Mantan Sugar Baby

Mantan Sugar Baby
14. Di Mana Kamu Sayang


__ADS_3

Flashback off


Hilman mengerahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Nova. Walaupun mereka cukup sulit untuk menemukan gadis itu karena pakaian yang digunakan Nova yang serba tertutup. Jika foto Nova yang tertera tanpa hijab dengan usia belia membuat mereka sangat bingung. Apalagi di tambah komando dari asisten Hilman yang meminta mereka untuk memperhatikan setiap wanita yang menggunakan cadar. Otomatis mereka harus mendatangi beberapa mesjid yang mungkin bisa menemukan kekasih Vino yaitu Nova.


Kerinduan Vino pada gadisnya itu makin membuatnya frustasi. Ia sangat menyesal karena terlambat menyadari sosok wanita yang jadi partner di bangku pesawat yang ia duduki.


"Dasar bodoh kamu Vino! Jelas-jelas Nova ada dihadapanmu, tapi kamu terlambat menyadarinya. Harusnya kamu menahannya lebih lama. Kalau perlu memintanya langsung menjadi istrimu." Umpat Vino merutuki dirinya sendiri.


"Bos. Nova itu sudah hijrah. Untuk mengimbangi ilmu pengetahuan Nova tentang agama, sebaiknya bos nyicil belajarnya mulai saat ini." Ucap Hilman memberi saran.


"Emangnya belajar apa Hilman? bahasa Arab? yang benar saja kamu kalau kasih saran." Sungut Vino kesal.


"Bukan itu bos. Bos harus belajar mengaji. Menghafal surat-surat pendek. Siapa tahu kalau jadi suaminya Nova, bos diminta jadi imam sholatnya. Kan nggak lucu mau jadi suami wanita Sholeha yang jadi imamnya non Nova sendiri." Sindir Hilman membuat Vino berpikir keras saat ini.


"Aku ingin menemukannya dulu, baru aku belajar." Ucap Vino.


"Justru itu salah bos. Di mana-mana orang yang berhijrah itu, hatinya langsung dituntun oleh Allah sendiri. Saat ilmunya bertambah karena Allah, insya Allah, jalan kesulitannya di permudahkan oleh Allah. Karena itu janji Allah sendiri pada hamba-Nya yang sudah putus asa dengan doanya." Lanjut Hilman.


"Sok tahu kamu Hilman. Tiba-tiba jadi ustadz dadakan." Semprot Vino sinis.


"Sok tahu gimana? Makanya ngaji bos. Buka tuh Al-Qur'an. Di mana terdapat dalam surah Al-insyiroh, ayat 5-6. Di mana Allah berfirman, sesungguhnya setiap kesulitan itu bersama kemudahan dan di ulangi lagi dengan kalimat yang sama tapi penuh ketegasan janji Allah itu.


Kalau janji manusia sih masih banyak bohongnya. Kalau sendiri yang berjanji, Dia tidak pernah ingkar janji pada semua makhluk hidupnya yang ada di bumi." Ucap Hilman.


"Terimakasih Ustadz Hilman. Semoga ilmunya bermanfaat ya ustadz." Ledek Vino.


"Allah sendiri yang memerintahkan hambaNya agar berlomba-lombalah dalam kebaikan. Termasuk saling menasehati dalam kebaikan. Itu juga ada ayatnya. Setidaknya aku sudah mengingatkan Tuan agar bisa menemukan nona Nova secepatnya. Apalagi bulan depan sudah puasa Ramadhan, jadi sudah saatnya mempersiapkan diri takut ajal tidak sampai nantinya." Balas Hilman.


Vino tidak ingin berdebat lagi dengan Hilman. Saat ini, hati dan pikirannya hanya tertuju pada Nova. Ia ingin bertemu dengan Nova secepatnya.


Sementara di tempat berbeda, Nova dan Anggun sedang mengobrol banyak hal semenjak Nova menghilang begitu saja bak ditelan bumi.

__ADS_1


"Nova. Apakah kamu tidak ingin kembali pada Vino?"


"Tidak Anggun. Dia itu sudah punya istri dan mungkin sudah punya anak."


"Bagaimana kamu tahu kalau dia sudah berkeluarga?"


"Karena aku melihatnya sendiri ia bertunangan dengan wanita pilihannya saat Recky melakukan panggilan denganku melalui video call."


"Oh, jadi karena itu kamu langsung kabur begitu saja dan aku dibuat pusing oleh Vino yang terus menguntit aku ke manapun aku pergi. Dia mengira aku menyembunyikan kamu. Hingga setahun ia merasa bosan sendiri dan mulai melupakan aku. Kalau ingat itu, ingin cakar wajahnya yang terus-menerus mencurigai aku." Ucap Anggun sewot membuat Nova terkekeh.


"Maaf ya, Anggun sudah melibatkan kamu dalam permasalahanku."


"Tidak apa Nova. Kita inikan saudara. Aku tidak menganggapmu lagi sahabat.


"Terimakasih saudaraku, aku mencintaimu karena Allah." Ucap Nova penuh haru. Keduanya berpelukan sesaat lalu melanjutkannya lagi obrolan mereka.


"Nova. Apakah kamu sudah mengetahui bagaimana hutang orangtuamu bisa lunas?"


"Kalau kamu sudah mengetahuinya, kenapa kamu tidak mau menikah dengan Vino?"


"Maksud kamu apa Anggun? apa hubungannya Vino dan teman SD ku yang sudah melunasi hutang ayahku dengan dalih sedekah?" Tanya Nova bingung.


"Berarti kamu belum tahu yang sebenarnya." Timpal Anggun.


"Belum tahu sebenarnya bagaimana?"


"Saudaraku Nova yang tercantik di dunia. Yang sebenarnya itu adalah, hutang ayahmu itu sudah dilunasi oleh Vino saat ia menyelidiki identitasmu."


Duaaarrr....


"Bagaimana kamu tahu?"

__ADS_1


"Asisten Hilman yang mengatakannya kepadaku. Pengorbanan Vino pada keluargamu sangatlah banyak. Saat ia mengetahui kamu berasal dari keluarga baik-baik, membuat Vino tidak mau menyentuhmu kecuali menikahimu secara resmi. Dia sudah jatuh cinta padamu hanya dengan melihat fotomu saja dari aplikasi Sugar baby itu."


"Benarkah?" Lirih Nova dengan linangan air mata.


"Dan banyak hal yang kamu tidak mengetahui bagaimana dia berkorban untuk bisa menikahimu dengan menjebak mantan kekasihnya Lea yang mengancamnya dengan menjadikan dirimu sebagai tamengnya."


"Maksudmu apa Anggun?" Aku tidak paham dengan semua ini."


"Baiklah. Aku tidak bisa menceritakan kepadamu semuanya kecuali kamu mau bertemu dengan Vino. Sudah saatnya kamu harus membalas jasanya, Nova. Dia sangat menderita karena kepergianmu yang hilang begitu saja. Dua tahun pertama dia benar-benar terpuruk hingga akhirnya kembali bangkit setelah ibunya meninggal dunia."


"Apa....? Ibunya Daddy meninggal dunia?"


"Adiknya Hanna sudah menikah."


"Hanya Vino yang tidak bisa move on darimu. Dia berjanji akan menikah kecuali wanita itu adalah kamu Nova."


"Benarkah itu Anggun. Berarti aku telah membuatnya menderita. Harusnya...hiks...hiks..!"


"Jangan hanya menangis Nova. Temui dia dan minta maaf. Akhirilah penderitaannya karena kamu yang telah memulainya. Dua cinta mati banget sama kamu Nova. Jangan terus menerus melarikan diri karena dia akan menemukanmu." Pinta Anggun.


"Iya Anggun. Aku akan menemuinya. Aku mau mandi dan bersiap menemuinya." Ucap Nova sambil terisak.


"Tapi jangan menangis lagi! mewek terus, heran deh." Sungut Anggun padahal dua sendiri sedang menahan haru.


Anggun mencari baju abaya yang paling bagus diantara pakaiannya yang lain. Ia berdandan secantik mungkin terutama memperjelas bagian matanya dengan maskara dan eyeliner. Sejam kemudian ia sudah siap menemui Vino di apartemen miliknya Vino.


Dengan menumpangi taksi online, Nova berangkat ke tujuan hatinya. Ia berharap Vino sudah berada di apartemen milik kekasihnya itu.


"Ya Allah semoga dia sudah pulang" batin Nova. Saat tiba di depan pintu unit apartemennya Vino Nova menekan bel beberapa kali." Siapa lagi ini tamu tidak tahu diri menemuiku. Awas saja kalau itu Hilman." Gerutu Vino lalu mengakhiri mandinya.


Ting ..tong...

__ADS_1


"Iya sebentar. Nggak sabaran banget sih."


__ADS_2