Mantan Sugar Baby

Mantan Sugar Baby
20. Tidak Sengaja Bertemu


__ADS_3

Tiga bulan pernikahan mereka, Vino dan Nova kembali ke aktifitasnya mereka masing-masing. Nova membawa mobilnya sendiri menuju supermarket besar yang cukup jauh dari apartemen yang mereka tinggali.


Nova ingin belanja kebutuhan dapurnya karena sudah banyak yang habis. Hari itu Vino sedang ada meeting di luar kota dan akan kembali besok. Saat masuk ke tempat parkir mobilnya tidak sengaja bertabrakan dengan mobil di belakangnya membuat mobil Nova dan mobil yang ditabraknya itu berbenturan cukup keras.


Nova sangat gugup dan buru-buru merapikan mobilnya. Pria tampan itu segera menghampiri mobil Nova dan menggedor pintu mobil itu cukup kuat. Nova sangat gugup hingga akhirnya membuka pintu mobilnya sambil menatap wajah tampan pria itu.


"Maaf Tuan! saya akan ganti kerusakannya," ucap Nova dengan suara tercekat.


"Sombong sekali kamu mau ganti kerusakannya. Apakah kamu tidak kenal saya siapa, hah?"


"Emangnya tuan siapa?" tanya Nova dengan polosnya.


"Dasar! kamu itu datang dari mana hingga tidak mengenal saya."


"Sebut saja berapa? saya akan membayarnya."


"Oh, rupanya kamu punya banyak uang ya? turunan sultan juga? berarti aku tidak butuh uangmu tapi aku butuh tubuhmu. Lepaskan cadarmu itu!" ucap pria itu sembari menarik cadar Nova hingga wajahnya terekspos di depan pria itu. Recky yang baru datang memarkirkan mobilnya melihat wajah Nova saat pria itu menarik cadar Nova membuat darah Recky mendidih.


Ia segera menarik krah baju pria dari balik punggung pria itu reflek berbalik.


"Lepaskan dia bajingan!" Recky menonjok wajah pria itu berkali-kali. Nova yang melihat Recky berulang kali memukul pria itu yang sudah berdarah-darah.


"Bang Recky! Sudah! Jangan lagi memukulinya!" cicit Nova ketakutan.


Satpam yang melihat itu langsung mengamankan pria itu ke pos satpam.


Recky memeluk Nova yang sedang menangis sambil menutupi wajah Nova dengan sapu tangannya." Nova. Kamu harus tenang dulu. Kita ke mobilmu atau mobilku."'ucap Recky.


Kunci mobil Nova lupa di cabut. Sepertinya terkunci dari dalam." Baiklah, kamu ke mobilku saja. Aku antar kamu pulang." Tawar Recky.


"Tolong panggilkan suamiku saja!"


"Baiklah. Tapi kamu duduk di dalam mobilku. Aku akan menghubunginya. Tolong jangan menangis lagi!"


Nova berjalan menuju mobil Recky. Recky mengambil minum untuk diberikan kepada Nova. Istri dari Vino itu menenggak minumannya hingga habis. Tubuhnya masih sangat gemetar.

__ADS_1


Recky harus memenangkannya sambil mengusap punggung Nova agar gadis itu tenang." Apa yang terjadi Nova, hmm?"


"Aku menabrak mobilnya. Lebih tepatnya kami sama-sama tidak sengaja saling menabrak. Aku sudah minta maaf dan siap membayar berapa saja yang ia minta. Tapi, ia tidak menginginkan uang tapi, dia malah ingin melecehkan aku...hiks...hiks..!"


"Jadi itu sebabnya dia menarik cadarmu?" tanya Recky sambil menatap wajah Nova yang terlihat tertunduk.


Nova mengangguk." Nova...! Apakah kamu tidak ingin melihat wajahku?" tanya Recky membuat Nova mengangkat pelan wajahnya menatap wajah tampan Recky.


"Sial! Pantas saja dua menutupi wajahnya dengan cadar. Cantik begini, siapa yang nggak ngiler?" batin Recky yang langsung membuang wajahnya ke sembarang arah.


Ia tidak sanggup menatap wajah Indah Nova yang begitu terlihat teduh. Wajah itu makin cantik berbeda dengan Nova saat masih mengenakan seragam SMA.


"Kamu sangat cantik Nova. Ternyata Vino sangat beruntung memilikimu." Puji Vino yang tidak mau lagi menatap wajah cantik Nova.


Ia begitu takut imannya tidak cukup kuat kalau terlalu lama menatap wajah Nova." Bukannya wajahku jelek dengan bibir seperti gulungan karpet? dan kulitku seperti sawo busuk." Ledek Nova mengembalikan lagi ejekan Recky padanya.


Recky terkekeh mengingat kekonyolannya yang ingin menghina Vino malah kena getahnya sendiri. " Maafkan aku Nova! Aku tidak tahu kalau aku menghina gadis yang dipeluk Vino itu adalah kamu."


"Tidak apa bang Recky. Aku tidak tersinggung saja sekali. Bang Recky apa kabar!"


"Mau apa kamu telepon aku, berengsek?"


"Kalau nggak penting saya juga ogah hubungi kamu."


"Kalau begitu, katakan ada apa?"


"Cepat jemput istrimu! Ia hampir dilecehkan oleh seorang pria. Untung aku datang tepat waktu. Kalau tidak istrimu sudah dibawa kabur oleh orang itu."


"Apa...? cepat share lokasinya!" Vino menutup ponselnya dan langsung berlari keluar dari perusahaannya. Jantungnya saat ini terasa mau copot.


Dalam sekejap mobilnya sudah membelah jalanan ibu kota. Pikirannya terlihat kacau sambil mengikuti arah lokasi yang dikirim Recky padanya.


"Ya Allah. Aku lupa kalau hari ini Nova sudah. minta ijin padaku kalau dia mau belanja." Gumam Vino lirih.


Ia menambah kecepatan mobilnya yang sudah hampir tiba di tempat yang dituju. Recky turun dari mobilnya untuk melihat mobil Vino agar suaminya Nova itu bisa melihat tempatnya berdiri.

__ADS_1


Setibanya di tempat parkir area swalayan makro itu, Vino segera turun di sambut Recky.


"Mana Nova?"


"Di dalam mobilku. Mobilnya sendiri terkunci tidak bisa masuk karena kuncinya masih menempel di tempatnya." Ungkap Recky .


Vino masuk kedalam mobil Recky dan memeluk istrinya. Nova menangis lagi dalam pelukan suaminya." Di bagian mana, tubuhmu yang pria itu pegang?"


"Dia hanya menarik cadar ku, saat ia ingin memegang lenganku, bang Recky datang menolongku. Bang Recky memberikan saputangannya untuk melindungi wajahku agar tidak terlihat oleh yang lain."


"Tapi, dua juga sudah menikmati kecantikanmu, Baby."


"Itu bonus buat dia, Daddy." Ujar Nova agar Vino tidak cemburu.


"Baiklah. Kita pulang. Tutupi wajahmu dengan jasku. Apakah kamu sudah bisa merasa tenang, baby?"


"Sudah Daddy. Tasku ada di dalam mobilku. Ponselku ada di tasku."


"Biar nanti Hilman yang urus. Ayo kita pulang sayang!"


"Iya Daddy."


Nova segera turun dengan tungkai kakinya yang masih lemah." Di gendong saja Vino. Nova nya masih syok." Tegur Recky.


"Ini istriku, kenapa kamu yang bawel." Vino menggendong tubuh istrinya menuju mobil. Recky membantu membuka pintu mobil Vino.


"Makanya, kalau punya bidadari itu di jaga. Biar sudah tertutup masih saja di incar oleh orang lain." Ledek Recky.


"Aku malah takut, kalau penjahat itu adalah kamu sendiri."


"Kita bersaing secara sehat saja. Selama kamu tidak menyakiti Nova, aku pastikan tidak akan menganggunya. Jadi, jangan biarkan peluang itu kosong." Ucap Recky.


"Ok terimakasih Recky. Sayangnya, bini gue itu termasuk barang mewah limited edition." Ucap Vino makin membuat Recky meradang.


"Terimakasih bang Recky. Ini sapu tangannya bang. Semoga Abang selalu sehat. Assalamualaikum." Ucap Nova sambil mengangguk hormat dengan kedua tangannya mengatup rapat ke dadanya.

__ADS_1


"Masya Allah Nova...! Ada lagi nggak sih yang kayak loe?" batin Recky saat mobil Vino meninggalkannya di tempat parkir itu.


__ADS_2