Mantan Sugar Baby

Mantan Sugar Baby
6. Tidak Bisa Bebas


__ADS_3

Nova menarik nafas lega saat mengetahui semua permasalahan yang selama ini membelenggu kebahagiaan keluarganya telah berlalu begitu cepat. Ia menangis seorang diri di taman sambil mendoakan orang yang telah menolong mereka dari kemelut ini.


"Ya Allah...! Aku adalah bagian dari hambaMu yang selama ini selalu menyalahkan takdir. Aku tidak tahu bentuk permainan yang Engkau berikan kepada keluarga kami yang akan berakhir seperti apa. Ini semuanya terasa mimpi bagiku. Dalam sekejap semua doa kami terjawab olehMu.


Berikan rejeki yang berlimpah untuk orang telah menolong kami. Sehatkan badannya dan jauh dia dari segala macam mara bahaya dan lindungi dia di manapun berada. Ya Allah, sampaikan terimakasih ku padanya." Ucap Nova yang terekam kamera ponsel milik asisten Hilman yang duduk tidak jauh darinya.


"Nona Nova! Sepertinya tuanku tidak akan melepaskan mu begitu saja. Kau harus tetap kembali padanya atau hidupmu akan kembali menderita." Batin Hilman yang sudah mengirim video rekamannya ke Vino.


Nova segera beranjak dari taman menuju jalan raya untuk naik taksi online yang sudah ia pesan. Tidak lama kemudian, mobil itu sudah membawa dirinya ke apartemen milik Vino.


"Di mana dia sekarang?" Tanya Vino yang terlihat gelisah menantikan Nova.


"Cie...cie ..! Yang sudah kangen." Goda Hilman pada sahabat dan sekaligus asistennya itu.


"Diam kamu Hilman! Apakah kamu sudah bosan hidup, hah?" Bentak Vino membuat Hilman menjauhkan sedikit ponsel darinya.


"Kenapa tuan berubah jadi posesif begitu? Bukankah diantara mereka tidak boleh melibatkan perasaan selama menjalin kontrak kerjasama sebagai sugar baby dan sugar Daddy?" Batin Hilman.


"Hilmannnn....! Ke mana gadis itu?"


"Iya Tuan. Nona Nova sudah menuju apartemen anda. Sudah siapkan diri anda dengan luluran dan mandi tujuh kembang untuk acara tempurnya." Goda Hilman pada Vino membuat Vino yang ingin berteriak harus mengurungkan niatnya karena mendengar pintu unit apartemennya di buka oleh Nova.


Vino pura-pura memainkan ponselnya dan kembali menunjukkan wajah datarnya." Selamat malam Daddy!" Ucap Nova dengan senyum palsunya.


"Sini...! Duduklah di sampingku!" Titah Vino sambil menepuk sofa untuk di duduki Nova.


Nova berjalan dengan wajah tertunduk lalu duduk di sebelah Vino. Lagi-lagi jantung Nova harus berdegup kencang saat berhadapan dengan pria yang paling tampan menurutnya.


"Sialan! Kenapa jantungku rasanya mau copot padahal aku sudah tidak bugil di depannya." Batin Nova.


Apa yang dirasakan Nova begitu pula apa yang di rasakan oleh Vino." Kamu sudah makan?"

__ADS_1


"Belum Daddy."


"Baguslah. Aku sengaja menunggumu makan malam bersama denganmu. Kamu mau makan apa?" Tanya Vino.


"Apa saja yang penting halal dan tidak beraroma yang bau." Ucap Nova membuat Vino bingung.


"Emang makanan apa yang beraroma bau?"


"Pete dan jengkol karena aku tidak doyan."


"Oh...!"


"Baiklah. Tolong kamu pesan saja di restoran hotel apa yang kamu mau sekalian untuk aku dan samakan saja menunya untuk kita berdua sesuai dengan seleramu." Ucap Vino yang langsung melangkah ke kamarnya.


"Daddy, tunggu!" Nova menghentikan langkahnya Vino.


"Ada apa?"


"Begini, aku ...aku mau mengembalikan uang Daddy dan membatalkan kontrak perjanjian kerja sama kita."


"Karena aku tidak membutuhkan lagi uang. Aku ingin cari kerja yang halal." Ucap Nova tanpa menatap wajah Vino yang terlihat menahan amarahnya.


"Apa kamu lupa dengan isi surat perjanjian kontrak kalau kamu tidak boleh membatalkan perjanjian kontrak kita secara sepihak sebelum mencapai satu tahun. Jika itu terjadi, kamu harus membayar dua kali lipat dengan uang yang sudah kamu terima. Apakah kamu punya uangnya?" Tanya Vino membuat hati Nova mengkerut.


"Astaga...! Jadi aku harus terikat dengan pria ini selama satu tahun?" Nova merasa sangat sedih harus menyerahkan kesuciannya pada pria yang tidak ia cintai.


Vino menarik sudut bibirnya. Ia merasa lega karena bisa mengikat Nova dengan perjanjian konyol itu." Kamu ada uangnya?" Tanya Vino lagi sambil menahan tawanya.


"Tidak punya." Nova menahan air matanya yang hampir jatuh.


"Aku lapar dan kita makan malam setelah itu persiapkan dirimu. Aku tunggu di kamar." Titah Vino sambil berjalan menuju bathroom untuk mandi.

__ADS_1


Vino berendam di dalam bathtub untuk merilekskan tubuhnya." Jika kamu gadis lain, aku tidak peduli kamu pergi Nova. Karena kamu terlalu istimewa membuat aku takut kehilanganmu." Ucap Vino.


Tidak lama kemudian, Nova sudah membawa makan malam untuk mereka ke dalam kamar bertepatan dengan Vino yang keluar hanya mengenakan handuk memperlihatkan dada bidang dan perut kotaknya membuat Nova harus membuang wajah gugupnya.


"Kenapa dia terlihat sangat tampan selepas mandi? Apakah dia pakai susuk?" Batin Nova.


"Pakai baju Dady! Kita makan." Ucap Nova dengan senyum kakunya.


"Nanti saja pakai bajunya. Ayo kita makan!" Vino segera menghabiskan makanannya tanpa mau melihat wajah cantik Nova. Vino tidak sanggup melihat tatapan mata indah milik Nova yang membuat jantungnya setiap saat berdegup kencang.


"Dia hanya Sugar baby bukan kekasih. Kendalikan dirimu Vino. Setelah kamu menghabiskan waktumu untuk bersenang-senang dengannya, kamu akan segera berpisah dengannya." Batin Vino.


Nova yang belum punya rasa dengan Vino tampak kaku walaupun ia tidak mengerti dengan degup jantungnya yang saat ini tidak normal juga.


Beberapa menit kemudian, keduanya sudah kembali rapi dan siap untuk tidur." Aku sudah membelimu lengerie. Pakailah dan pilih warna apa yang kamu sukai!"


Nova bergidik ngeri mendengar permintaan Vino membuat sekujur tubuhnya terasa kaku." Apakah malam ini dia akan mengambil kesucianku?" Batin Nova dengan tubuh bergetar.


Nova menanggalkan pakaiannya lagi dan mengenakan lengerie hitam. Ia keluar lagi dari kamar ganti dengan sangat malu menghampiri Vino yang menatap tubuhnya seperti harimau lapar. Milik Vino yang sudah salam hormat padanya membuat Vino segera menarik tubuh Nova saat gadis itu sudah duduk di ranjangnya.


Dalam sekejap Vino CV sudah mengukung tubuh Nova dibawanya dan mulai memagut bibir Nova dengan begitu rakus sambil meremas melon kesukaannya. Melihat Nova yang tetap tidak bergairah sama sekali kepadanya membuat Vino menarik nafas panjang.


"Ayo kita tidur! Besok saja kita melakukannya." Ucap Vino membuat Nova merasa kegirangan.


"Semoga dia tidak mengambil milikku hingga perjanjian itu selesai."


Vino yang tidak tega pada Nova menekan hasratnya untuk menggauli gadis itu. Keduanya akhirnya tidur terlelap melewati malam. Walaupun begitu, tubuh Nova tetap berada dalam pelukan Vino.


Tidak terasa waktu kebersamaan mereka sudah tiga bulan berlangsung. Kesibukan keduanya sebagai pekerja dan seorang pelajar membuat mereka harus bertanggung jawab apa yang mereka kerjakan. Karena kedua orangtuanya sudah pulang ke rumah mereka, Nova minta ijin pada Vino untuk tidur di rumahnya.


"Daddy...! Aku boleh tidur di rumahku? Mungkin aku hanya bisa bertemu dengan Daddy setiap Sabtu Minggu atau selepas pulang sekolah."

__ADS_1


"Tidak...! Kamu harus menemani aku tidur karena aku sudah terbiasa tidur denganmu. Jangan mengubah apapun yang sudah di tetapkan. Kamu mengerti, hmm?" Ucap Vino penuh penekanan pada kalimatnya.


Deggggg...


__ADS_2