mandi membersihkan lagi dirinya dan menggantikan baju terbaiknya agar tampil cantik di depan suaminya. Ia berjalan ke ruang kerja Boy untuk memanggil si tampan itu.


"Kak Boy. Aku sudah selesai masak. Kita makan ya!" ajak Novia.


"Kamu masak apa sayang?" tanya Boy.


"Masak seafood. Hari ini serba seafood," ucap Novia.


"Dari mana kamu tahu kalau aku suka seafood?" tanya Boy lagi yang sudah bangun dari kursi kebesarannya.


"Dari masa kecil kita karena aku selalu menanyakan kepada om Recky setiap kali beliau berkunjung menemui daddy," ucap Novia membuat Boy tersentak.

__ADS_1


"Jadi ayahku dulu sering berkunjung ke rumah paman Vino tanpa aku? sepertinya dia bukan menemui paman Vino tetapi dua sedang ingin melihat wajah cantik Tante Nova walaupun itu tidak pernah bisa karena Tante Nova selalu mengenakan cadarnya," batin Boy.


Novia baru menyadari kebodohannya yang telah membahas mendiang ayah mertuanya kepada Boy." Maafkan aku kak Boy. Aku tidak bermaksud membuat kakak sedih. Aku hanya mengenangnya saat ingin tahu banyak tentang kakak melalui paman," ucap Novia.


"Sudahlah. Tidak ada yang perlu dimaafkan olehku. Semuanya adalah bagian takdir. Setidaknya ayahku sudah bahagia karena keinginannya agar aku akan menikahimu sudah terbukti saat ini. Tinggal tunggu waktu proses pembuatan cucu untuknya.


Jika ayahku dulu tidak bisa mendapatkan mami Nova, maka aku yang akan mendapatkan putrinya yang super cantik ini. Apakah hari ini kamu sudah siap untuk digarap baby?" goda Boy yang sudah melihat Novia menunaikan sholat subuh.


"Insya Allah. Kita makan siang dulu biar punya tenaga untuk saling menggarap biar hasil benihnya bagus untuk tumbuh," balas Novia membuat Boy memencet ujung hidungnya.


"Ternyata istriku nakal juga," ucap Boy lalu menarik kursi untuk Novia dan juga untuknya.


Novia menuangkan nasi untuk suaminya dan mendekatkan lauk yang akan dipilih oleh Boy. Sesaat kemudian, keduanya sudah saling menikmati makan siang mereka.


"Wah! Ini enak sekali sayang. Kamu mulai membuat aku betah di rumah dengan mengurus perutku," puji Boy.


"Terimakasih pujiannya hubby. Dihabiskan ya, karena lauknya banyak sekali," pinta Novia.


"Iya sayang. Tenang saja. Nanti bisa makan lagi ronde kedua setelah bercinta denganmu," ucap Boy.


"Siang-siang begini? apakah nggak takut anaknya entar gosong," ledek Novia.


"Cih...! ayahnya setampan ini dan juga bundanya secantik ini, mana mungkin anaknya itam," balas Boy.


Keduanya terkekeh lalu menghabiskan makan siang mereka. Boy mencuci tangannya di wastafel dan Novia membawa puding dan buah ke kamar mereka. Novia lebih dulu ke kamar untuk mempersiapkan dirinya menghadapi permainan panas yang belum pernah mereka lewati tentunya penjebolan gawang.


Lengerie putih yang dipilihnya siang ini untuk menggoda suaminya.


"Sudah siap baby, hmm?" tanya Boy yang tiba-tiba sudah berada di balik punggung istrinya.

__ADS_1


__ADS_2