
Penjelasan Recky tentang putranya yang lahir di luar nikah membuat Vino dan Nova baru memahami kehadiran Boy yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka. Pasangan ini tidak ingin menghakimi Recky karena mereka juga bukan orang suci. Setiap orang memiliki masalalu kelam.
Kadang nikmatnya dosa itu membuat mereka terlena walaupun sebagian diantaranya mau kembali ke jalan yang benar." Mengapa kamu tidak ingin menikahi ibunya, Recky? dengan begitu ia bisa mendapatkan kasih sayang yang utuh," ucap Vino.
"Aku tidak mencintai ibunya dan aku tidak mau menikah hanya karena kehadiran putraku. Aku tidak bisa mengorbankan perasaanku demi membahagiakan hati putraku. Daripada ibunya menderita lebih baik kami hidup terpisah dengan menjalani kehidupan kami masing-masing," ucap Recky tegas membuat Vino dan Nova hanya bisa menerima alasannya Recky yang terdengar logis.
"Tidak apa Recky. Itu jalan hidupmu. Kami sangat menghargainya. Semoga putramu tidak begitu memikirkan ibunya. Mungkin saat ini dia sudah terbuai dengan perlakuan mu yang selalu memanjakannya," timpal Nova.
"Kalau begitu, jodohkan mereka dari sekarang. Jika aku tidak bisa dapat Ibunya setidaknya putraku bisa mendapatkan putrinya," ucap Recky frontal dan terlihat cuek tanpa memikirkan perasaan Vino yang hanya bisa sabar mendengar perkataan Recky.
Nova pura-pura tidak ingin mendengarkan apapun dari Recky untuk menjaga perasaan suaminya. Ia sedang mengamati wajah tampan Boy yang tidak meleset sedikitpun dari ketampanan Recky.
"Kita lihat saja nanti Recky. Apakah putramu tidak liar seperti dirimu yang selalu bergonta-ganti pasangan dan melahirkan anak di luar nikah. Aku tidak mau putriku menderita karena ulah putramu," ucap Vino.
"Insya Allah. Aku janji akan mendidik putraku menjadi anak yang Sholeh dan selalu mengingat Allah sepanjang perjalanan hidupnya dengan ibadah.
Jika aku tidak panjang umur aku akan menitipkan dia pada kalian," ucap Recky membuat Nova tersentak.
"Rawatlah putramu sendiri Recky karena kami sangat sibuk mengurusi anak-anak kami nantinya karena istriku tidak akan memasang kontrasepsi," balas Vino pura-pura menolak namun dalam hatinya ia menyanggupi.
Recky adalah putra tunggal dan kedua orangtuanya sudah meninggal. Ia juga memiliki paman dari ibunya, namun hanya saja hubungan mereka tidak begitu baik karena keserakahan pamannya.
"Aku tidak meminta tolong padamu tapi aku meminta tolong pada Nova. Apakah kamu mau Nova?" tanya Recky membuat Nova hanya mengangguk ragu.
"Tolong jangan bicara hal yang sangat menakutkan. Aku tidak sukar mendengarnya. Bisa jadi aku yang duluan pergi dari kalian semua," ucap Nova membuat Recky dan Vino berujar bersamaan.
__ADS_1
"Jangannn...!"
"Jangan baby!" ucap Vino sambil memeluk istrinya.
Boy yang sedang menikmati wajah cantik Baby Novia tersentak mendengar ocehan Vino dan ayahnya.
"Ada apa ayah? kenapa kalian berteriak?" tanya Boy.
"Tidak apa sayang. Ayah hanya kaget saja saat pamanmu Vino mau menjodohkanmu dengan putrinya. Apakah kamu mau suatu saat nanti menjadi kekasihnya baby Novia?" tanya Recky membuat Vino menatap wajahnya dengan tatapan horor.
"Kekasih? maksudnya apa ayah?" tanya Boy.
"Yah, kekasih itu seperti paman Vino dan Tante Nova saat ini," ucap Recky menggambarkan arti kekasih pada putranya yang hanya mengangguk entah paham atau tidak dengan perkataan ayahnya.
Setelah puas berbincang dengan Vino dan Nova, Recky pamit pulang karena putranya terlihat sudah lelah. Dari tadi Boy Selfi dengan baby Novia dan ia juga mengambil gambar Baby Novia saat tersenyum dalam tidurnya.
Dua hari kemudian, Nova sudah bisa membawa pulang dirinya. Gadis bercadar itu tidak berhenti menatap wajah cantik putrinya. Seperti dapat mainan baru, Nova tidak lagi menatap wajah suaminya. Vino mengajaknya bicara dan dijawab oleh Nova sambil menatap putrinya.
"Sayang. Apakah wajahku sudah tidak tampan lagi, hmm?" tanya Vino yang mulai cemburu.
"Tentu saja ketampanan Daddy tidak ada tandingannya," ujar Nova tanpa mengalihkan perhatiannya ke Vino.
"Nanti sampai di mansion, kita harus bicara banyak untuk pembagian waktu," ucap Vino.
"Pembagian waktu apa Daddy?" tanya Vino.
__ADS_1
"Berapa jam kamu menatap baby Novia dan berapa jam kamu menatapku," ucap Vino dengan wajah cemburu.
Mendengar ucapan suaminya, Nova baru menyadari kesalahannya. Ia lalu menatap wajah suaminya." Astaga Daddy, apakah belum puas menerima perhatian Nova. Apa masih ingin di manjakan terus sayang?" tanya Nova manja.
"Aku tidak akan pernah puas. Aku ingin kamu melihat wajahku setiap saat. Jadilah ibu dan istri yang adil untuk kami berdua," ujar Vino.
"Cih, kemarin ngomongnya mau punya anak lagi. Satu saja sudah membuatmu cemburu dan posesif. Bagaimana nanti kalau banyak anak kalau mataku saja cuma dua," gerutu Nova membuat Vino tergelak.
Ha...ha..ha..
"Benar juga. Aku harus siap disingkirkan oleh sainganku yaitu putra-putriku sendiri," desis Vino sambil tersenyum.
Sesaat kemudian Nova baru menyadari jalan yang mereka lalui bukan mengarah ke apartemen mereka tapi ke arah berlawanan." Daddy. Apakah kita tidak salah jalan?" tanya Nova.
"Tidak sayang. Kita menuju ke rumah kita. Aku sudah menyiapkan rumah besar sebagai tempat penampungan kasih sayang dan cinta yang banyak untuk keluarga kita nanti. Putriku harus menikmati lingkungan rumah yang akan membuat ia bisa berlari ke sana ke mari dengan kakinya saat ia sudah bisa berjalan," ucap Vino membuat Nova terharu.
Tidak lama kemudian, mereka sudah masuk ke area perumahan elite. Vino mengangguk hormat pada satpam yang menjaga pintu utama perumahan itu. Tidak jauh dari pintu gerbang utama perumahan, terlihatlah mansion yang sangat luas halaman utamanya membuat Nova berdecak kagum.
Iapun turun dari mobilnya dibantu oleh Vino. Kedatangan mereka disambut oleh sahabatnya Anggi, Recky dan putranya serta Hilman sang asisten. Ada juga beberapa pelayan dan baby sitter yang sudah siap membantu Nova untuk mengurus bayinya dan melayani keluarganya.
Anggi memeluk tubuh sahabatnya itu." Akhirnya loe bisa jadi seorang ibu seperti gue. Selamat ya Nova. Maaf gue nggak bisa nengok loe di rumah sakit karena gue sekarang sudah jadi sekertarisnya tuan Hilman," ucap Anggi membuat Nova berdehem.
"Sekertaris ranjang juga boleh, tapi nikah dulu," goda Nova yang melihat ada sinyal diantara keduanya.
"Ayo masuk dulu! sini aku gendong Babynya. Wah ini jadi temannya Gita putriku," ucap Anggi lalu mencium pipi keponakannya itu. Sementara itu adik kandung Vino saat ini sedang berada di luar negeri karena ada acara penting dari perusahaan suaminya.
__ADS_1
Recky mengajak Vino ngobrol karena ada proyek perusahaan mereka yang saat ini sedang join. Boy ikut bersama Anggi untuk menemani baby Novia.
"Wah! Dia mirip sekali denganmu Nova dan itu putranya Recky sangat mirip dengan Recky. Jangan-jangan anak-anak kalian berjodoh," goda Anggi dan keduanya terkekeh.