
Viona yang mendengar penjelasan kakak iparnya Boy, yang menyatakan bahwa kekasihnya yang telah membuat kakaknya Novia terluka, sangat syok.
"Apakah kamu masih tidak percaya Viona? apa yang dilakukan kekasihmu ini saat Novia menabrak tubuhnya hingga gelas minumannya yang ia pegang terjatuh? tanya sendiri padanya. Aku sudah cukup menjelaskannya padamu," ucap Boy membuat kekasih Viona terlihat gugup.
"Benarkah Itu Kenzo?" tanya Viona dengan bibir bergetar.
Kenzo merasa hari ini adalah hari terburuknya karena ia tidak menyangka bertemu lagi dengan Novia, gadis yang ia lukai saat itu.
"Sebenarnya saat itu moodku sedang jelek. Jadi, saat ada yang menyentuhku tanpa sengaja, aku menjadikan dia tempat pelampiasanku dan kakakmu Novia adalah korbannya karena masih ada orang yang bisa ku salahkan saat itu. Aku mohon maaf atas kejadian itu.
Aku menyesal setelah itu dan ingin mencari informasi tentang kakakmu tapi bingung mendapatkan informasi tentang kakakmu dan kebetulan hari aku bisa bertemu dengannya aku mohon maafkan aku, Novia," ucap Kenzo memberi alasan dan sekaligus meminta maaf.
"Sayang sekali. Sudah basi," ucap Boy masih saja dendam pada kekasih Kenzo.
"Baiklah. Kalau begitu aku permisi!" ucap Kenzo yang malu hati dan meninggalkan rumah Boy.
Viona di landa kebingungan. Antara kakaknya atau kekasihnya. Tapi ia tidak ingin Kenzo pergi begitu saja. Akhirnya Viona lari keluar mengejar lagi Kenzo.
"Viona...Viona...!" panggil Vino namun dicegah oleh Nova.
"Daddy. Kasih kesempatan mereka berdua untuk menjernihkan masalah ini," pinta Nova.
__ADS_1
Vino menatap wajah Boy. Ia mengernyitkan dahinya untuk mengajukan pertanyaan demi pertanyaan yang berkecamuk di pikirannya saat ini. Boy merasa terpojok saat ini karena sudah membuka rahasianya sendiri.
"Boy. Bagaimana kamu bisa tahu jika Novia terluka karena temannya Viona itu? apakah kamu ada di sana saat Novia terluka, hah?" selidik Vino yang mulai emosi saat ini.
Novia berusaha berdiri untuk membela suaminya dari intimidasi ayahnya saat ini. Tungkai kakinya sudah melemah, tapi dia tidak rela jika Daddy-nya sampai menampar suaminya.
"Itu karena Boy menyaksikan sendiri pertengkaran itu, Daddy." Boy mengakui kesalahannya." Dan kamu diam saja lalu meninggalkan putriku dalam keadaan terluka? kenapa? apa salah Novia padamu? apakah dia pernah menyakitimu, hmm?" langkah Vino mendekati Boy yang terus mundur hingga mentok ke ujung sofa.
"Daddy. Aku mohon. Hentikan!" pinta Novia yang sudah mulai berkaca-kaca. Namun Vino mengangkat satu tangannya mencegah putrinya agar ia bisa mendapatkan alasan Boy mengabaikan Novia saat itu.
"Jawab aku Boy...!" Bentak Vino makin meninggi suaranya.
"Itu karena Boy membenci mami Nova. Karena demi cinta ayah yang begitu besar pada mami Nova yang membuat ayah rela mati demi melindungi mami Nova. Ayah mengakui dirinya tidak bisa menikah dengan wanita lain karena cintanya hanya untuk mami Nova. Boy sakit hati daddy," ucap Boy terus terang pada ayah mertuanya.
Jadi di mana kesalahannya istriku, Boy? Jika dia memilih setia dan mengabaikan cinta ayahmu, apakah itu suatu bentuk kesalahan? jika ayahmu tidak bisa menikahi ibumu karena hatinya untuk Istriku, apakah itu juga kesalahan?" tanya Vino secara beruntun membuat hati Boy terasa sangat sakit.
"Tidak Daddy. Aku sudah disadarkan oleh om Hilman dan Om Jack saat itu karena mereka juga tahu kalau cinta ayah pada mami Nova hanya bertepuk sebelah tangan. Itulah sebabnya aku merasa sangat bersalah karena sudah mengabaikan Novia saat ia terluka parah," ujar Boy.
"Harusnya Kamu konfirmasi kebenarannya secara langsung pada Daddy dan mami. Karena daddy yang mengetahui bagaimana ayahmu tergila-gila pada istriku dan sekarang menjadi ibu mertuamu. Untuk bisa menjadikan kita keluarga, ayahmu sudah melamar putriku yang saat itu masih bayi dan itupun di depan kamu, walaupun usiamu saat itu baru lima tahun," tutur Vino.
"Iya daddy. Boy tahu tentang hal itu. Boy minta maaf karena sudah salah paham pada keluarga ini," ucap Boy yang sudah mulai terkendali emosi dan kegugupannya.
__ADS_1
Vino membalikkan tubuhnya hendak melihat putrinya yang sedang dipeluk istrinya. Ia membuka tangannya untuk memeluk putrinya. Novia menghamburkan tubuhnya ke dalam pelukan sang daddy. Vino juga mengangkat tangannya untuk memeluk Boy. Jadilah ketiganya menangis bersama dan Nova hanya bisa menarik nafas lega karena balas dendam Boy sudah terbantahkan oleh kenyataan yang ada karena salah paham.
Sementara di luar sana, Viona ikut lagi dengan Kenzo yang membawa mobilnya ke arah pantai Ancol. Keduanya terdiam dan hanyut dalam pikiran mereka masing-masing. Viona ingin tahu kenapa Kenzo begitu marah pada kakaknya yang hanya menabraknya saja sudah membuat dirinya mengamuk pada wanita lemah seperti Novia.
Setibanya di pantai Ancol. Viona membuka ponselnya dan mengabari keluarganya di mana dia saat ini.
"Mami, Viona ijin temanin Kenzo ke pantai. Viona butuh penjelasan dari Kenzo agar masalah ini tidak berlarut-larut," tulis Viona dalam pesannya.
"Iya sayang. Hati-hati dan cepat pulang kalau urusan kalian sudah selesai. Jaga dirimu!" balas Nova.
"Terimakasih mami."
Viona menatap wajah tampan Kenzo. Tangannya terkepal seakan sedang menahan kesedihannya. Apakah ia harus menceritakan alasannya mengapa hari itu ia menjadi pria yang paling tega pada Novia karena mendorong gadis itu hingga terluka.
"Saat itu aku sedang marah pada kekasihku yang tega mengkhianati ku dengan sahabatku sendiri. Aku mendapati mereka berdua sedang bercinta di apartemen milik kekasihku. Karena aku menghafal sandi pintunya, memudahkan aku masuk ingin memberikan dia kejutan karena aku baru pulang dari Australia karena baru menyelesaikan pendidikanku.
Setelah bertengkar hebat dengan mereka berdua, aku pergi tidak tentu arah hingga masuk ke kafe itu. Hatiku yang masih emosi membuat aku tidak peduli keadaan apapun," tutur Kenzo.
"Berarti sekarang kamu sudah move on darinya dan mulai mendekati aku?" tanya Viona.
"Iya Viona. Sejak melihatmu di kampus saat aku memberikan kuliah umum, kamu terlihat berbeda sangat terjaga baik tutur kata dan sikap tidak seperti wanita lainnya di tambah lagi kamu berhijab yang membuat aku yakin kamu sangat menjaga dirimu. Dan kamu belum memiliki pacar. Itu sebabnya aku ingin serius padamu dan meminta kamu mengenali aku pada keluargamu agar aku bisa melamarmu dan kita segera menikah supaya tidak terjadi fitnah atas dirimu. Apakah kamu mau menikah denganku, Viona?" tanya Kenzo langsung tembak tanpa basa-basi.
__ADS_1
Degggg....