Mantan Sugar Baby

Mantan Sugar Baby
18. Bertemu Recky


__ADS_3

Pernikahan ulang yang dilakukan oleh Vino dan Nova di kantor urusan agama, dihadiri beberapa orang terdekat mereka. Nova hanya memiliki sahabat nya Anggun. Sementara Vino hanya memiliki adik kandungnya Hanna dengan suaminya Reza. Dan ada juga asisten pribadinya Hilman.


Nova tampak cantik dengan gaun pengantin berwarna putih. Ijab kabul yang berlangsung singkat itu hanya mengesahkan dokumen resmi untuk keduanya sebagai suami istri.


Vino membawa tamu kehormatannya ke restoran untuk merayakan pernikahan mereka. Nova memang menolak untuk merayakan pernikahannya secara mewah. Ia lebih senang seperti ini.


"Wah, kak Vino hebat, bisa dapatin kak Nova yang sangat Sholehah. Tapi aku pingin lihat wajah kak Nova. Boleh ya..?" pinta Hanna dengan sikap manjanya.


Vino menahan nafasnya karena permintaan Hanna sangat membuat hatinya terbakar cemburu. Nova tidak bisa menjawabnya karena ia takut salah bicara pada adik iparnya itu.


Suami Hanna berusaha menjawab keinginan istrinya yang terlihat kepo dengan Nova." Sayang! jika seorang wanita yang imannya sudah terjaga dari godaan dunia, ia hanya ingin mempersembahkan kecantikannya hanya untuk suaminya. Jadi, tidak diumbar di sembarang tempat. Kamu bisa melihat mbak Nova saat berkunjung di Apartemen mereka. Apakah kamu paham, sayang?" tanya Reza sambil menggenggam tangan istrinya.


"Berarti kak Nova sangat cantik ya. Pas banget deh dengan kak Vino yang cemburuan. Apakah pria posesif seperti itu ya hingga cari gadis serba tertutup seperti kak Nova." Ucap Hanna.


"Semoga kamu juga mengikuti jejak mbak Nova. Aku ingin kecantikan istriku hanya untukku sendiri." Goda Reza membuat Hanna berbunga-bunga.


"Isya Allah ya baby." Jawab Hanna manja.


"Oh iya, berarti kak Nova dulu SMA-nya tamatan pesantren ya terus kenal sama kak Vino baru-baru ini ya. Syukurlah, dari pada kak Vino mikirin sugar Baby-nya yang nggak jelas itu. Namanya siapa ya bang Hilman?"


Baik Vino, Nova dan Hilman tersedak secara bersamaan." Lho! kok tersedaknya kompak?" tanya Hanna dengan polosnya.


Anggun menahan tawanya karena kekonyolan Hanna yang tidak tahu wanita cantik yang jadi kakak iparnya saat ini adalah wanita yang sama.


"Kak, aku dan mas Reza pamit dulu ya. Belah durennya pelan-pelan. Atit.." goda Hanna sambil mengerlingkan matanya ke Vino.


Wajah Vino yang tetap datar membuat Nova dan Anggun tidak ingin berkomentar. Nova hanya mengecup pipi adik iparnya Hanna." Terimakasih ya Hanna atas kehadirannya." Ucap Nova.

__ADS_1


"Aku yang terimakasih lho kak Nova. Tolong jaga kakakku. Walaupun dia kayak harimau, tapi hatinya sangat baik. Buat dia jadi kayak kucing ya." Ucap Hanna di sambut senyum oleh Nova.


"Insya Allah. Kakak akan menjaganya dengan nyawa kakak." Ucap Nova.


Vino berdiri, Hanna langsung menubruk tubuh kakaknya dan menangis di dadanya Vino." Semoga selalu sehat ya kak. Aku hanya punya kakak." Ucap Hanna membuat Vino terharu.


"Kamu juga harus sehat. Kakak tidak mau kamu sakit." Ucap Vino.


Hanna meninggalkan kakaknya lalu dipeluk suaminya Reza. Anggun juga ikutan pamit dan Vino meminta Hilman untuk mengantarkan Anggun pulang. Sementara dia dan Nova masih duduk di tempat itu.


"Ayo, sayang! Kita pulang." Ucap Vino.


Baru saja keduanya melangkah sambil merangkul pinggang, tiba-tiba mereka berpapasan dengan Recky yang menatap wajah Vino dan Nova secara bergantian.


"Apa kabar Vino! Sudah lama kita tidak bertemu. Apakah ini istrimu? Rupanya kau sudah tidak bisa mempertahankan kesetiaanmu menunggu Nova. Tapi, baguslah, biar Nova bisa menjadi milikku. Aku tidak perlu bersaing denganmu. Tapi, hebat juga kamu dapat istri yang serba tertutup. Jangan-jangan wajahnya jelek, bibirnya tebal seperti gulungan karpet dan kulitnya seperti sawo busuk." Ledek Recky yang hanya mendapatkan senyum sinis Vino.


"Tunggu saja Nova sampai kiamat kurang dua hari dia tidak akan pernah menjadi milikmu." Ucap Vino sambil berlalu.


"Aku janji, akan menikahinya dan membawa dua di hadapanmu karena akulah pemenangnya." Ucap Recky dengan percaya diri.


Ia juga segera mencari meja kosong untuk ia duduki. Baru saja ia melangkah, Anggun kembali lagi ke dalam restoran sambil memanggil Nova.


"Novaaa!"


Secepat kilat jantung Recky beregup kencang melihat Anggun menghampiri Nova yang berdiri menunggu gadis itu.


"Aku lupa mengembalikan ponselmu saat mengambil foto pernikahan kalian tadi. Untung masih ada di parkiran." Ucap Anggun dengan nafas terengah-engah.

__ADS_1


"Ya ampun Anggun. Harusnya tadi kamu titip saja pada bang Hilman. Kenapa kamu harus balik lagi. Kamu jadi kelelahan kan?" Ucap Nova.


Wajah Recky tampak memerah menahan amarah. Ia segera menghampiri lagi Nova dan Vino.


"Novaaa!" Panggil Recky spontan membuat Nova berbalik.


Anggun tercekat melihat Recky yang sudah ada di belakang punggung Nova dan Vino." Bang Recky!" Lirih Nova sambil melihat kejanggalan diantara ketiganya.


"Aku ternyata bodoh sekali menanggapi perkataan bajingan ini. Pantas dia menyindirku dengan kata-kata kasar. Ternyata istrinya sendiri adalah kamu sendiri Nova." Ucap Recky dengan wajah kecewa.


Mata pria tampan itu berkaca-kaca menatap wajah Nova yang tampak tertunduk." Asal kamu tahu Nova, aku pun mencarimu di setiap tempat bahkan penghujung dunia ini hanya untuk bisa menemukan wanita sepertimu Nova.


Aku ingin mengalahkan bajingan ini hanya untuk bisa memilikimu. Tapi, cintamu tetap berakhir dengannya." Ucap Recky lalu berjalan menuju toilet untuk melampiaskan kekesalannya pada Vino yang telah mengerjainya.


"Ayo kita pulang sayang. Jangan dengarkan pembual itu!" ucap Vino.


Anggun berjalan lagi menuju tempat parkir di mana Hilman sudah menunggunya." Kamu beruntung sekali Nova. Diincar oleh dua lelaki yang sangat tampan dan mapan." Batin Anggun.


Sementara Nova yang saat ini merasa sangat sedih mendengar kata-kata Recky yang membuatnya sangat terenyuh. Vino tahu jika istrinya sedang memikirkan Recky saat ini. Tapi, ia yakin Nova hanya terbawa suasana saat ini namun cinta istrinya hanya untuknya seorang.


Malam harinya, Recky mengunjungi bar menghabiskan waktunya dengan dua perempuan yang berada di antara kedua sisinya sambil menuangkan minuman untuknya. Tapi entah mengapa ia sama sekali tidak tertarik dengan dua wanita cantik dan seksi di sampingnya walaupun ada yang rela memperlihatkan dada sekangnya pada Recky.


"Menyingkirlah dariku. Aku tidak mau barang bekas." Ucap Recky dengan mendorong tubuh dua perempuan itu.


Recky segera bangkit menuju mobilnya dalam keadaan mabuk. Pikirannya hanya membayangi wajah cantik Nova saat masih belia.


"Nova. Pasti kamu makin cantik saat ini hingga kamu menutupi kecantikanmu tanpa ingin terlihat oleh orang lain. Tapi, aku tidak bisa move on dari Nova sekali pun kau hanya menganggap aku sebagai teman bukan sebagai pria yang sangat mencintaimu. Novaaa...!" pekik Recky terlihat kacau saat ini.

__ADS_1


__ADS_2