
Setelah satu jam menanti kedatangan Recky, tidak lama kemudian terdengar bel kamarnya berbunyi. Vino segera membuka pintu kamar itu. Vino mempersilahkan Recky masuk. Recky memperhatikan area sekitarnya dan ternyata tidak ada Nova di ruang tamu dan di dapur.
"Apakah kamu ingi bertemu dengan Nova?" tanya Vino yang melihat gelagat Recky seakan rindu pada istrinya.
"Tidak!" Recky berusaha mengendalikan dirinya yang terlihat sekali rindu pada Nova.
"Bagaimana kamu bisa tahu ada mobil penjahat mengikuti kami?" tanya Vino.
"Tadi aku makan di restoran yang sama dengan kalian. Saat itu aku sedang memperhatikan wajah beberapa pengunjung restoran itu. Ada beberapa orang yang terus menatap ke arah kalian. Aku mulai curiga dan mengambil gambar mereka untuk aku kirim ke asistenku Jack untuk menyelidiki siapa mereka. Dan ternyata mereka adalah anak buahnya tuan Gahral. Tuan Gahral merupakan saudara dari pria yang melecehkan Nova. Sepertinya ia ingin balas dendam pada istrimu," ucap Recky membuat Vino merasa malu pada Recky..
"Recky. Apakah aku boleh menanyakan sesuatu padamu?"
"Tanya apa?"
"Apakah kamu sangat mencintai, Nova?"
"Aku rasa kamu sudah tahu dari dulu perasaanku pada istrimu, Nova. Tapi perasaan itu sudah terlarang bagiku karena kamu sudah menikahinya. Tapi, walau bagaimanapun, aku tetap melindungi gadis yang pernah aku cintai," ucap Recky berusaha menahan diri gejolak asramanya pada Nova yang tidak pernah padam sampai saat ini.
"Apakah kamu tidak ingin mencari wanita untuk menjadi istrimu?" tanya Vino.
"Jika ada wanita yang persis seperti Nova, aku akan menikahinya. Sayangnya dalam pencarianku, aku belum menemukan wanita seperti Nova," ucap Recky dengan mimik serius.
"Recky. Apakah aku boleh minta sesuatu padamu?" tanya Vino.
__ADS_1
"Minta apa?" tanya Recky.
"Jika aku tidak panjang umur, aku mohon jagalah anak dan Istriku!" pinta Vino.
"Berhentilah meracau! Nova itu cinta mati padamu. Hatinya hanya untukmu. Aku tidak mau menjaga dia karena hatinya tidak ada namaku di sana. Jagalah istrimu sendiri! Sudahlah aku pulang. Titip salam aku buat Nova dan keponakanku," ucap Recky sambil membuka pintu.
"Cinta hanya hadir sejalan dengan waktu. Aku hanya menitipkan pesanku padamu untuk berjaga-jaga saja, Recky," ucap Vino yang di abaikan oleh Recky.
Pria tampan ini langsung membuka pintu untuk pulang tanpa ingin menengok lagi Vino. Saat ini jantung Recky berdegup kencang mendengar permintaan Vino yang dianggapnya gila. Tapi cukup masuk akal karena Nova maupun Vino berada di dalam bahaya. Namun Recky tidak mau mengambil resiko untuk mengorbankan Vino mati ditangan penjahat karena Nova tidak akan pernah menerima hal itu.
"Vino. Jika aku ingin bersikap egois, mungkin aku akan merebut Nova darimu jauh sebelum gadis itu memutuskan untuk berhijrah," gumam Recky lirih sambil menyetir mobilnya menuju apartemennya sendiri.
Di dalam apartemen, Recky yang tidak pernah mabuk selama lima tahun lebih tiba-tiba ingin mabuk. Ia mengambil wine yang ia simpan di gudang. Ia mulai minum sampai mabuk karena mengingat perkataan Vino yang seakan memberinya harapan untuk memiliki Nova.
Aku bisa mendapatkan wanita dengan mudah karena uangku banyak. Tapi dengan Nova, ahhhkkkk...uang tidak berlaku untuknya. Karena hatinya, tubuhnya hanya untukmu, Vino sialan. Ternyata aku baru tahu kalau dua dulu adalah sugar babymu. Sekarang cepatlah kau mati, aku ingin memilki Nova!" Teriak Recky frustasi.
Tidak lama terdengar bunyi bel kamarnya. Recky berjalan dengan tubuh sempoyongan. Ia membuka pintu itu tanpa melihat CCTV. Ada seorang gadis yang sangat cantik berdiri di hadapannya dengan wajah tertunduk.
"Selamat malam tuan!" sapa gadis cantik itu membuat Recky mendelik matanya.
"Siapa kau?" tanya Recky dengan nada gaya orang mabuk.
"Aku Jesica," ujar gadis itu dengan wajah tetap tertunduk.
__ADS_1
"Mau apa menemui aku di sini?" tanya Recky sambil menarik tangan Jessica untuk masuk.
"Duduklah! Apakah kamu ingin minum denganku, cantik?" tanya Recky berusaha sadar dari mabuknya sambil memukul-mukul kepalanya dengan ujung tangannya.
"Aku ke sini hanya untuk memberitahukan kau aku telah melahirkan dan membesarkan putramu yang saat ini berusia empat tahun.
Ini fotonya. Dia sangat mirip denganmu. Dia akan diadopsi oleh salah satu keluarga kaya karena aku tidak mampu lagi membiayai hidupnya. Jika kamu ingin mengambilnya, silahkan! Tapi jika kamu tidak ingin mengakuinya sebagai putramu, aku akan memberikan anak kita pada orang kaya itu. Aku menamakan dirinya dengan namamu Recky. Ini fotonya dan ini akte kelahirannya. Ini hasil tes DNA nya jika kamu ragu anak ini adalah anakmu. Ini nomor kontak ku jika kamu ingin menghubungi aku. Permisi!" ucap Jesicca lalu beranjak pergi dari unit apartemennya Recky.
"Jesica! kemarilah. Temanin aku malam ini. Hatiku sedang sedih. Aku ingin kamu temani aku saja. Aku akan membayar kamu esok pagi," jawab Recky lalu menarik tangan Jessica.
Recky sendri sebenarnya tidak begitu hafal wajah-wajah gadis yang pernah ia tiduri termasuk Jesica. Hanya saja ia pernah membeli seorang gadis yang masih perawan seharga lima ratus juta dalam semalam." Apakah Jesicca gadis itu perawan itu," batin Recky.
Keduanya akhirnya tidur di kamar Recky karena Jesica juga kebetulan sudah mengantuk. Jesica bukan wanita malam. Ia sama seperti Nova saat itu. Ia ingin menjual perawannya hanya untuk membayar hutang ayahnya pada rentenir. Awalnya Jesicca ingin dinikahkan ayahnya dengan rentenir itu.
Jesica yang tidak rela menikah dengan pria yang sudah memiliki tiga istri, memilih untuk menjual perawannya dan dia minggat dari rumah orangtuanya usai melunasi hutang-hutang ayahnya pada rentenir itu.
Ia memilih bekerja di sebuah restoran siap saji dan tidak lama kemudian ia dinyatakan hamil oleh dokter. Ia melahirkan bayinya ditemani sahabatnya yang harus berbagi kerja shift untuk bisa mengurus bayinya.
Sekarang sahabatnya itu sudah menikah dan Jesica terpaksa merawat putranya sendiri. Keadaan ekonominya yang sudah sempit seperti ini membuat ia nekat mendatangi Recky. Jika Recky tidak mengakui anaknya sebagai putra kandungnya Recky , maka satu-satunya adalah putranya harus diadopsi oleh pasangan muda yang sangat kaya.
"Hidup ini sangat miris. Aku melahirkan seorang putra dari Sultan, tapi putraku akan diadopsi oleh Sultan juga karena kemiskinanku, " batin Jesica sambil mengusap air matanya saat ia terjaga tengah malam.
Keesokan harinya, Recky sudah sadar dari mabuknya dan ia begitu terkejut melihat seorang gadis cantik telah tidur di sampingnya." Astaga! berarti aku semalam tidak sedang bermimpi," gumam Recky lirih.
__ADS_1