
Keterlibatan cinta lokasi antara Hani dan Vian saat melakukan pelatihan paskibra untuk tampil di istana negara, membuat keduanya memiliki benih-benih cinta. Namun sayang Vian membohongi Hani kalau dirinya hanya seorang anak pembantu yang slalu memakai pakaian bekas milik anak majikannya. Dan kini keduanya dipertemukan di acara pertunangan kakak mereka yaitu Viona dan Kenzo.
Kedua orangtua mereka menatap keduanya bergantian dengan wajah bingung. Nova yang lebih dulu membuka suara.
"Apakah kalian berdua satu sekolahan?" tanya Nova.
"Tidak mami!"
"Tidak Tante!"
"Lalu ada hubungan apa antara kalian berdua?" selidik nyonya Mona.
"Dia...?" Hani terdiam sejenak lalu menatap wajah Nova.
"Apakah Vian anak kandung Tante Nova dan om Vino?" tanya Hani.
"Tentu saja Hani. Emang ada apa, nak?" tanya Nova.
"Itu Tante, putra Tante seorang penipu!" sergah Hani membuat semuanya tercengang.
"Lho...! kok Hani ngomongnya gitu sayang?" tanya tuan Akmal.
Hani menceritakan apa yang terjadi pada mereka berdua termasuk kebohongan Alvian membuat semuanya terkekeh dan Vian terlihat sangat malu untuk itu.
"Kenapa kamu melakukan itu, nak ?" tanya Vino pada putranya.
"Itu karena Vian ingin tahu apakah cinta Hani apakah tulus pada Vian atau tidak," ungkap Vian.
"Cih...! kau itu asal dari planet mana bisa menuduh aku seperti itu?" sarkas Hani yang tidak terima dengan keraguan cintanya pada Vian.
"Hanya buat jaga-jaga saja. Takutnya kamu hanya suka sama aku ada maunya," timpal Vian.
__ADS_1
"Emangnya mau apa. Orangtuaku juga punya banyak duit. Nggak habis di makan tujuh turunan.
"Waduh ..! ini bocah kok jadi berantem gini. Sini duduk semuanya. Kalian berdua itu sedang pacaran?" tanya nyonya Mona.
"Iya bunda. Tapi, dua sudah menipu aku," protes Hani.
"Lebih baik berpura-pura jadi orang miskin mau daripada berpura-pura menjadi orang kaya. Apa yang dilakukan Vian tidak salah. Vian suka sama anak Tante?" ledek nyonya Mona membuat Vian hanya bisa mengangguk sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.
"Hani..! masih mau lanjut nggak jadi pacarnya Vian?" goda Viona.
Hani hanya tersipu malu. Kedua kelurga ini akhirnya merestui hubungan mereka mengingat sebentar lagi mereka akan tamat SMA.
Nova mengajak keluarga itu makan siang karena tidak terasa sudah masuk waktu dhuhur. " Ayo! nyonya Mona, tuan Akmal, Hani, Kenzo! kita makan siang dulu. Nanti keburu dingin," ajak Nova pada calon besannya dan juga keluarga kecilnya.
Boy membantu Novia untuk bangun. Keduanya berjalan menuju meja makan dan duduk bersama dengan kejutan besar mereka karena sudah tambah kelurga baru. Boy begitu iri dengan keluarga Kenzo yang masih mempunyai kedua orangtua yang masih komplit. Sementara dirinya hanya memiliki ibu yang keras kepala dan sangat egois serta pemarah.
"Bunda. Andai saja bunda tahu jika Keluarga ini sangat baik, maka bunda akan mengetahui jika mereka sangat menyayangi Boy. Kapan bunda mau menerima istriku dan calon bayiku yang sebentar lagi akan lahir," batin Boy menatap nanar wajah Kenzo.
Nova mengajak nyonya Mona ke kamar Viona yang ingin mengukur ukuran tubuh mereka untuk persiapan pernikahan. Nova dengan senang hati menerima kebaikan Nyonya Mona. Saat cadar dan jilbab Nova dilepaskan, nyonya Mona begitu takjub menatap wajah cantik Nova yang terlihat masih awet muda di usianya yang ke 47 tahun.
"Terimakasih nyonya atas pujiannya! anda juga sangat cantik apalagi seorang wanita karir," puji Nova.
"Jadi ibu rumah tangga suatu kemuliaan. Bisa memperhatikan kebutuhan suami dan juga anak-anak. Sementara saya hanya mengejar ambisi yang tak jelas. Tapi saya bersyukur Kenzo akan segera menikah dengan Viona setidaknya ada istrinya yang memperhatikannya di rumah. Nanti Viona tinggal di rumah bunda ya! kasihan Hani sendirian kalau kalian cari rumah lagi," pinta nyonya Mona.
"Iya Tante," ucap Viona.
"Jangan panggil Tante lagi! sekarang kamu harus panggil bunda sama seperti Kenzo dan Hani," pinta nyonya Mona.
Viona hanya mengangguk. Tidak lama Novia ikut masuk ke kamar itu untuk mengukur baju. Hanya saja Novia mengenakan dress untuk ibu hamil pastinya rancangannya nyonya Mona.
"Aku juga ya Tante, pakai gaun rancangan Tante Mona?" tanya Novia.
__ADS_1
"Tentu saja sayang. Kamu juga sangat cantik. Kamu dan mami kamu benar-benar seperti kembar malah seperti kakak dan adik!" puji nyonya Mona.
"Terimakasih lho Tante! atas pujiannya dan juga gaunnya.
"Sama-sama sayang. Bunda juga sudah nggak sabar melihat Kenzo menikah. Rumahku pasti ramai dapat lagi anak yang lain, menantu cantik," ujar nyonya Mona tampak sumringah.
Saat ketiga wanitanya Vino ini sudah mendapatkan giliran ukur baju, nyonya Mona sekalian pamit karena mau ke Perancis. Nova memaklumi kesibukan calon besannya ini.
Usai makan siang dan berbincang sebentar, kelurga Kenzo pamit pulang dan Nova meminta pelayannya membawa kue dan masakan sebagai balasan untuk hantaran pinangan.
"Nanti mbak Nova ke butik aku ya! saat mengantar Viona untuk fitting baju bersama. Sekalian aku ingin perkenalkan pada teman-temanku jika besan aku sangat cantik walaupun mengenakan cadar," pinta nyonya Mona yang langsung akrab dengan Nova.
"Iya jeng! terimakasih untuk kebaikannya semoga rejekinya makin berkah," imbuh Nova.
"Nanti untuk seragam laki-laki bisa ke butik saya karena staf saya yang melakukannya untuk tuan Vino, Boy dan Vian," imbuh nyonya Mona.
Keluarga itu saling salaman satu sama lain. Tidak lama mereka sudah berada di dalam mobil dan langsung meluncur ke jalanan ibukota. Nyonya senyam-senyum sendiri saking bahagianya akan berbesanan dengan Nova.
"Bunda hari ini bahagia banget. Ada apa?" tanya tuan Akmal.
"Karena dapat kelurga baru. Saudara baru dan sahabat baru. Kami akan tua bersama saat membesarkan cucu-cucu kami nantinya," ucap nyonya Mona.
"Masya Allah bunda. Aku baru lihat bunda begitu antusias dan bahagia sekali," ujar Kenzo.
"Semoga Hani juga bisa menikah dengan Vian. Iya ya sayang," ucap Mona.
"Hani pingin jadi dokter dulu baru mikirin nikah Bunda," tolak Honey.
"Ok. Tidak masalah tapi jangan ganti pacar lain lagi karena bunda ingin kamu nikah sama Vian," tandas nyonya Mona.
"Insya Allah bunda. Semoga kami jodoh," ucap Hani yang terlihat sudah mengantuk.
__ADS_1
Gadis ini juga terlihat bahagia karena sempat ngobrol dengan Vian cukup lama di kolam renang. Ia juga sangat berharap jika Vian akan melamarnya suatu hari nanti.
Sementara di kediaman Vino, Nova juga terlihat bahagia karena langsung akrab dengan nyonya Mona yang menurutnya sangat hamble. Ia juga tidak sabar menunggu pernikahan putri keduanya dengan Kenzo.