
Vino memeluk istrinya saat keduanya sudah berada di dalam lift. Walaupun Nova sudah berkata dia baik-baik saja, tapi tidak dengan tubuhnya yang masih merasa bergetar. Apa lagi pompa jantung gadis itu masih belum menyesuaikan suasana yang ada.
Vino yang masih merasakan ketakutan istrinya, membuat ia tidak tinggal diam pada orang yang telah melecehkan istrinya." Aku pastikan tangannya tidak bisa bergerak lagi sayang ," batin Vino yang tidak ingin mengatakan sesuatu pada Nova.
Vino meminta ijin pada Nova, untuk mengirim chating pada asistennya Hilman." Tolong tangani pria yang telah melecehkan Nova dan bawa mobil Nova ke parkiran apartment, gunakan kunci cadangan yang ada di laci meja kerjaku!" tulis Vino disertai lokasi kejadian dan nomor kendaraan milik Nova.
Hilman yang membaca chating Vino, membuat amarah Hilman meledak begitu saja. Ia tidak terima jika Nova yang sudah ia anggap adiknya sendiri di lecehkan oleh pria lain.
"Aku akan membuat tangannya buntung," balas Hilman membuat Vino menarik sudut bibirnya.
"Kedengarannya sangat memuaskan. Pria itu masih di pos satpam. Urusi dia dengan cara kita," tulis Vino.
"Siap tuan."
Himan segera menuju ke supermarket yang di maksud Vino. Setibanya di sana, pria yang melecehkan Nova sudah tidak ada." Ke mana pergi pria itu?" tanya Hilman.
"Pria siapa tuan?" tanya satpam itu tidak mengerti.
"Pria yang telah melecehkan adikku ditempat parkir beberapa jam lalu."
"Oh, pria itu sudah dibawa oleh tuan Recky. Katanya dia sendiri yang akan mengantarkan pria itu ke kantor polisi," ucap satpam itu membuat Hilman paham apa yang akan dilakukan oleh Recky karena ia ia sangat tahu, Recky cinta mati pada Nova.
"Mampuslah kamu bajingan! kamu telah berurusan dengan orang yang salah." Hilman menghubungi lagi Vino yang saat ini sedang menenangkan Nova.
"Hubungi Recky dan pastikan dia memberikan keadilan yang setimpal pada pria itu!" ucap Vino.
"Baik Tuan."
Vino menarik tubuh Nova masuk dalam pelukannya. Ia ingin Nova cerita lagi kronologi kejadian yang membuat gadis cantik itu masih terlihat syok.
__ADS_1
"Bagaimana semuanya bisa terjadi sayang? Kenapa dia tega melecehkanmu? apakah kamu menghinanya?" tanya Vino penasaran.
"Tidak. Aku tidak sama sekali menghinanya. Saat itu kami sama-sama sedang memarkirkan mobil kami yang berlawanan arah dalam waktu bersamaan. Saat sedang merapikan mobil kami, kami kompak mundur dan terjadilah benturan.
Saya segera merapikan mobilku dalam keadaan ketakutan. Dia mulai marah dan menggedor pintu mobil sangat kencang hingga membuat gugup. Aku belum sempat mencabut kunci mobil dan turun dari itu untuk meminta maaf padanya dan berjanji mengganti rugi berapapun yang dia mau. Dia bukan menjawab harganya, tapi malah melontarkan kata-kata yang tidak sopan padaku dengan memintaku melayaninya dengan tubuhku sebagai ganti kerusakan mobilnya," ungkap Nova apa adanya.
"Bajingan!" Amarah Vino meledak seketika mendengar laporan istrinya.
"Apa yang harus aku lakukan padanya, baby?"
"Bila perlu cabein mulutnya. Dan buat tangannya nggak bisa bergerak lagi." Ancaman Nova tentunya bukan suatu bentuk kesungguhan. Ia hanya geram saja dengan pria itu.
Lain halnya dengan Vino. Pria tampan itu ingin mewujudkan dendam istrinya menjadi nyata. Ia menghubungi Recky yang saat ini sedang menangani pria itu. Vino perlu menidurkan dulu istrinya baru ia akan menghubungi Recky.
Setelah memastikan bayi cantiknya itu tidur dengan damai, Vino baru membaringkan kepala Nova ke bantal. Ia menarik selimut menutupi tubuh Nova hingga ke bahu. Vino mengecup kening istrinya sesaat lalu keluar dari kamarnya.
Entah mengapa, wajah Nova terlintas begitu saja di benaknya seakan melarangnya untuk melakukan tindakan keji pada pemuda itu.
"Apakah bang Recky ingin menggantikan tugas malaikat untuk menyiksanya? cukuplah Allah yang meminta malaikatnya menyiksa dosa manusia. Untuk apa bang Recky ikut campur?" ucap Nova dalam bayangan Recky.
"Ahkkk... sial! Kenapa Nova mencegahku untuk menyiksa pria berengsek ini?" umpat Recky sembari menendang tubuh pria itu hingga terjengkang.
Dreeett....
"Hallo Recky....!"
"Iya Vino. Ada apa?"
"Apa pria itu bersama denganmu saat ini?"
__ADS_1
"Iya. Aku ingin menghabisinya dengan tanganku sendiri," celetuk Recky.
"Terimakasih Recky. Aku menghargai solidaritasmu pada istriku. Tapi, ada yang ingin aku sampaikan kepadamu, kalau Nova ingin mulut pria itu diberi cabe dan buat tangannya supaya tidak bisa lagi untuk bergerak."
"Baik. Bagaimana keadaan Nova?"
"Dia sedang tidur saat ini. Dia sudah lebih baik saat ini. Tapi, kenapa kamu yang harus menangani pria itu? bukankah Nova itu adalah istriku?" tanya Vino.
"Aku tahu itu Vino. Tapi, sebuah rasa cinta tidak bisa berakhir begitu saja hanya karena Nova sudah menyandang status istrimu. Bagiku, dia tetap wanita yang sangat berarti bagiku," ucap Vino penuh cinta.
"Jangan berharap apapun dari hubungan kami Recky. Walaupun bagaimanapun juga, cinta yang dirasakan oleh Nova hanya untukku saja. Jadi, jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan Nova suatu saat nanti, walaupun dia jandaku, aku tak sudi kamu menjadikan dia istrimu, ingat itu," ucap Vino tegas.
"Kamu sudah di makan cacing tanah, mana bisa melarangku untuk mendapatkan Nova," ledek Vino.
"Aku pastikan Nova tidak akan memilihmu untuk menjadi lelaki kedua dalam hidupnya."
"Apakah kamu yakin seperti itu? ketulusan hatiku pada Nova hanya Tuhan yang tahu. Semesta akan berpihak padaku untuk mengembalikan Nova padaku suatu saat nanti. Daripada dia jatuh di tengah pria yang salah, bukankah akulah orang yang tepat untuk menjaganya? aku doakan semoga kamu cepat koid. Dengan begitu aku bisa mendapatkan janda mudanya." Sarkas Recky membuat Vino berteriak kencang di kupingnya.
"Reckyyyyy!"
Tap
Recky mematikan ponselnya sambil tertawa terbahak-bahak karena sudah berhasil membuat jantung Vino hampir copot. Sesaat kemudian, Recky membayangkan lagi wajah Nova yang sempat dilihatnya di mobil tadi.
"Nova. Walaupun kamu sudah mengenakan hijab, kecantikanmu malah makin bertambah. Aku berharap semoga kamu selalu bahagia bersama Vino. Jika dua berani menyakitimu, aku tidak akan segan mengambilmu darinya," ucap Recky.
Recky kembali lagi ke pria tadi dan melaksanakan permintaan Nova. Recky meminta anak buahnya untuk membeli cabe rawit yang banyak. Ia ingin membuat jus cabe untuk pria itu.
"Bos. Bagaimana kalau pria itu mencret bos? Apakah kita juga yang kena imbasnya bos? kalau kasih hukuman, pikirkan juga akibanya bos." Ucap anak buahnya.
__ADS_1